‘Nusantara Forever!’: Kehidupan Generasi Muda Setelah Pandemi Covid-19

3881

 

Wakanda Forever!

Seorang cendekia pada abad ke 21, Yuval Noah Harari menulis sebuah artikel bertajuk ‘The World After Corona virus’pada bulan Maret 2020 ini. Pada artikel tersebut Yuval menekankan bahwa terdapat dua opsi positif bagi manusia selepas pandemi global ini. Dua opsi positif tersebut adalah pemberdayaan warga (citizen empowerment) dan solidaritas global (global solidarity). Bila generasi muda di Indonesia memilih untuk melakukan ‘turning point’ kembali ke akarnya. Maka generasi muda akan terlibat dalam dua opsi positif tersebut. Pertama, pemberdayaan warga muda melalui gotong royong komunitas membantu masyarakat untuk lebih mandiri. Sebagai contoh, kita akan melihat lebih banyak ruang kota yang tidak terolah digunakan untuk berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat, serta pemanfaatan ruang publik sebagai lokasi untuk kelas-kelas gratis, yang dihidupkan oleh relawan-relawan muda demi memenuhi edukasi rakyat.

di hutan, kebun, laut, dan bukit lah hidup berbagai benih obat bagi pandemi ini serta pandemi berikutnya

Sebelum terjadinya opsi kedua, yaitu solidaritas global sebagaimana dikemukakan Yuval Noah Harari, pada konteks nasional akan muncul kesadaran baru berupa imagined youth solidarity. Imagined youth solidarity atau solidaritas imajiner anak muda akan menjadi pengikat generasi muda Indonesia yang satu dengan yang lainnya lintas daerah. Solidaritas imajiner ini akan meniscayakan terjadinya tukar informasi anak muda di kota dengan anak muda yang tinggal di desa, gunung, pesisir, hingga hutan. Solidaritas imajiner pernah muncul pada masa revolusi kemerdekaan untuk mengusir kolonial melalui komunitas-komunitas muda seperti Jong Java, Jong Celebes, hingga Jong Sumatera Bond. Kedepan solidaritas tersebut akan muncul kembali untuk membangun peradaban Indonesia yang lebih seimbang. Yaitu, keseimbangan pembangunan teknologi serta infrastruktur dengan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia, seperti kesehatan dan pendidikan.

Generasi yang kembali ke akar, akan mengembalikan masyarakat Indonesia lebih dekat dengan alam. Sebab, di hutan, kebun, laut, dan bukit lah hidup berbagai benih obat bagi pandemi ini serta pandemi berikutnya. Peleburan sains, kearifan lokal, dan pelestarian lingkungan hidup akan menjadi ciri peradaban yang dibangun oleh generasi muda Indonesia di masa depan. Karir dan jurusan pendidikan tinggi pada bidang-bidang lingkungan hidup akan mengalami peningkatan tajam. Imajinasi mengenai Indonesia baru, tak lagi didominasi visi masa depan yang serba canggih. Namun, Imajinasi akan peradaban yang seimbang antara budaya, alam dan teknologi sebagaimana gambaran peradaban Wakanda pada film superhero Marvel, Black Panther. Semoga kita bisa melalui masa-masa sulit ini bersama-sama, untuk melihat terwujudnya peradaban Indonesia yang akan dibangun oleh generasi muda, ‘Nusantara Forever!’

1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Referensi Artikel : Pophariini.com […]