Pamungkas Siap Menyambut Era Baru 

437

Pamungkas menggelar event daring, The End of Fying Solo Era hari Sabtu, 30 Mei 2020 via Loket.com. Acara ini merupakan penutup dua album yang sudah ia miliki, Walk the Talk dan Flying Solo untuk menjadi jembatan album terbaru Solipsism.

Tentu penampilan Pam bersama ThePeoplePeople disuguhkan berbeda. Penonton festival yang biasanya gelisah menanti lampu panggung menyala. Kali ini bisa menunggu kehadiran sang idola sambil melakukan berbagai kegiatan di rumah. 

Acara dimulai meleset dari jadwal sekitar pukul 8 malam kurang. Demi menebus kerinduan, rasanya tak jadi soal bagi penggemar hingga muncullah cuplikan video di beberapa panggung, video komentar penggemar, dan sesi rekaman wawancara Pam.

Pam memulai aksi dengan memainkan “Intro I”, “Bambina”, “Untitled”, “Boy”, “Kenangan Manis”, dan “Walk the Talk”. Urutan yang dibawakan tak sama persis seperti daftar di album. Sebuah judul “Intro V” yang tak pernah dirilis masuk dalam setlist-nya.

Acara dibuat sedemikian rupa intim dengan menghadirkan wawancara orang-orang terdekat Pam silih berganti. “Pam itu dari kecil udah keras kepala in a good way. Kalau udah maunya, dia akan kejar,” kata Raden Rohan, kakak kandung Pam sekaligus drummer ThePeoplePeople. 

Selain keluarga, adapula rekan-rekan musisi yang memberikan komentar. “Satu kata yang menggambarkan dia, bold. Gue rasa itu quality yang dia punya,” ungkap Matter Mos. “Satu kata yang menggambarkan Pamungkas, ya Pamungkas,” kata Sal Priadi. 

Tak disangka cuplikan komentar turut menghadirkan Bambang Pamungkas dan Ence Bagus. “Beberapa cukup enak didengar,” kata Bepe soal lagu-lagu Pam. 

Ence Bagus yang selama ini kerap disebut mirip dengan Pam mengaku, setiap mendengarkan “I Love You but I’m Letting Go” terkenang almarhum isterinya. Lagu tersebut kemudian dibawakan Pam versi piano medley “Intro II”.

Hajatan yang diberi judul seperti nama album kedua ini sebagai wujud dari Flying Solo Tour South East Asia 2020 yang seharusnya terlaksana April lalu. Namun terpaksa dibatalkan karena adanya masa pandemi corona. 

Dalam cuplikan wawancara, Rey Idris Letlora selaku Manajer Pamungkas mengungkapkan, “Tim gue tuh nggak ada yang patah. Mungkin kita ini disuruh banyak-banyakkin sama keluarga untuk bertempur lagi nanti.”

Lagu “Flying Solo”, “Intro IV”, dan “To the Bone” menandai akhirnya perjumpaan. Pam berterima kasih atas dukungan semua pihak dalam tiga tahun terakhir selama ia berkarier. Jika sikon sudah normal nanti, Pam berharap secepatnya bisa bertemu penggemarnya lagi.

“One Only” yang masih menduduki posisi nomor satu di Spotify Pamungkas menjadi penutup. Kabar gembira yang muncul di akhir acara informasi mengenai tanggal rilis album Solipsism 26 Juni 2020 dan bocoran lagu baru “Queen of the Hearts” yang diputar Pam lalu ia meninggalkan ruangan dalam akhir yang gelap.

The End of Fying Solo Era dikemas dalam waktu 11 hari. Hal yang mendebarkan ketika final edit video baru jadi sekitar 15 menit sebelum acara tersebut dimulai, dan yang mengerjakan pengeditannya adalah Pam sendiri sampai tidak tidur 48 jam.

Sebagian penjualan tiket acara didonasikan sebagian untuk para pekerja harian lepas dan para pekerja seni yang terkena dampak paling pertama dari situasi ini. Kabar baik lainnya, rekaman musik online event The End of Fying Solo Era siap meluncur di layanan musik streaming Spotify secepatnya. 

 

____