Penulis Idhar Resmadi Menerbitkan Buku Jurnalisme Musik

Jan 12, 2019

Setelah menerbitkan buku Music Recods Indie Label (Mizan, 2008) dan biografi Pure Saturday Based on a True Story (Unkl347, 2013) penulis musik Idhar Resmadi bersama penerbit Penerbit Gramedia menerbitkan buku terbarunya Juralisme Musik dan Selingkar Wilayahnya pada 17 Desember 2018 kemarin.

Dalam buku ketiganya kali ini, Idhar mencoba membahas jurnalisme musik dari beragam sudut pandang. Dan, tentunya lengkap dengan beragam studi kasus dan wacana perihal jurnalisme musik sebagai salah satu aspek ekosistem industri musik yang ada di Indonesia.

Idhar Resmadi. Foto: Sandi Jaya Saputra

Seperti judulnya, di dalam buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya Idhar menuliskan segala tetek bengek perihal jurnalisme musik. Mulai dari sejarah jurnalisme dan media musik, perkembangan kritik musik, hingga gaya bahasa dan perkembangan media alternatif yang selalu menjadi salah satu motor penggerak jurnalisme musik.

Buku ini dikemas menarik, dan menjadi referensi tentang jurnalisme musik yang ringkas, lengkap, dan enak dibaca. Tidak berlebihan bila buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya ini bisa menjadi pegangan awal mereka yang ingin menjajal karier sebagai penulis musik. Entah itu di media mainstream atau pun media aternatif.

Buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya sudah bisa didapatkan di Toko Buku Gramedia dan toko buku lainnya. Untuk pembelian secara on line bisa melalui situs Gramedia di sini.

 

____

Penulis
Fari Etona
Pendenger musik pop dan rock, serta pecinta binatang dan pemakan buah-buahan.

Eksplor konten lain Pophariini

Dongker – Ceriwis Necis

Kalian tidak harus sependapat dengan saya, “Bertaruh Pada Api” adalah lagu punk rock yang menyayat hati. Dinyanyikan bersama kebanggaan dan keharuan seekor pecundang urban yang mengais harapan di antara luka kehancuran zaman. Lagu itu …

Daftar Festival Musik 2024

Sejak menggelar diskusi seputar festival musik di pertengahan Maret 2024 lalu, kami sudah mendatangi dua keramaian. Pertama, Hammersonic Festival dan yang kedua Java Jazz Festival. Dapat dipastikan tahun ini panggung musik padatnya tak berkurang …