216

“Pesona” Lagu Baru Atlesta Berlirik Indonesia

Setelah sebelumnya merilis 3 buah album Secret Talking (2012), Sensation (2014), dan Gestures (2017) yang kesemuanya menggunakan bahasa Inggris, penghujung 2018 ini Atlesta membuat langkah baru dalam perjalanan karirnya dengan merilis singel baru berlirik Indonesia yang berjudul “Pesona”

Atlesta, unit electro-pop asal Malang ini menghabiskan 2 tahun terakhir berseliweran dari panggung ke panggung dan berkutat di studio sambil perlahan mulai menggarap materi-materi barunya. Salah satu hasilnya adalah lagu “Pesona” yang resmi dirilis dalam versi digital mulai tanggal 8 Desember 2018 kemarin.

Dikerjakan cukup lama salah satu alasannya adalah Fifan Christa, sosok dibalik Atlesta kesulitan mencari kata-kata bahasa Indonesia yang pas untuk musik Atlesta. Begitu banyak revisi dalam kata dan kalimat agar tidak terkesan murahan. Ditambah tema/isu sosial yang diangkat cukup serius, berbeda dari tema lagu-lagu Atlesta sebelumnya yang personal.

Baca juga:  FSTVLST Siapkan Rilisan Album Terbaru Lewat Situs Resmi

Menurut penuturan Fifan dalam siaran persnya: “Pesona” mengangkat isu soal fenomena urban di era digital terkait pertumbuhan tehnologi dan media sosial. Bahwa tren ‘kecanduan’ media sosial sudah sangat berpengaruh pada kondisi psikis anak-anak muda saat ini. Sangat erat hubungannya dengan gelombang konten media sosial yang makin riuh, receh, sekaligus kejam.

Menurutnya juga, orang-orang sekarang berupaya terlalu keras untuk bikin konten dan pencitraan di media sosial demi penambahan jumlah like dan follower/subscriber. Semua itu tampak pada aneka feed di Instagram, komentar di Facebook, vlog di YouTube, atau timeline di Twitter.

Pada akhirnya, setelah mengamati fenomena tersebut, Fifan Christa menganggap kalau semua itu hanyalah candu dan semu. Efek buruk dari sebuah pencitraan yang fana di ranah internet. Persis seperti yang dia utarakan pada bait refrain: Candu, semu, indah palsu / Hilang sukma, luluh pilu / Keruh, temu, pasung eluh / Hilang sukma, luluh pilu…”

Yang baru juga adalah pada sektor musikal, Fifan mengaku sedang memakai pendekatan baru. Alasannya sederhana, karena mulai jenuh dan ingin membuat yang berbeda dari sebelumnya. “Makanya pas bikin lagu ini jadi lebih lama prosesnya. Setelah bikin sekitar 40 materi musik dasar versi demo sejak tahun lalu, barulah ketemu komposisi yang pas kayak ‘Pesona’ ini,” tuturnya.

Baca juga:  Suar Nasution Kembali Dari Tidur Panjangnya
Fifan Christa “Atlesta”. Foto: dok. Atlesta

Treatment-nya memang agak baru. Saya jadi pingin bikin musik yang lebih liar. Gak terlalu soft lagi. Sound-nya pun jadi makin keras,” ujar Fifan Christa yang mengaku makin sering mendengarkan musik-musik rock progresif dan psikedelik. “Jadi doyan musik rock yang pakai synth. Seperti Brand X, misalnya,” katanya menyebut nama band lawasnya Phil Collins sebelum di Genesis.

Akhirnya, gaya musik di “Pesona” yang jadi kelinci percobaan. Lagu ini sengaja dibikin lebih ‘nge-rock’, rancak dan upbeat. “Ingin terdengar lebih nge-band lah,” kata Fifan Christa. “Malah sekarang rasanya saya kayak sedang bikin band baru lagi…”

Uniknya, artwork “Pesona” itu juga memuat referensi budaya pop – dari musik sampai film. Kalau diperhatikan secara seksama, ada wajah dan sosok tokoh yang familiar seperti Michael Jackson, Kendrick Lamar, Kanye West, Steve Jobs, bahkan C3PO dari Star Wars di sana.

Baca juga:  Original Soundtrack Film Terbaru Joko Anwar, Gundala

“Ilustrasinya dibikin oleh Noviar Rahmat. Dia itu teman kuliah saya di DKV UM. Kawan baik setongkrongan sejak zaman Ospek bareng,” kata Fifan Christa mengenalkan sosok Noviar Rahmat yang juga sering mengerjakan ilustrasi untuk band-band lokal bahkan internasional – mulai Anniverscary, Inheritors, bahkan Miss May I.