966

Pop Figur – Natisa Jones

Karya seni Natisa Jones telah hadir dalam beragam pameran kolektif maupun solo mulai dari Bali, Jakarta, Jogja, Berlin, dan Melbourne. Di penghujung 2016 sampai dengan awal tahun ini, Natisa hadir dalam pameran solonya “Tough Romance” di Ruci Art Space, Jakarta.

Untuk Pop Figur kali Ini, tim kami memberikan beberapa peratanyaan pada Natisa, diantaranya  tentang apa arti “pop” dan apa arti menjadi seniman di ‘hari ini’.

  1. Apa arti kata pop bagi kamu?

Pop for me refers to sesuatu yang datang dari pop culture atau contribute to pop culture. Datang dari kata “popular”. Sometimes it’s something a little more easy to digest / Not too difficult. But mostly sepertinya sesuatu yang appeal to the mass. Maybe almost trending.

  1. Untuk pembaca kami yang mungkin belum pernah melihat karya kamu, coba deskripsikan karya kamu dalam 5 kata?

Personal, figurative, abstract, diary, documentation.

  1. Apa album musik paling pop yang pernah dimiliki dan disukai/mempengaruhi kamu?

Paling pop? Hmmm…. Saya tidak terlalu mendengarkan pop musik tapi mungkin yang paling “pop” dulu Spice Girls (Album: Spice), Hanson (Album: Middle of Nowhere), Britney Spears (Album : Baby One More Time), TLC (Album: Crazy Sexy Cool), No Doubt (Album: Tragic Kingdom), Sheila on 7 (Album pertama dan kedua). These are yang ‘paling pop’ mungkin ya dulu?
But the album yang paling mempengaruhi saya dalam hidup saya itu album kedua M.I.A. titled KALA.

Baca juga:  Debut Album ROXX dan Perayaan Metal Indonesia

Heavy Body I

  1. Apa yang paling menyebalkan dan menyenangkan dari budaya pop menurut kamu?

 Saya lebih suka budaya pop sewaktu tahun 90an. Sepertinya budaya pop yang keluar waktu itu masih banyak yang lebih eksperimental dan terdorong dari energi kreatif yang lebih genuine. Saya rasa budaya / dunia pop global sekarang lebih terdorong dengan endorsement, brands dan product placement. Dimana apa bila kita nonton musik video pop sekarang yang paling popular, amat susah untuk tidak melihat product placement seperti Samsung, Beats By Dre, EOS lip balm, etc. Tapi internet is a great platform to equalize everything. Banyak hal-hal yang termasuk pop culture sekarang yang tidak akan mungkin tanpa adanya internet. Budaya pop yg datang dari internet yang belum terlalu di influence corporate agenda dibanding tv channel, radio, iklan etc karena internet masih platform yang demokratis. Banyak tren dalam budaya pop sekarang terdorong dari corporate agenda. Itu yang menyebalkan. Tapi saya suka hal-hal seperti kreativitas yang tersebar dari tren atau budaya pop.

  1. Jika kamu harus membuat soundtrack hidup, lagu apa sajakah yang pasti harus ada di dalamnya?
Baca juga:  Pop Indonesia Seputar ‘65

Hampir semua lagi dari M.I.A. (My favorite “pop star” although dia lebih ke underground dari pada tipe Katy Perry). But favorites M.I.A. – 10 dollars , M.I.A – 20 Dollars , The Kooks – Seaside , The Kooks – Ooh La , The Verve – Bittersweet Symphony , The Blindboys – Free Diamonds , Metric – Combat Baby. Banyak lagi sih sebenarnya.

TO TRY I

  1. Hal apa yang pasti selalu bisa membuat kamu dalam good mood?

The right music. The right food. Sometimes a good movie.

  1. Jika diukur dengan popmeter, berapa persenkah kadar pop pada karya kamu?

 Dari 100%, mungkin 10%?

  1. Seberapa besar pengaruh budaya pop bagi kehidupan dan karya kamu?

Tidak terlalu besar tapi saya suka mengamati pop culture. Tapi tidak ter-translasi secara literal dalam karya saya. Pop culture pun sekarang banyak form yang beda-beda karena internet.

  1. Sebutkan 5 seniman Indonesia paling pop/yang dipengaruhi pop art saat ini menurut kamu?

Saya tidak tahu ya yang “paling pop” tapi saya rasa yang termasuk dalam katagori terpengaruhi pop art saya rasa, – Hahan, Indieguerilla, Eddie Hara, Muchlis fachri, Ketut Moniarta

An Ordinary Child

  1. Apakah cita-cita-cita kamu waktu kecil?
Baca juga:  Pangalo! Dan Katalog Funk Indonesia Yang Malu-Malu

Saya dulu ingin menjadi voice over artist untuk kartun-kartun dan saya waktu kecil ingin bekerja sebagai ilustrator untuk Disney.

  1. Menurut kamu apakah artinya menjadi pelukis di saat ini (sekarang)?

Banyak defenisi beda-beda menurut saya. Seniman-seniman masing-masing akan mempunyai defenisi sendiri yang cocok dengan cara berkarya mereka dan idealisme mereka. I think that’s what it means or should mean to be an artist of any kind. Not only a painter. I think it means to be true to what you believe in and embrace perbedaan-perbedaan dan bakat masing-masing. With how the world works now, with information that circulates the way it does now, banyak opportunities untuk orang-orang kreatif untuk berbagi pendapat dan karya mereka.

I think to be an artist dalam saat ini is to embrace all the different forms and definition that comes as being an artist. Diversity.

  1. Apakah nasihat atau kata-kata yang pernah kamu dengar dan terus diingat sampai hari ini?

“Jadi seniman itu tidak boleh cengeng mental” – nasehat dari seniman Mangu Putra kepada saya.

  1. Siapakah orang yang paling kamu kagumi atau sangat berpengaruh dalam kehidupan kamu (di masa lalu atau saat ini)?

Nenek dan ibu saya.

what are you looking for