997

Pop Figur – Natisa Jones

Karya seni Natisa Jones telah hadir dalam beragam pameran kolektif maupun solo mulai dari Bali, Jakarta, Jogja, Berlin, dan Melbourne. Di penghujung 2016 sampai dengan awal tahun ini, Natisa hadir dalam pameran solonya “Tough Romance” di Ruci Art Space, Jakarta.

Untuk Pop Figur kali Ini, tim kami memberikan beberapa peratanyaan pada Natisa, diantaranya  tentang apa arti “pop” dan apa arti menjadi seniman di ‘hari ini’.

  1. Apa arti kata pop bagi kamu?

Pop for me refers to sesuatu yang datang dari pop culture atau contribute to pop culture. Datang dari kata “popular”. Sometimes it’s something a little more easy to digest / Not too difficult. But mostly sepertinya sesuatu yang appeal to the mass. Maybe almost trending.

  1. Untuk pembaca kami yang mungkin belum pernah melihat karya kamu, coba deskripsikan karya kamu dalam 5 kata?
Baca juga:  Kampungan Versus Gedongan: Bagaimana Selera Musik Kelas Menengah di Indonesia Terbentuk?

Personal, figurative, abstract, diary, documentation.

  1. Apa album musik paling pop yang pernah dimiliki dan disukai/mempengaruhi kamu?

Paling pop? Hmmm…. Saya tidak terlalu mendengarkan pop musik tapi mungkin yang paling “pop” dulu Spice Girls (Album: Spice), Hanson (Album: Middle of Nowhere), Britney Spears (Album : Baby One More Time), TLC (Album: Crazy Sexy Cool), No Doubt (Album: Tragic Kingdom), Sheila on 7 (Album pertama dan kedua). These are yang ‘paling pop’ mungkin ya dulu?
But the album yang paling mempengaruhi saya dalam hidup saya itu album kedua M.I.A. titled KALA.

Heavy Body I

  1. Apa yang paling menyebalkan dan menyenangkan dari budaya pop menurut kamu?

 Saya lebih suka budaya pop sewaktu tahun 90an. Sepertinya budaya pop yang keluar waktu itu masih banyak yang lebih eksperimental dan terdorong dari energi kreatif yang lebih genuine. Saya rasa budaya / dunia pop global sekarang lebih terdorong dengan endorsement, brands dan product placement. Dimana apa bila kita nonton musik video pop sekarang yang paling popular, amat susah untuk tidak melihat product placement seperti Samsung, Beats By Dre, EOS lip balm, etc. Tapi internet is a great platform to equalize everything. Banyak hal-hal yang termasuk pop culture sekarang yang tidak akan mungkin tanpa adanya internet. Budaya pop yg datang dari internet yang belum terlalu di influence corporate agenda dibanding tv channel, radio, iklan etc karena internet masih platform yang demokratis. Banyak tren dalam budaya pop sekarang terdorong dari corporate agenda. Itu yang menyebalkan. Tapi saya suka hal-hal seperti kreativitas yang tersebar dari tren atau budaya pop.

  1. Jika kamu harus membuat soundtrack hidup, lagu apa sajakah yang pasti harus ada di dalamnya?
Baca juga:  Keseriusan Eksplorasi Noise: Terima Kasih Stevi Item

Hampir semua lagi dari M.I.A. (My favorite “pop star” although dia lebih ke underground dari pada tipe Katy Perry). But favorites M.I.A. – 10 dollars , M.I.A – 20 Dollars , The Kooks – Seaside , The Kooks – Ooh La , The Verve – Bittersweet Symphony , The Blindboys – Free Diamonds , Metric – Combat Baby. Banyak lagi sih sebenarnya.

TO TRY I

  1. Hal apa yang pasti selalu bisa membuat kamu dalam good mood?

The right music. The right food. Sometimes a good movie.

  1. Jika diukur dengan popmeter, berapa persenkah kadar pop pada karya kamu?

 Dari 100%, mungkin 10%?