1353

Pro-Kontra DI Ajang Wacken Metal Battle Indonesia 2019

Taring. Foto: DCDC

Audisi untuk festival musik ekstrim terbesar di Jerman, Wacken Open Air (WOA) telah diselenggarakan di Bandung hari Sabtu malam kemarin (22/06). Acara yang berjudul ‘Wacken Metal Battle Indonesia 2019’ kemarin bertempat di Dome Balerame Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung. Dan dari 10 band yang berhasil menjadi juara adalah band hardcore asal Bandung, Taring.

Dalam ajang babak final yang diselenggarakan kemarin 10 band unjuk gigi di hadapan para tim juri dan para penonton pecinta musik ekstrim. 10 band itu datang dari seluruh penjuru Indonesia antara lain, Belantara (Bogor), Carnivored (Tangerang), Hellcrust (DKI Jakarta), Kaluman (Bandung), Kapital (Kutai Kartanegara), Katzenmeister (Bandung), Over Power (Kediri), Paint In Black (Lampung), Taring (Bandung) dan Wafat ( Surabaya).

Taring sendiri dalam kompetisi ‘Wacken Metal Battle Indonesia 2019’ ini berhasil menyisihkan total 206 band yang tersebar di 70 daerah di Indonesia. Dan berhasil meyakinkan tim juri yang terdiri dari Arian 13 (Seringai), Man (Jasad) dan Luuk Van Gestel (Doomstar Bookings, Belanda), dengan Eben (Burgerkill) sebagai steering committee

Rencananya Taring akan berangkat ke Jerman pada akhir Juli 2019. Karena acara ‘Wacken Open Air’ akan digelar pada 1-4 Agustus 2019. Keputusan memilih Taring sebagai pemenang ini sempat menimbulkan pro-kontra. Terutama karena Taring dianggap masih satu lingkaran pertemanan dengan para tim juri. Sebagai info, drummer Taring, Gebeg beberapa tahun ini jadi partner siaran Extreme Moshpit dengan Ebenk (Burgerkill). Namun hal itu disanggah langsung Eben melalui akun Instagramnya.

View this post on Instagram

Sejak awal tercetus ide untuk membawa gelaran Wacken Metal Battle ke Indonesia, saya dan @manjasad sadar betul ini bakal menimbulkan pro dan kontra. Mengingat masih banyak mental netizen maha sotoy yang lebih jago berkomentar daripada berkarya. Tapi sayangnya saya, @addy_gembel, @kimun666 dan semua tim DCDC Wacken Metal Battle Indonesia sama sekali tidak peduli akan hal itu. Event ini dihadirkan untuk mereka yang punya mental tempur, berjiwa besar dan bisa menghargai sesama musisi dengan segala kelebihan dan kekurangan nya. . Tentu setiap tahun nya selalu ada kontra menganggap siapapun yang menang, itu karena mereka berteman dengan juri atau penyelenggara. Yup betul, kami bersyukur masih diberi akal sehat dan bisa berteman baik dengan siapa saja tanpa ada sentimen kedaerahan atau apapun dalam kompetisi ini. Justru atas dasar pertemanan yang kuat gelaran ini bisa terlaksana, berkat semua pihak yang saling membantu bukan saling menjatuhkan. Jadi tidak salah, siapa pun pemenangnya sudah bisa dipastikan mereka adalah teman baik kami, karena kami semua ada disini untuk berteman. . Saya salut dan bangga menyaksikan semua finalis berhasil memberikan suguhan maksimal di final show kemarin. Kalian memang sangat layak di perhitungkan. Meskipun prediksi pemenang saya meleset, tapi harus saya akui kali ini @taring_official paling berhasil mencuri perhatian para juri yang menilai bukan hanya sebatas kualitas musik, performa panggung, gimmick atau kualitas produksi. Masih banyak lagi sudut penilaian untuk memilih satu dari kumpulan finalis terbaik. . Sekali lagi selamat untuk @taring_official telah terpilih menjadi wakil Indonesia di ajang Wacken Metal Battle International di Jerman akhir Juli nanti. Tunjukan bahwa anak bangsa punya banyak karya, bukan banyak bicara.. Proud of you guys, good luck! 🤘🏼🇮🇩🤘🏼 . #dcdcxwoa #dcdcwackenmetalbattle #indonesia #wackenopenair #taring #kausatajam

A post shared by True Megabenz (@ebenbkhc) on

Sementara saingan berat Taring di audisi ini band Kapital asal Kalimantan yang juga telah mempunyai nama besar dalam kancah musik metal gagal memenuhi ekspektasi banyak orang untuk maju sebagai pemenang.

Kapital. Foto: DCDC

 

____

Baca juga:  Malam Ini! Showcase Mini Album Oslo Ibrahim