397

Rekomendasi PHI: Laze – Waktu Bicara

Secara teknikal, Laze bisa dibilang sudah berada di level yang lebih tinggi dibanding rekan-rekannya di dunia hip hop Indonesia masa kini. Album konsep Waktu Bicara yang bicara tentang pergulatan keseharian masyarakat Ibu Kota terasa matang dari segi ide maupun eksekusi. Lima belas lagu yang dihadirkan terpenuhi tujuannya: ambisius namun tetap membumi.

Harvi Parkasya atau Lazy P atau Laze sudah kenyang pujian ataupun pengakuan dari komunitas hip hop yang ia tinggali selama sedekade terakhir. Bahkan gaya rapnya yang mengandalkan wordplay banyak diikuti oleh rapper-rapper lain. Tapi di album ini, kemampuan untuk tetap memakai pun sebagai bagian dari cerita membuat ia berbeda dari yang lainnya. Selain itu, temanya yang bicara tentang kehidupan keras tidak hanya melulu tentang bragging, tapi juga potret keseharian yang nyata. Untuk urusan ini, Laze membuktikan dia lebih dari sekedar skill. Di era di mana orang-orang berlomba jadi rapper, dia sudah melupakan urusan jadi yang terbaik dan berusaha mencapai tahapan berikut dalam kariernya.

Baca juga:  Resensi Kunto Aji - Mantra Mantra

Secara musikal, album ini kaya akan variasi. Dari pengaruh jazz di lagu “Budak”, lalu penggunaan gitar rock yang mencekam di lagu “Kota Keras”, kemudian old school hip hop di lagu “Belum Tentu Emas”, R&B dengan sentuhan synth pop di lagu “Mengerti” sampai alunan sinematik di lagu “Waktu Bicara”. Eksplorasi ini memberikan kesegaran di setiap track dan membuat album jauh dari kata membosankan. Meskipun kadang secara pengemasan, lagu-lagunya bisa lebih kaya lagi lanskap sound-nya.

Dengan gelombang hip hop baru yang makin deras, Waktu Bicara dari Laze adalah salah satu karya penting yang menandakan zaman. Sebuah album yang asik dan layak dijadikan bahan pembicaraan.