Rekomendasi Pop Hari Itu – Rien Jamain “Kapankah Berakhir”

Jan 14, 2018

Mengingat Rien Jamain adalah seperti kembali ke tahun awal perjalanan bersama White Shoes & The Couples Company. Karena hampir di setiap perjalanan tur darat entah itu dengan bis besar ataupun hanya menggunakan Mitshubisi Colt yang lebih dikenal dengan nama L 300, manajer kami selalu memutar kaset dari Rien Jamain dan Margie Segers. Lengkap dengan musisi pendukungnya entah itu dibawah pimpinan Ireng Maulana ataupun dibawah pimpinan Patiselano bersaudara.

Album Kapankah Berakhir dari Rien Jamain ini mungkin salah satu dari album musik pop yang kental dengan unsur jazz. Kita bisa melihat pada sampul album tertulis nama Ireng Maulana sebagai composer dan arranger yang sudah tidak asing lagi bagi para penikmat musik jazz atau pop era itu.

Album ini kaya akan nuansa musik mulai dari bossanova, samba, pop sampai ballads dibalut dengan aransemen yang indah menggunakan berbagai instrumen musik. Salah satunya adalah piano elektrik Fender Rhodes, yang menurut saya memiliki suara bagaikan suara surga. Di antara sebelas lagu yang menurut saya mempunyai kualitas yang bagus  ada tiga lagu yang menjadi kesukaan saya yaitu “Sehalus Sutra”, “Tak Seindah Mimpi” dan “Mentari”. Ketiga lagu tersebut mempunyai lirik yang sangat indah namun tidak berlebihan dalam cara menyanpaikan pesannya dan tentunya permainan musik yang disajikan oleh para musisi dengan sangat sempurna.

Album ini dirilis oleh Irama Tara dan sekali lagi tidak tertulis tahun kapan album ini dirilis. Namun dari internet saya menemukan kalau album ini dirilis tahun 1982. Saya mendapatkan piringan hitam album ini sekitar tahun 2007, dengan sampul album tertera stempel “Radio Eldraba Jaya, Medan”.

Album Kapankah Berakhir, Rien Jamain bisa didengarkan di sini

https://www.youtube.com/playlist?list=PLa1rRfK2AwWE6hmQtkZu_hILJRLhyJl3r

 

 

____

Penulis
Ricky Virgana
Ricky Virgana selain bermain bass untuk Whiteshoes and the Couples Company juga bermain cello musik klasik di Weltevreden trio dan mengajar musik privat serta kolektor piringan hitam . Selain punya hobi travelling dan sering dituangkan di blognya, ia juga hobi diving. Saat ini ia sedang menyelesaikan buku pertamanya.

Eksplor konten lain Pophariini

Jambi: Di Bawah Radar Musik Arus Utama, dan Independen

Sepertinya bukan rahasia umum bahwa Jambi tidak pernah masuk di radar skena musik, terlebih musik independen.

Tribut Down For Life untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Kabarnya, masih akan ada beberapa materi lagi dari Down For Life di tahun 2022 dan juga sebuah album terbaru. Patut untuk ditunggu!