84

Resensi : Duara – Flights of Imagination

Duara - Flights of Imaginaton

Artist: Duara
Album: Flights of Imagination
Label: Mabes Musik
Peringkat Indonesia: 8/10

Mini album yang menghantarkan keindahan cinta pertama 

Mendengar Duara saya ingin berkata seperti ini: Sudah lama sekali saya tidak merasakan cinta pada pendengaran pertama, sejak saya mendengar debut album Klarinet di penghujung tahun 90-an. Degup degup cinta, rasa deg degan dan seperti ada sesuatu yang tertahan di dada tiba-tiba terasa lagi sekarang. Ada apakah ini? Siapakah Duara?

Apa yang membuat saya sebegitu kesengsemnya kepada Duara sebenarnya bukan karena ada sesuatu di musik mereka, musik yang bagus yang menyegarkan, terlebih dari itu, vokal menggoda perempuan di ujung mikrofon itu ditengarai menjadi biang keladinya. Oh, no!

Baca juga:  Resensi Anjing Dub – Gembira

Ya, harus saya akui saya memang tipe pria yang luluh dengan tipikal suara tipis-tipis fairy, dari sejak Anindita (Santa Monica), Maria (Klarinet/Stereomantic) sampai yang terkini, Vira Talisa. Sudah pasti ada ponten lebih untuk jenis suara ini di hati saya, termasuk Renita Martadinata, suara tipis di balik lagu Duara.

Tarikan-tarikan manis menyelinap masuk di setiap komposisi. Itu saja sudah membuat saya panas dingin. Belum dengan gagasan komposisi-kompisisi yang celakanya, membuat saya setuju dan tersapu oleh keindahan melodi dan ragam emosi yang ditawarkan. Siapa yang tak terbuai mendengar “Lily, Pt.1 & 2” atau “Sarariman’s Dream”, segenap keindahan lagu bak trampolin melempar saya jauh ke awang-awang. Saya harus menyerah untuk mendaulatnya sebagai komposisi indiepop-jika bukan dream pop-terbaik di tahun ini?

Baca juga:  Resensi: Zigi Zaga - Psycho Mob

Terimakasih Duara atas perjumpaan pertamanya yang berkesan. Saya menunggu gagasan-gagasan lainnya dalam album penuh. Akankah cinta pandangan pertama ini berkembang menjadi cinta sejati? Ups, nanti dulu.