Resensi: Irvanpopish – Bandung Pop Darlings

406

Lalu, dengan kondisi industri musik Indonesia yang sudah jauh berbeda dibandingkan masa-masa awal indie pop dikenal dan berkembang di Indonesia, dengan Bandung sebagai salah satu kota pentingnya, apakah buku ini masih relevan dibaca bila tanpa pernah bersinggungan dengannya?

Jawabnya: cara-cara klasik dalam bermusik (termasuk di kancah independen) selalu punya keampuhannya. Sementara perjalanan kisah dua dekade di buku ini pun menunjukkan, bahwa segala sesuatu bisa terus dikembalikan pada permulaanya, sambil terus dikembangkan seluas memandang lautan.

Mungkin ini cuma indie pop, tapi seru.

Oh, ya, boleh dipeluk efek samping individual dari membaca buku ini. Dalam kasus saya, dipasang kembali piringan hitam The Pastels dan Talulah Gosh, serta diputar lagi rekaman-rekaman Blossom Diary.

 

____