538

Resensi: Jason Ranti – Sekilas Info

Artist: Jason Ranti
Album: Sekilas Info
Label: Demajors
Peringkat Indonesia: 7.5/10

Yang menarik dari gagasan sebuah album folk adalah selalu hanya soalan tema yang dibawa dari album ke album, tak ada bisa yang dikritisi dari musiknya. Ya, mungkin perkecualian untuk Dylan ketika ia mulai ‘goin’ electric’ di Highway 61 Revisited, ada pro-kontra di sana yang justru membuat album ini menarik. Saya pun tak tahu apa yang bakal terjadi ketika Dylan tetap menjalankan formasi vokal – gitar – harmonika dari dulu sampai sekarang. Membosankan? Belum tentu.

Hal ini bisa terjadi kepada siapa saja. Iwan Fals? Mungkin. Ada yang tertarik dengan sosok Fals versi ‘Fales’ yang akustik, sementara ada yang lebih menganggumi era SWAMI atau Kantata Takwa misalnya. Tapi bagi saya, semuanya sih saya masuk, dari Canda dalam Nada sampai SWAMI 2. Antara Fales-akustik: lirik kritis, celotehan humor satir menyentil sampai SWAMI: puisi-puisi menohok, musik rock teatrikal. Semua aman.

Baca juga:  Resensi: Pijar – Antologi Rasa

Itulah mengapa menurut saya bahwa Sekilas Info terdengar baik-baik saja dan tak ada yang perlu dikritisi selain bahwa ini adalah perjalanan Jeje yang kita belum tahu bakal seperti apa lika-likunya.

Soalan musik, tak ada salah dengan gitar, notasi musik, melodi, aransemen, tehnik petikan atau kocokan. Soalan teknis, mungkin salah satu yang menarik adalah eksporasi penggunaan mikrofon kecil (seperti TOA) di “seorang ayah rela disodomi waria demi membeli susu anak”. Sementara kuping kanan, ada iringan lembut disana, di kuping kiri seperti ada letusan kemarahan di sana, barisan kata di dar-der-dor seperti senapan, membabi buta ke sana-sini, agak sinting. Lainnya mungkin lebih aksen reverb di beberapa lagu, yang mungkin tujuannya sekadar menambah unsur dramatis dan itu sukses menyentil jiwa.

Baca juga:  Resensi : Mooner - O.M.

Gagasan lirik yang ditawarkan di Sekilas Info dan Akibat Pergaulan Blues juga saya kira sebelas duabelas. Ada kemarahan dan protes yang menjadi menu utamanya, untuk ini saya tak ada komentar selain menggelengkan kepala sambil senyum-senyum. Yang kemudian justru menarik perhatian saya adalah renungan-renungan manis, seperti “Iman Cadangan” dan “Tak Selamanya Blues itu Blues”. Mendengar dua lagu itu, malam saya tak lagi sama lagi.

Sekilas Info seakan ingin memberitahu kepada banyak orang bahwa belum terlambat untuk menyukai Jason Ranti, musisi yang nyentrik dengan lagu-lagu seperti “Lagunya Begini, Nadanya Begitu” atau “Kafir” yang sangat rawan menjadi tembang kenangan, seperti halnya “Variasi Pink” atau “Bahaya Komunis” di Akibat Pergaulan Blues.

____

Baca juga:  Resensi: Murphy Radio - Murphy Radio