83

Resensi: Kaveh Kanes – Loanwords

Album kedua dengan produksi yang makin tertata baik 

Artist: Kaveh Kanes
Album: Loanwords
Label: Anoa
Peringkat Indonesia: 7/10

Menyimak album kedua dari banyak band pada umumnya sebenarnya jarang yang bisa banyak diharapkan, selain dari sound yang makin modern, ini berlaku ketika menyimak album kedua dari Kaveh Kanes, Loanwords.

Jika menilik ke belakang debut Capital di bawah Kolibri, Kaveh Kanes jelas makin berkembang. Tanda-tandanya udah keliatan: soundnya makin lebar, drum makin tebal, meski ditaro di belakang sekalipun. Begitu juga gitar dan instrumen lainnya. Ini semua membuat siapapun yang mendengarkan bisa nyaman.

Jelas bahwa keseriusan sudah mulai nampak pada band yang berdiri di Jogja ini. Rekaman sudah mulai jadi prioritas yang serius, sesuatu yang diperhatikan dan disukai sama seperti manggung. Tak ada lagi ‘yang penting rilis’ dalam tubuh band ini yang mungkin saja ada di debut album mereka.

Baca juga:  Resensi: Pangalo! - Hurje!: Maka Merapallah Zarathustra

Meskipun ketika ditelanjangi satu persatu lagu mereka, seperti disebut di depan tadi, tak ada yang berubah. Tapi jika bertanya ke diri sendiri: Memang perubahan apa sih yang diharapkan terhadap Kaveh Kanes? Iya juga sih, jangan-jangan kesederhanaan sound dan jangly guitar dan – meminjam istilah Marcel Thee dalam liner notes band ini – sebagai ‘selimut-selimut reverb’ justru ini yang membuat band ini menarik.

Akan sangat janggal, misalnya menginginkan sesuatu yang lebih berani, misalnya tiba-tiba ada distorsi di sana atau ada beat dance di sana atau menjadi cepat seperti The Bodines (simak “Therese”) atau nomor-nomor fast-jangly The Smiths atau sedramatis “How Soon is Now”? Kenapa tidak? tak ada salahnya juga buat dicoba, namanya juga pendekatan musikal. Sah-sah saja.

Baca juga:  Menyimak Evolusi Musik Kaveh Kanes

Sejauh ini, good job buat Kaveh Kanes untuk album kedua. Kami menunggu letupan-letupan baru di album selanjutnya.

Comments
Previous article70sOC Kejar-Kejaran Dalam Film Detektif 70an
Next articlePesta Rindu Komunal
mm
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.