108

Resensi : Lair – Kiser Kenamaan

Artist: Lair
Album: Kiser Kenamaan
Label: RAH
Peringkat Indonesia: 6.5/10

Unit folk dengan gagasan artistik aji mumpung yang mudah dicerna dan aman di panggung.

Menjadi berbeda dan unik bagi setiap band itu sekilas seperti impian delusional. Banyak musisi yang ingin mencari elemen-elemen yang menjadikan mereka unik, ada yang berhasil namun tak sedikit juga yang gagal dan menjadi samar dengan pola musik yang sudah ada. Meski demikian, saya tidak menutup diri dan tetap mengapresiasi terhadap segenap usaha untuk mencapai ke arah itu.

Album Kiser Kenamaan dari Lair misalnya, sebuah debut album dari grup folk asal Jatiwangi, Jawa Barat ini. Awalnya saya tergentar dengan intro gitar “Nalar” dan “Roda Gila”. Bagaimana permainan gitar custom milik sang gitaris yang dimainkan sekilas secara freestyle dengan beat dan pola repetitif seperti ini membuat saya terbesit dengan konsep serupa yang dibawa oleh Omar Khorsid lewat Guitar El Chark-nya atau Group Inerane lewat Guitars From Agadez-nya. Namun sepertinya anggapan saya soal itu terlalu berlebihan begitu masuk ke area bernyanyinya.

Baca juga:  Resensi: Pusakata - Dua Buku

Entah mengapa, paduan vokal perempuan dan laki-laki menjadi semacam formula  ‘pasaran’ yang rawan bisa mencuri perhatian apalagi jika dipresentasikan di atas panggung. Saya menyayangkan hal ini terjadi di Lair. Padahal dengan kekuatan gitar yang mendominasi seperti yang saya sebutkan tadi, akan sangat mungkin band ini bisa terdengar unik sebagai musik instrumental dengan mengeksplor melodi-melodi eksotis tanah air, seperti bebunyian gitar khas Kalimatan, Sunda atau Jawa persis seperti Omar Khorsid lakukan di musik-musik Mesir dan irama padang pasir. Sebuah gagasan yang menurut saya lebih menarik ketimbang letupan-letupan vokal dengan lirik yang rawan untuk menjadi setipe.

Atau sesuai dengan judul album ini, Lair bisa mengulas lebih dalam gagasan melodi-melodi Kiser khas Sudjana Partanain yang berasal dari budaya lokal Tarling Cirebon ini dalam musik mereka. Dan ketika itu dimunculkan dalam versi yang modern, band ini akan jauh-jauh terdengar unik dan beda dari kawanannya.

Baca juga:  Resensi: Danilla – Fingers

_____