150

Resensi: Made Mawut – Merdeka 100%

“Terkutuklah jika kupanggil kau sayang / Lepas dari api, kau lempar aku ke jurang / Siapa yang rela berkata cinta, bedil di kepala / Lekas kau puas, buas ku ucap walau terpaksa

“Merdeka, merdeka, seratus persen / Gilakah ku bila merdeka seratus persen?

Lalu ia mengritik sistem pendidikan di lagu “Lingkaran Setan”:

“Lulus SMA lanjut kuliah / Demi ijasah jadi cinderamata / Sarjana robot tak bernyawa / lingkaran setan pendidikan slalu begitu sampai sekarang”

Lalu ada “Blues Belum Mandi” yang dikira berbicara soal malas mandi, padahal di ujungnya berbicara soal air bersih, yang dimonopoli oleh para hotel:

“Tadi pagi aku nggak mandi / Begitu juga pagi kemarin / Bukannya ku malas tapi gak ada air / Air kini hari barang yang mahal / Air bersih barang yang langka / Air dikuasai para pengusaha”

“Air dari gunung turun kelembah / Mengalir genangi sawah / Dari gunung hingga ke lembah / Habis sudah, habis sudah oleh hotel mewah”

lirik blues Indonesia belum pernah terdengar sebegitu menarik ini

Pada lagu “Paceklik” yang bernuansa spiritual dan penuh perenungan Made kembali mengritik negeri jamrud katulistiwa yang kaya tapi miskin dan seringkali paceklik:

Baca juga:  Resensi: Jason Ranti - Sekilas Info

“Nenek moyang pelaut / Kakek moyang petani / Jangan kaget mendengar / Beras diimpor
Garam diimpor”.

Bila itu tidak cukup simak kenakalan Made menyentil soal setan masa kini yaitu sistem peminjaman uang alias kredit:

“Hanya ada receh di kantongku / Oh tagihan sudah menunggu / Kusibak jalan mencari kerja / Upah seadanya tanpa sisa / Berpikul mimpi yang tak perlu / Ragaku merdeka, pikiran terblengu”

“Oh setan kredit sungguh menggoda / Buat ku rela lakukan dosa”

Musik blues tidak lengkap bila tidak berbicara tentang blues dan tentunya hal itu ditangkap dalam lirik lagu “Blues Hari Ini”. Dan lagi-lagi liriknya menarik:

“Hari demi hari baru kusadari / Esok mungkin tak lebih dari yang t’lah kulalui / Jika rasakan hatimu tergerus / Hidup tangguh, sudahlah mengeluh”

“Bagai anak kecil rakus makan lolipop / Kadar menipis lantas menjadi sewot”

“”Blues datang bagai hujan / Basuhi jiwaku yang gersang”

Koreksi jika saya salah, namun lirik blues Indonesia belum pernah terdengar sebegitu menarik ini. Bagaikan mendengar Benyamin S bernyanyi blues tentang keseharian dengan gitar dobro dan besi slide di tangan. Bisa puitis dan jenaka tapi namun tetap kritis. Dan bila bicara kritik untuk album ini, kekurangannya adalah pengucapan artikulasi lirik Made yang kadang tidak jelas saat menyanyikan lirik bahasa Indonesia yang ia suarakan.

Baca juga:  Resensi: Niki - wanna take this downtown?

Sayangnya lagi liriknya pun tidak tersedia di dalam CD nya, bahkan juga belum tersedia di internet. Setelah mengangguk-angguk menikmati blues mawut dan tergelitik dengan liriknya rasa penasaran itu dibuat menggantung karena tidak sepenuhnya memahami kata-katanya. Tapi hal itu termaafkan karena album ini direkam secara live (seperti seharusnya album blues) demi untuk mendapatkan kadar soulful-nya Made Mawut yang memang seru. Dan pada akhirnya hasilnya pun album Merdeka 100% ini pun sangat memuaskan.

Made Mawut / dok. pribadi

 

____