222

Resensi: Rich Brian – The Sailor

Artist: Rich Brian
Album: The Sailor
Label: 12 Tone Music & 88rising
Peringkat Indonesia: 8/10

Di usianya menjelang genap 20 tahun, Rich Brian sudah melakukan banyak hal sekaligus. Membawa pendengarnya mengenal dirinya lebih jauh dengan isu-isu personal, mendapatkan rekognisi dari para rapper dunia, tidak lupa melakukan penghormatan pada rapper senior, dan perlahan tapi pasti mengincar posisi penting dalam musik hip hop internasional, terutama Amerika. Dan semua itu dilakukan melalui album The Sailor ini.

Sebelumnya dengan moniker kontroversial Rich Chigga, ia mencuri perhatian dunia internet melalui singel pertama “Dat $tick”. Lalu mengubah namanya menjadi Rich Brian dengan album perdana Amen yang berhasil melejitkan namanya. Dan menjadi artis asia pertama yang duduk di peringkat pertama chart hip hop iTunes, dan albumnya juga berhasil masuk chart Billboard 200. Album tersebut juga mencatat sejarah sebagai musisi asia pertama yang mampu bertengger di posisi puncak iTunes Hip Hop Album Chart.

Meskipun album perdana yang semua lagunya ditulis sendiri itu mendapatkan kritik karena membicarakan hal-hal acak dan tidak fokus pada satu tema besar, album The Sailor ini  menjadi jawaban akan hal itu. Selain banyak berbicara lebih banyak tentang pengalaman dirinya sendiri, ia memilih untuk bersenang-senang dengan musik hip hop, meninggalkan stereotip musik rap dan menjadi rapper sesungguhnya tanpa terlihat harus terpaku pada semua unsur-unsur kosmetik hip hop dan rap, selain musiknya itu sendiri.

Baca juga:  Resensi: Murphy Radio - Murphy Radio

Hal itu ditunjukan melalui singel kedua “Kids” dan video musiknya. Alih-alih tampil nge-rap dikelilingi muda mudi swag berpenampilan hip hop lengkap dengan aksesoris ataupun properti bling-bling hip hop pada umumnya, Brian memilih untuk melakukannya di depan teman-teman dan keluarganya yang berpenampilan seperti orang Indonesia sehari-hari. Bahkan keseluruhan video musik “Kids” yang berlokasi di Jakarta ini bisa terlihat begitu sentimentil, sekaligus begitu percaya diri. Tentunya didukung dengan musik boom-bop klasik dengan aransemen seksi tiup yang maknyus.

Dalam lagu ini Brian juga tidak lupa menyelipkan nama-nama rapper yang memengaruhinya seperti Mac Miller, Nipsey Hussle serta Tupac Shakur yang telah tiada sebagai tribut dalam lirik lagunya. Juga bagaimana ia berceloteh tentang dirinya, juga  lingkungan kota kelahirannya di Jakarta serta keluarga, kawan-kawannya dan yang terpenting, menjadi corong suara untuk generasinya:

Baca juga:  Resensi Duo Kribo – OST. Duo Kribo (1979)

I’m makin’ songs that’ll probably outlive us for generations / Started off as the sailor, look at me, now I’m the captain / I won’t lie, this shit is fun

Tell these Asian kids they could do what they want / Might steal the mic at the GRAMMYs just to say we won / That everyone can make it, don’t matter where you from

Hal itu juga diperkuat Brian dengan merilis film pendek Rich Brian Is The Sailor yang bak sepaket dengan video musik “Kids”, dan jauh lebih banyak bercerita soal dirinya dan tempat ia dibesarkan yaitu kota Jakarta. Ia tahu benar cara memikat pendengar asianya terutama Indonesia dengan semua itu.

Baca juga:  Resensi: Seringai - Seperti Api

Sebelum semua kejutan itu, Brian lebih dulu merilis singel perdana “Yellow (feat. Bekon)” dengan lirik yang sangat gelap, didukung oleh visual muram melalui video musiknya disutradarai oleh salah satu sutradara video musik gaek, Dave Meyers (biasa bekerja sama Katy Perry dan Missy Elliot). Di sini Brian bercerita soal eksistensi, ketiadaan, menjadi orang Asia serta petualangannya merantau di dunia ‘barat’.