Rilis Unyielding Flames, Sovernal Asal Wonosobo Suarakan Isu Palestina

Band metal asal Wonosobo bernama Sovernal resmi merilis karya terbaru dalam format single berjudul “Unyielding Flames” hari Sabtu (02/11). Single yang beredar via kanal YouTube Sovernal ini merupakan bagian dari album perdana yang masih dalam tahap pengerjaan.
Single “Unyielding Flames” juga menjadi penanda berubahnya formasi Sovernal menjadi trio yaitu Alan Benardi (vokal, gitar), Panji Pratama (bas), dan Ragil Kuncoro (drum).
Dalam sesi wawancara yang berlangsung hari Rabu (06/11) via WhatsApp, Sovernal menceritakan single “Unyielding Flames” hingga bagaimana pergerakan musik di Kota Wonosobo.
Perilisan single tersebut adalah cara Sovernal untuk menyuarakan isu pembantaian yang masih terjadi di Palestina. Alan berharap para pendengar semangatnya tetap terjaga dalam menyuarakan isu ini begitu mendengar sang lagu.
“Masih banyak orang-orang yang dengan sadar menyatakan dukungan kepada pihak penjajah tanpa kesadaran bahwa problematika Palestina ini memiliki isu kemanusiaan yang sangat besar,” kata Alan.
Berbicara strategi promosi di era streaming, Alan memaparkan konsep awal Sovernal dilandasi musik kesukaan para personel. Namun ia juga sadar memiliki materi yang kuat dan bisa berjejaring adalah penting bagi yang memainkan musik segmented seperti mereka.
“Ditambah lagi kami berada di kota kecil yang sangat sedikit pelaku musiknya (terutama metal), maupun unit-unit yang menjadi support system untuk sebuah band. Entah itu media, venue, dan lain-lain,” ucapnya.
Datang dari Wonosobo, Ragil menutup sesi wawancara dengan menjelaskan pergerakan musik di sana yang ia rasa cukup solid antar band. Band baru beragam genre yang kini banyak muncul dirasa bisa bermain di satu acara tanpa adanya konflik satu sama lain.
“Jika (menurut) kebanyakan orang kebisingan itu mengganggu, yang kami lihat tidak. Musik bising yang kami dan teman-teman bawakan banyak mengajarkan tentang pertemanan hingga bagaimana kami bisa mengelola sebuah band dan me-maintain komunitas atau pendengar,” pungkas Ragil.

Eksplor konten lain Pophariini
- #hidupdarimusik
- Advertorial
- AllAheadTheMusic
- Baca Juga
- Bising Kota
- Esai Bising Kota
- Essay
- Feature
- Good Live
- IDGAF 2022
- Interview
- Irama Kotak Suara
- KaleidosPOP 2021
- KALEIDOSPOP 2022
- KALEIDOSPOP 2023
- KALEIDOSPOP 2024
- Kolom Kampus
- Kritik Musik Pophariini
- MUSIK POP
- Musisi Menulis
- New Music
- News
- Papparappop
- PHI Eksklusif
- PHI Spesial
- PHI TIPS
- POP LIFE
- Review
- Sehidup Semusik
- Special
- Special Video
- Uncategorized
- Videos
- Virus Corona
- Webinar
RAN Luncurkan Video Musik Kapan? yang Dibintangi Yono Bakrie
Setelah terakhir meluncurkan video musik “Hey Tunggu Dulu” Oktober 2024, RAN menghadirkan visualisasi terbaru masih dari album TEATER NESTAPA berjudul “Kapan?” (21/02). Seperti tiga video sebelumnya “Rahasia #1”, “Rahasia #2”, dan “Hey …
6 Band Indonesia Ini Sudah Berusia 30 Tahun
Rasanya konsistensi dalam bermusik selama bertahun-tahun menjadi sesuatu yang diidam-idamkan oleh setiap band. Tak hanya sekadar bertahan, namun bagaimana masih bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di luar Indonesia, kami melihat band-band seperti Slipknot, Foo …