Rub of Rub – Fluktuasi

Jul 30, 2021
Rub of Rub

Bermain di wilayah apa yang dinamakan eksperimen sebetulnya menyenangkan, namun terkadang bisa juga bahaya, karena mungkin saja gagasan-gagasan yang ditulis tidak semuanya bisa dimengerti oleh pendengar.

Kasus ini yang mungkin tergambar di Fluktuasi, EP kedua dari unit dub eksperimen kontemporer asal Bandung, Rub of Rub. Jika pembaca masih ingat, EP pertama mereka, Ruang Waktu sukses mencuri pendengar dengan warna baru yang mungkin masih asing tapi asik untuk dinikmati.

Nah, apa yang berbeda dari EP kedua ini selain ada penambahan lagu menjadi 4 (setelah sebelumnya hanya 3 track). Well, dari segi sound sudah pasti ada perbedaan. Soundnya lebih tertata dan diperhatikan, tak seperti EP pertama yang memang agak bervariasi.

Selain itu, pemilihan aransemen juga berbeda. Mereka berani bermain di wilayah bossanova. Simak nomor favorit saya “Ubah Warnaku Menjadi Kuning Dari Biru yang Membelenggu”. Nah, di sini saya ingin berbicara soal eksperimen. Di balik gagasan keren soal mengolah bossa menjadi dub/psychedelia, saya menemukan sedikit kekurangan bahwa intro yang dimainkan terlalu panjang dan masih belum terangkai benar kedalam tema yang ingin mereka inginkan. Atau jangan-jangan mereka sengaja mengaburkan tema ini? Kalau ini saya tidak tahu.

Dan atas nama eksperimen, saya menemukan EP ini sebetulnya kurang maksimal di wilayah ini. Ini terbukti imbuhan-imbuhan instrumen yang masih minim, terlebih synth yang justru jadi senjata mereka. Sehingga saya menemukan pola album pertama yang sepi terulang lagi di sini? Entahlah. Sekali lagi, atas nama eksperimen, apalagi rekaman-rekaman terbaru ini masih dalam format EP, seharusnya Rub of Rub bisa bermain seliar itu, namanya juga eksperimen.

Vokal adalah hal utama dari sebuah rekaman. Dari sinilah pendengar bisa mendengar maksud apa yang ingin mereka utarakan dari sebuah lagu. Saya mendengar ada kekurangan di departemen ini. Di EP ini, saya menyayangkan mixingan vokal yang lebih sedikit ‘mendem’ tidak seperti debut EP yang lebih clear. Sekali lagi, atas nama eksperimental, wilayah vokal pun sebetulnya bisa lebih di eksplor. Misal: mixing yang dibuat maju mundur, atau panning misalnya. Itu bisa menambah eksotisme musik Rub of Rub jadi lebih mengawang-awang.

Overall, semua kritik yang saya sampaikan itu tak lantas membuat album yang masih tersedia dalam format kaset ini tak layak dinikmati. Untuk mengisi malam-malam hening, memutar Fluktuasi amat sangat direkomendasikan untuk siapapun yang ingin ‘rileks’.

Musik: Rub of Rub
Lirik: Rizwan Sukarna
Direkam di Red Studio, Bandung, Juli 2021
Mixing dan mastering di Dub House Studio Bandung oleh Danil Usman
Artwork oleh Zikry Uye
Produksi kaset oleh La Munai Records.

____

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Sinergi Sri Hanuraga dan UPH CoM

Adalah musisi jazz Sri Hanuraga bersama dengan UPH Conservatory Of Music yang mengambil sinar panggung kolaborasi kali ini.