Santa Monica dan 10 Tahun Curiouser

Dec 27, 2018

Dan perpaduan ini nyata sekali di Curiouser, sebuah kumpulan set audio multi-lapis, dengungan gitar berisik Joseph berpadu dengan suara fairy Anindita melagukan barisan lirik-lirik aneh dibungkus beat meliuk-liuk, amat dinamis, amat kaya. Mendengarkan track seperti “Curiouser and Curiouser” dan “Wanderlust” dengan ketukan-ketukan akrobatik dan pemakaian Moog synthesizer yang ramai dan aransemen sangat kekinian, atau “Fail To Bloom”, nomor wall of noise yang tak satupun band bisa membuat karya indah seperti ini. 

Saya jadi tak bisa membayangkan bahwa semua komposisi jenius yang ada album ini telah lahir sepuluh tahun lalu. Mendengarkannya kembali hari ini, saya masih merasakan ketebalan yang belum ada tandingannya di arena pop sampai hari ini.

kika: Anindita dan Joseph Saryuf / sinjitosstudio.blogspot.com

Saat orang melihat Santa Monica hanyalah sebagai Iyub dan Dita, saya justru melihat unit ini sebagai kolektif musisi-musisi mumpuni: Beben (gitar-kini memperkuat unit noise rock Negative Lovers), Uwie (bass) dan Mala (kibordis – kini tinggal di Singapura), Angga (perkusi) dan Inu (drum – kini dikenal sebagai drummer Trees And The Wild. Kolektif ini bersama dengan roadie-nya telah memberikan kita pertunjukan-pertunjukan menarik sepanjang sejarah panggung, dari PL Fair, Soundrenaline sampai Baybeats di Singapura dan Melody of Life di Bangkok.

Catatan lain yang layak disematkan untuk band ini, bahwa selain musik, kolektif ini mampu menyajikan permainan visual, diantaranya yang cukup mencolok adalah barisan lampu-lampu neon yang berdiri, hampir selalu menjadi ciri khas dekorasi panggung mereka yang selalu malam. Saat band di era itu – mungkin juga hari ini – ketika LED masih jadi kekuatan visual panggung, Santa Monica memberikan sesuatu yang lebih.

searah jarum jam: Santa Monica di PL Fair – Jogjakarta – Marc Jacobs dan di Melody of Life, Bangkok / dok. Facebook Santa Monica.

Curiouser menjadi relevan pada hari ini mengingat semakin tingginya apresiasi anak muda terhadap grup elektronik yang tengah menjamur saat ini. Menyimak kembali ketebalan sound yang ‘maju pada jamannya’ di album ini membuat saya berani taruhan album ini bakal evergreen.

Apa yang kemudian bisa dipelajari dari band seperti Santa Monica? Tak lain adalah ketekunan. Dari hanya sekadar memilih jenis synthesizer yang pas, nada yang pas, menaruh mikrofon, bermain xylophone hingga membungkus dalam mixing dan mastering serta menyajikannya dalam bentuk pengalaman audio yang bisa menggetarkan hati semua orang, album Curiouser and Curiouser masih yang terdepan, dari satu dasawarsa lalu bahkan sampai hari ini.

1
2
Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; redaktur pelaksana di Pophariini, penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat beberapa album.

Eksplor konten lain Pophariini

Afgan Merilis Karya yang Paling Personal Berjudul Sonder

Selang empat bulan dari perilisan single “Shallow Water”, Afgan akhirnya melepas album berbahasa Inggris kedua berjudul Sonder tanggal 21 Juni lalu sesuai yang direncanakan. Album mini tersebut menampilkan total 5 lagu dengan trek fokus …

Gagasan Perayaan Risky Summerbee & The Honeythief di Single Carnivalesque

Berjarak 2 bulan dari perilisan “Perennial”, Risky Summerbee & The Honeythief kembali lagi membawa yang terbaru dalam tajuk “Carnivalesque” hari Jumat (14/06).   Rizky Sasono yang menuliskan lirik lagu ini dengan mengangkat tema perayaan …