139

Sentimental Moods Rombak Ulang Ska Klasik Milik Tipe-X

Unit ska instrumental asal Jakarta, Sentimental Moods melakukan tugas mulia. Selama setahun ini, mereka melakukan tribut untuk band-band ska tanah air dengan mengaransemen ulang lagu mereka dan dirilis secara gratis lewat kanal Youtube selama sebulan sekali. Sudah 2 lagu dirilis mereka sejak April, dan di bulan ini giliran single klasik dari Tipe X bertajuk “Genit”.

Lewat akun instagramnya, Tipe X memberikan teaser dari lagu “Genit” dari Tipe X sekaligus menuliskan sejarah dari salah satu pionir ska pertama di Indonesia ini.

“Untuk single bulanan ketiga program tribut kami ini didedikasikan pada salah satu pionir dan band ska pertama yang membawa genre asal Jamaica tersebut ke industri musik mainstream Indonesia. Terbentuk tahun 1995 dari wilayah Utara kota Jakarta, Tipe-X langsung digaet label besar (Aquarius Musikindo) untuk merilis album “Skaphobia” tahun 1999,” tulis mereka.

Baca juga:  Menutup Bab Prolog, Rayssa Dynta Rilis "Under Cover"

“Lagu ‘Genit’ sebagai single pertama, langsung menjadi hit dengan video klip yang heavy rotation di stasiun TV nasional hingga MTV saat itu. Tak heran sampai sekarang ‘Genit’ masih jadi lagu wajib band ska yang tetap aktif dan produktif hingga kini ini, saat mereka manggung,” tambah Sentimental Moods di instagram mereka.

Dan di tangan Sentimental Moods, lagu “Genit” terasa makin hangat dengan aroma swing jazz yang ditambahkan oleh harmoni brass section di lagu ini. Berbeda total dengan versi asli band ini yang raw. Menarik untuk disimak.

Tribute Project dari Sentimental Moods ini dilakukan selama 2019-2020. Dan ya, tiap sebulan sekali, mereka akan merilis lagu-lagu ska Indonesia klasik selama periode 1995 – 2000. Dua single sebelumnya yang telah dirilis sebelumnya adalah “Kecoa” milik band ska/reggae asal Jogja Shaggydog dan “Berkhayal” milik Es Coret.

Baca juga:  Album Baru Musisi Delta Blues Bali, Made Mawut

Penasaran dengan “Genit” versi Sentimental Moods? Silakan simak di bawah ini.

____

Comments
Previous articleAlbum Mengubah Hidup: Leonardo Ringo
Next articleResensi: Niki – wanna take this downtown?
mm
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.