109

Skandal Memotret Kondisi Jogja yang Padat Lewat “Racau”

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘racau’ selain dari memiliki arti berbicara tak karuan (kurang lebih artinya sama dengan mengigau), ia juga bisa berarti mengeluarkan bunyi secara berulang-ulang tanpa memiliki arti khusus. Situasi tak karuan sering datang dari amarah yang tak terbentung, yang salah satunya disebabkan karena terpapar kondisi kebisingan kota, misal kemacetan dan lainnya. Hal ini yang lantas ditangkap oleh Skandal, unit indierock asal Jogja lewat single barunya “Racau”.

Lewat “Racau”, band yang digawangi Yogha Prasiddhamukti (vokalis, tamborin), Rheza Ibrahim (gitaris), Robertus Febrian Valentino (gitaris, vokalis), dan Argha Mahendra (drummer) pelan-pelan mulai memaknai lingkungan sekitar diluar dari tema seputar relasi dan pengalaman personal di mini album mereka sebelumnya.

Bermula dari pengalaman pribadi gitaris/vokalis Skandal Robertus Febrian ketika terjebak kemacetan di jalan utama area Seturan, Yogyakarta. Ia sering menghibur diri dengan mengeluarkan bunyi berulang-ulang dan kata-kata absurd. Hadirnya single ini menjadi salah satu bukti aktual bahwa Yogyakarta telah berubah menjadi satu dari kota berpenduduk padat, seperti Bandung dan Jakarta.

Baca juga:  Dipha Barus, Matter Mos dan Candra Darusman 'Bersatu' Lewat Single "Woosah"

“Lagu ini berawal dari kegelisahan saya tentang kemacetan. Ya, mungkin enggak seberapa, tetapi cukup mengganggu mobilitas saat bepergian. Kegelisahan itu pun saya rekam di pocket notebook dengan beberapa akord gitar, lalu saya nyanyikan,” kata Robert.

Sebagai band yang tinggal di sebuah kota dengan aktivitas penduduk yang padat dan penuh kesibukan, mereka juga memaknai kata “racau” sebagai suara-suara kebisingan kota yang tiap hari didengar.

“Racau” hadir menjadi penyegar bagi band sudah dua tahun absen merilis sesuatu sejak mini album mereka, Sugar. Sound yang dihasilkan pun kian matang, kian dewasa, tak ada lagi pemakaian distorsi gitar yang tebal seperti yang sudah-sudah, ini kemudian memberi jalan bagi Sidha, dengan energi yang sudah tak menggebu-gebu untuk meneriakkan ‘racau’ yang ditulis Robert.

Baca juga:  “ALIBI ABADI”, Singel Perkenalan Gelombang Baru Potlot, Satu Per Empat  

“Bisa merilis ‘Racau’ adalah hal yang menyenangkan. Artinya, kami masih bisa lumayan produktif merilis karya baru di tengah-tengah kompromi bahwa band ini adalah band jarak jauh. Saya tinggal di Jakarta, sementara personel lainnya menetap di Yogyakarta. Saya pribadi juga sangat menyukai materi lagunya. Sekarang sepertinya menjadi lagu favorit saya untuk dimainkan secara langsung,” kata vokalis yang disapa Siddha.

Selain tersedia serentak di Spotify, iTunes, JOOX, dan platform digital lainnya, “Racau” juga akan dirilis dalam format kaset oleh label Langen Srawa. Rilisan kaset tersebut merupakan rilisan split single dengan unit indie rock asal Bogor, Texpack.

Dan ya, lewat “Racau”, single kedua berbahasa Indonesia ini, Skandal pelan-pelan menemukan warna musik (mudah-mudahan rel bermusik mereka) ke arah yang lebih baik.

Baca juga:  Refleksi Diri dari Hursa Lewat Harap dan Tuah

“Sepertinya kami akan belajar lagi nulis lirik bahasa Indonesia yang pas dan menelusuri tema-tema yang belum pernah kami bahas—tentunya dengan gaya Skandal,” tutup Siddha akan kemungkinan lagu-lagu berbahasa Indonesia di rekaman-rekaman terbaru mereka nantinya.

Kami pun setuju bahwa lagu ini tak hanya menjadi lagu favorit personilnya, “Racau” juga menjadi lagu favorit semua penggemar indie dan alternative rock tanah air, dimana pun mereka berada.

Comments
Previous articleAplikasi Jodoh Milik Orkes Kedai Sarinah
Next articleKamis Loka Karya ala Bin Art Collective
mm
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.