Slank Memang Kampungan, Terlalu Manis untuk Dilupakan

1598
Slank Circa 90an (Ki-ka: Kaka, Pay, Indra, Bimbim dan Bongky) / Dok. Istimewa

Bagi saya hari itu, masa-masa SMP dan SMA, hingga hari ini: Bimbim dan Indra Q adalah kunci, walau pastinya semua personil punya peran penting, baik yang mudah terpapar bagi pendengar maupun yang berlangsung di balik layar.

Di masa empat rekaman pertama Slank, saya menghidupi mereka. Memainkan lagu-lagunya bersama gitar kopong dengan kemampuan bermain tak persis, sampai pada membawanya di pentas 17 Agustusan dekat rumah. Hingga bela-belain berganti berbagai moda transportasi untuk menonton pertunjukan mereka.

Beberapa tahun kemudian, ketika Slank berganti formasi dan diikuti perbincangan panjang tentang formula Slank era rekaman awal dan seterusnya, berlangsung terus bisa jadi sampai sekarang, saya tidak seantusias itu membicarakannya dan sudah sedikit mendengarkan Slank—yang lama maupun baru—termasuk nomor terfavorit saya pasca tak ada Bonky-Indra-Pay: “Orkes Sakit Hati”. Saya pun sudah berubah. Hanya bunyi rekaman-rekaman mereka yang dengan sendirinya telah berbicara.

 

____