Soal Agterplaas, Saleh : Ini Album The Adams Paling Sulit

534
The Adams, 2019 / foto: Pohan

Tigabelas tahun bukan waktu yang sebentar untuk seseorang untuk mengerjakan sesuatu, tak terkecuali bagi band sebesar The Adams. Tapi ya memang itu adanya, setelah 13 tahun band power pop asal Jakarta ini akhirnya merilis juga album terbarunya yang diberi tajuk Agterplaas. 

Saleh mengatakan selain kesibukan para personil yang berujung kepada minimnya intensitas bertemu, proses kreasi yang dilakukan mereka album Agterplaas memang tergolong santai. Dikerjakan sebagian besar di Teras Belakang Studio (studio Gigih), ini yang mengakibatkan ‘album santai’ ini terkatung-katung selama 2018. Hal ini berbeda dengan proses album sebelumnya, V2.05 yang memakan waktu hanya tiga bulan.

Janur kuning penanda acara peluncuran album Agterplaas The Adams / foto Pohan.

“Demo-demo materi ini (Agterplaas) sendiri sudah ada dari sejak 2009,” ujar gitaris Ario pada konferensi pers peluncuran album Agterplaas Rabu, 6 Maret 2019 di Studio Palem Kemang, Jakarta. Para personel Ario, Saleh, Gigih, dan Pandu hadir berbagi cerita kepada rekan-rekan media soal kenapa baru 13 tahun band power pop ini akhirnya merilis album.

tulisan di janur kuning di acara peluncuran album Agterplaas The Adams / foto Pohan.

Sekadar informasi, keinginan untuk mengeluarkan album baru sendiri sebenarnya sudah tercetus sejak 2007-2009. Beberapa hal membuat jeda album kedua ke album ketiga begitu lama. Tak lain kesibukan dari masing-masing personel. Salah satunya pekerjaan yang dijalani Gigih sebagai kameraman.

The Adams dan Agterplaas (dipegang Saleh Husein) / foto: Pohan.

Masuknya Pandu sebagai pengganti Apoy, bassist mereka yang keluar serta studio Teras Belakang ditengarai jadi momen akhirnya mereka punya energi untuk kembali berkumpul dan menggarap karya-karya barunya. Acara bulanan milik The Secret Agents, Superbad! yang berlangsung Agustus 2014 menjadi tempat kembalinya mereka.

Ada total sebelas lagu yang ada di dalam album Agterplaas, diantaranya “Agterplaas”, “Masa-Masa”, “Pelantur”, “Lingkar Luar”, “Esok”, “Dalam Doa”, “Gelap Malam”, “Sinar Jiwa”, “Sendiri Sepi”, “Pesona Persona”, dan “Timur” yang bisa didengarkan melalui CD dalam pembelian boxset ekslusif seharga Rp 450 ribu.

Penampakan Boxset Afterplaas dariThe Adams / foto: The Adams

“Ini adalah album yang susah banget,” ungkap gitaris Saleh Husein untuk menggambarkan perbedaan Agterplaas dengan album-album sebelumnya. The Adams bermain-main dengan ketidaknyamanan sebuah aransemen.

“Ada beberapa part (bagian) yang memang akhirnya elo udah mulai tidak percaya sama keadaan tempo yang nyaman,” tambah Saleh.

Pendengar setia yang penasaran bagaimana isi keseluruhan album baru The Adams bisa melakukan pembelian boxset di website belialbumfisik.com. Sebelum album ini dirilis, ada beberapa musisi yang berpendapat soal Agterplaas yang ditampilkan via akun Instagram @theadamsband.

“Unik sih. Beat- nya, drum sama bass- nya memang harus kerja keras. Ya, lagunya unik. Banyak part-part yang nggak disangka masuk ke situ. Kalau menurutku sih nggak terlalu sing-along, tapi kalau buat musisi itu menyenangkan buat didengarkan,” kata Eross ‘Sheila on 7’ soal lagu “Gelap Malam”. Selain beberapa publik figur seperti aktor dan aktris seperti salah satunya Lukman Sardi dan Nabilah Ayu memberikan pendapat beragam soal album Agterplaas.

https://www.instagram.com/p/Bt3Pmhvll9S/