Stars and Rabbit ke Festival Musik di Paris

Apr 29, 2019

Di penghujung bulan April ini, Stars and Rabbit mendapat kejutan. Duo folk asal Yogyakarta ini dikabarkan akan bertandang ke Perancis. Mereka akan bermain di sebuah festival musik yang akan digelar Juli nanti.

Musiques d’Ici Et d’Ailleurs (MIA), festival musik yang dimaksud akan digelar di kota Chalons en Champagne, sebuah kota yang berjarak kurang lebih 2 jam dari kota Paris.
MIA sendiri akan digelar selama 5-6 minggu dari 29 Juni-28 Juli. Selama waktu tersebut, sebanyak 50-60 showcase akan digelar rutin pada setiap hari Selasa ke Minggu.

Yang menariknya, di tiga hari terakhir, tepatnya 26-28 Juli, akan ada konser penutup bertempat di Jard Anglais. Konser ini adalah bagian dari sebuah program eksklusif untuk selebrasi karya kontemporer wanita dari berbagai negara. Di program dan konser tersebut akan diikuti oleh grup musik yang dipimpin oleh musisi perempuan. Di sinilah band yang digawangi duo Elda Suryani (vokal) dan Adi Widodo (gitar) ini akan beraksi mewakili Indonesia. Tak sendirian, ada banyak grup lainnya yang mewakili negara-negara seperti Inggris, Argentina, Madagascar, Afrika Selatan, Prancis, Moroko, dll yang juga akan berlaga di sana.

“Beberapa waktu lalu agen kami yang di Eropa menawarkan beberapa kemungkinan, kami bersama-sama menyaring lagi acara-acara yang tepat untuk Stars and Rabbit, festival MIA salah satunya,” ungkap manajer mereka Riva soal asal awal keterlibatan Stars and Rabbit dalam festival ini.

Stars and Rabbit, tampil pada tanggal 27 Juli di Jard Anglais bakal menjadi satu dari penutup rangkaian festival musik tahunan di Perancis ini. Riva melihat MIA sebagai festival yang menarik dan sesuai dengan misi dan visi Stars and Rabbit.

Poster Musiques d’Ici Et d’Ailleurs (MIA).

“Kami merasa festival ini sejalan dengan misinya, mengenai equality dan menjadi bagian dari movement ini serta menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia juga bisa memimpin kesuksesannya sendiri,” tanggap Riva.

Senada dengan Riva, vokalis Elda melihat bahwa misi soal women empowerement dalam festival ini menjadi hal yang menarik perhatian dirinya sehingga ia merasa Stars and Rabbit perlu ikut andil bagian di dalamnya.

“Aku sempet teringat dulu ada teman yang nanya gimana rasanya jadi perempuan sendiri di dalam band. I’ve never looked myself in that way. After that question, it makes me wonder about my state of being at that moment. How i’m growing as this powerful and impactful woman,”ujar Elda.

“I simply can relate with the theme. Dan kurasa meeting with others around the world will be a magical energy enchange,” tambahnya.

Menurutnya, akan menjadi hal yang menarik ketika pengalaman soal being the only woman in a band ini diceritakan ke sesama pengisi acara yang notabene mengalami cerita yang sama.

“Different backgrounds, dfferent countries, ada hal-hal yang mungkin terlihat mudah bagi satu orang mungkin akan menjadi tantangan bagi lainnya dan sebaliknya. Kita bisa saling menginspirasi satu sama lain,” ungkapnya soal ini.

Keberangkatan Stars and Rabbit ke Perancis akan menjadi yang pertama bagi mereka di tahun ini. Sejak tahun 2012, duo ini telah aktif tampil di perhelatan musik di luar negri, antara lain dari Baybeats dan Music Matters di Singapura. Mereka juga pernah dua kali menjalani mini tur nya di Asia dan UK (London, Brighton, Cardiff). Beberapa festival bergengsi seperti Laneway Festival di Singapura dan Urbanscapes di Malaysia juga pernah diikuti mereka. Tahun 2018 kemarin, mereka tampil di event Formula 1 Grand Prix di Singapura dan Di festival musik Wonderfruit di Pattaya, Thailand.

“I’m so looking forward for it! Travelling and get to share our love for music to places we’ve never been is something exciting and precious,” tutup vokalis Elda.

Congrats buat Stars and Rabbit. Selamat berlaga di Perancis, Juli nanti!

 

____

Penulis
David Silvianus
Mahasiswa tehnik nuklir; fans berat Big Star, Sayur Oyong dan Liem Swie King. Bercita-cita menulis buku tentang budi daya suplir

Eksplor konten lain Pophariini

Dead Bachelors ‘Reuni’ di Single Terbarunya

Yang satu ini, bisa dibilang sebagai sebuah kejutan yang menyenangkan bagi duo Narendra Pawaka dan Mario Pratama yang tergabung dalam unit Dead Bachelors.

20 Tahun Album Padi, “Sesuatu Yang Tertunda”

Di umurnya yang sudah dua dekade, Sesuatu Yang Tertunda milik Padi masih tetap menjadi sesuatu yang indah.