Sumpah Generasi Pandemi

1753

 

Sumpah Generasi Pandemi

Sumpah bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu telah disuarakan secara lantang oleh para pemuda-pemudi revolusi 92 tahun yang lalu, lantas sumpah seperti apa yang akan muncul dari generasi pandemi pada masa sekarang? Sebagai akibat dari krisis lapangan pekerjaan karena pandemi Covid-19, secara individual generasi pandemi akan berusaha sekuat tenaga untuk merestorasi kerja dan karir dari sekedar ‘making money’ (menghasilkan uang) menjadi sebuah ‘self fulfilment’ (capaian diri).  Dalam ikhtiar untuk mencapai hal tersebut, sebagian dari generasi pandemi akan melakukan berbagai eksplorasi gagasan hingga mencapai sebuah idealisme. Secara langsung, buku dan ruang kolektif bagi anak muda akan kembali relevan bagi generasi pandemi. Kerja dan karir baru juga akan mengemuka sebagai konsekuensi dari hal ini, yaitu kerja dan karir yang lebih ‘glokal’ (mengikuti tren global namun mempertimbangkan aspirasi serta potensi-potensi lokal). Memilih kerja dan karir yang bermakna akan menjadi sumpah baru dari generasi pandemi.

Secara individual, generasi pandemi juga akan bergulat untuk mencapai sebuah keseimbangan mental setelah mengalami kegalauan. Alih-alih mengkonsumsi konten-konten toxic positivity, alam dan kehangatan keluarga akan menjadi destinasi baru bagi generasi pandemi untuk mencapai sebuah kondisi mindfulness.  Upaya untuk mengambil jarak dengan dunia digital sendiri sudah mulai bermunculan, yaitu dengan melakukan detox gadget. Generasi pandemi kembali melakukan kegiatan-kegiatan yang dekat dengan alam, tracking  ke bukit, bermain ke sungai, melihat laut, hingga berkebun di rumah. Interaksi yang semakin intens dengan alam akan lambat laun menciptakan sebuah bonding antara alam dengan generasi pandemi. Komitmen untuk restorasi dan pelestarian biodiversiti akan menjadi sumpah baru dari generasi pandemi.

Generasi pandemi juga semakin sadar bahwa pasar yang hanya berorientasi profit akan menciptakan ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan hidup.  Dengan demikian upaya untuk mengembalikan bentuk pasar yang bebas intervensi, penuh eksplorasi kewirausahaan, menghargai spontanitas, dan kompetitif dalam kreativitas akan menjadi sebuah upaya baru. Pesan ‘Pasar bisa diciptakan, cipta bisa dipasarkan’ sebagaimana dilantunkan oleh band Efek Rumah Kaca akan menjadi visi gotong-royong baru dari generasi pandemi dalam rangka membentuk pasar yang ideal dan sustainable bagi generasi muda.

Sebab, Indonesia sedari dulu merupakan youth centered society atau masyarakat yang berkiblat pada generasi muda

Perlahan namun pasti, kita juga akan menyaksikan generasi pandemi semakin aktif dalam melakukan berbagai gerakan sosial dan politik sebagaimana telah terjadi 2 tahun terakhir. Aktivitas ini merupakan konsekuensi logis dari sumpah-sumpah baru tersebut, baik secara individual maupun kolektif, yang mengemuka di masa krisis pandemi Covid-19. Bahkan kita akan melihat lebih banyak generasi pandemi yang akan masuk dan melakukan perubahan dari dalam lingkar kekuasaan pada rentang 10 tahun kedepan. Regenerasi kepemimpinan bangsa merupakan sebuah sumpah baru dari generasi pandemi.

Baca juga:  Apa Kabar Musik Religi Sekarang?

Sumpah dari generasi pandemi memang belum dilakukan secara formal sebagaimana terjadi lewat Kongres Pemuda II pada tahun 1928. Akan tetapi, sumpah atau komitmen dari generasi pandemi saat ini tetap akan mengubah berbagai tatanan kehidupan bangsa di masa depan sebagaimana terjadi 92 tahun yang lalu. Sebab, Indonesia sedari dulu merupakan youth centered society atau masyarakat yang berkiblat pada generasi muda. Pramoedya Ananta Toer bahkan mengatakan ‘Sejarah Indonesia adalah sejarah angkatan muda’. Para pemuda-pemudi yang melakukan sumpah Pada 28 Oktober 1928 mungkin tidak menyadari betapa besarnya dampak dari sumpah yang mereka lakukan pada waktu itu bagi Indonesia di kemudian hari. Begitu pula dengan sumpah, janji, dan komitmen yang muncul dari relung hati seorang anak muda yang kini tumbuh dewasa di tengah pandemi Covid-19.  Semoga generasi pandemi tidak pernah meragukan kekuatan sumpah yang mereka utarakan untuk diri mereka sendiri.

 

____

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
Didip
Didip
6 months ago

Beres banget ini…
Spanish flu 1917-1918 — 1928 sumpah pemuda — 1945 bangkit
Kopit19 2020 — 2030 ??? — 2047 Indonesia muda semua negara Laen kebanyakan Lansia.
Wuah semoga pop hari ini panjang umur at least sampe 2047 biar semua menganga liat arsip artikel dr pak doktor kembali keakar ini.