Tatyana Akman Bicara Soal Tantangan Bermusik di Era Ini

Tatyana Akman berkesempatan membuka panggung Pioneer’s Co-Lab hari pertama (26/10) di Kokoon, Kuningan City, Jakarta.
Setelah ia tampil membawakan lagu-lagunya di atas panggung, kami sempat menemui dirinya, menanyakan pandangannya soal tantangan terbesar bermusik di era ini.
Bagi Tatyana, traffic yang cepat dan attention spent penikmat musik yang semakin sempit adalah salah satunya.
“Lagu dalam sehari bisa keluar banyak banget, (musik) indie lagi berjaya banget. Jadi kayak, ya siapa saja bisa bikin dan ngeluarin lagu,” ujar Tatyana.

Tatyana Akman di panggung Pioneer’s Co-Lab hari pertama / Dok. Syauqi Ibrahim
Meski begitu Tatyana tetap memiliki prinsip as long as you love what you’re doing, as long as it comes from your heart, maka karya pasti akan bertemu dengan pendengarnya, terlepas dari derasnya arus traffic.
Panggung Pioneer’s Co-Lab menjadi momen penting bagi karier bermusik Tatyana. Ia merasa acara seperti ini bisa mengatasi problematika selera masyarakat yang “itu-itu saja”.
“Untuk musisinya sangat membantu untuk nge-reach audiens lain, sebagai audiensnya juga kayak bisa discover artis-artis lain,” tutupnya.

Eksplor konten lain Pophariini
- #hidupdarimusik
- Advertorial
- AllAheadTheMusic
- Baca Juga
- Bising Kota
- Esai Bising Kota
- Essay
- Feature
- Good Live
- IDGAF 2022
- Interview
- Irama Kotak Suara
- KaleidosPOP 2021
- KALEIDOSPOP 2022
- KALEIDOSPOP 2023
- KALEIDOSPOP 2024
- Kolom Kampus
- Kritik Musik Pophariini
- MUSIK POP
- Musisi Menulis
- New Music
- News
- Papparappop
- PHI Eksklusif
- PHI Spesial
- PHI TIPS
- POP LIFE
- Review
- Sehidup Semusik
- Special
- Special Video
- Uncategorized
- Videos
- Virus Corona
- Webinar
6 Album Indonesia dengan Bas Terlegit Favorit Ginda Bestari
Pada Jumat (14/02), kami menghadiri D’Addario Event Launch di Mall of Indonesia, Jakarta Utara. Acara tersebut dimeriahkan oleh sederet gitaris dan bassist ternama Indonesia. Salah satu yang namanya tak asing lagi adalah Ginda Bestari. …
Wawancara Eksklusif Teenage Death Star: Mengajak 12 Musisi ke Taman Bermain Thunder Boarding School
Teenage Death Star rilis album! Rasanya kalimat itu sendiri sudah jadi berita yang menarik bagi para pegiat musik lokal. Pasalnya, band ini hanya memiliki satu album penuh bertajuk Longway to Nowhere sejak terbentuk tahun …