The Sounds Project: Dua Hari Senang-senang

243
Kunto Aji di Sounds Project / foto: Ingsun Macan

Memasuki volume keempat, The Sounds Project sukses digelar selama dua hari berturut-turut pada tanggal 22 dan 23 Maret 2019 di Kuningan City, Jakarta. Seperti prediksi di artikel sebelumnya, hajatan ini terbukti ‘sumpek’.

Hari pertama sudah bertaburan bintang, bukan di angkasa melainkan panggung. Sebut saja HIVI!, Pamungkas, White Shoes & The Couples Company, Kunto Aji, MALIQ & D’Essentials, Project Pop, dan Fourtwnty, kami sampai bingung mau menonton yang mana, karena ada beberapa waktu yang bersamaan.

Perhatikan gitar buntung yang ada di depan Kunto / foto: Ingsun Macan

Dalam kesempatan ini, Kunto Aji membuka pertunjukan dengan nomor “Sulung”. Aksinya malam itu pun memanen banyak pujian dari sekitar. “Penampilannya maksimal. Rapih banget,” ungkap seorang teman. Saya pun terkesan dengan gitar tanpa head stock yang dimainkan Kunto Aji. Semacam mirip yang dipakai si Raja Dangdut, Rhoma Irama, kata saya dalam hati.

Pamungkas / foto: Syafira Muthiary.

Thanks to Sounds Project, penonton dan fans MALIQ & D’Essentials bisa menyaksikan single anyar “Senja Teduh Pelita” dimainkan untuk pertama kalinya secara langsung. Penampilan mereka selalu tak mengecewakan. Sama halnya seperti Project Pop yang selalu berhasil mengajak penonton bergoyang dengan “Dangdut is the Music of My Country”.

White Shoes and The Couples Company / Syafira Muthiary.

Panggung yang terletak di P6 Kuningan City, Jakarta tempat festival ini dihelat diisi nama-nama macam Adhitia Sofyan, Kurosuke, Bam Mastro, Mocca, Reality Club, Sunset Rollercoaster, dan Diskoria. Kostum panggung yang dipakai Reality Club mengingatkan Sheila on 7 di video musik “JAP!”. Bedanya, Duta cs memiliki label nama di dada mereka.

Reality Club dengan wearpack nya yang menarik / foto: Pohan

Tak kalah meriah adalah Joget! Stage yang menyuguhkan Dizkorea dan Feel Koplo. Mereka yang sudah ‘tinggi’ menenggak minuman dari gelas plastik seharga Rp 100 ribu tidak tinggal diam menikmati musik yang dimainkan.

Memasuki hari kedua, The Sounds Project tetap saja bak madu dikerubungi lebah, apalagi hari terakhirnya jatuh di malam Minggu. Nampaknya tak ada alasan buat anak muda yang ingin berkencan dengan menonton Danilla atau band-band yang main di sini.

Masih bertaji: The SIGIT di The Sounds Project / foto: Pohan

Di hari terakhir, tiga panggung The Sounds Project kali ini diisi Stars & Rabbit, The SIGIT, Barasuara, The Adams, Summer Salt, Jamrud, NDX AKA, Danilla, The Cat Police, Grrrl Gang, .Feast, Jason Ranti, The Upstairs, Naif, Sisitipsi, Soyokaze, Muda-Mudi, dan Mr. Nostalgia.

Baca juga:  Ketika Rich Brian Bertemu Presiden Jokowi
Putih – putih: Angeeta dari Grrrl Gang / foto: Pohan

Danilla yang tampil pertama kalem dengan jas putih, rambut diikat, sesekali memejamkan mata saat menuturkan lirik lagu. Hal ini bertolak belakang dengan band macam Grrrl Gang dan .Feast yang sama-sama memiliki penonton ‘liar’, melakukan selancar tubuh bergantian hingga akhir daftar lagu.

Baskara Putra .Feast / foto: Pohan

Barasuara tak menyia-nyiakan waktu memamerkan lagu-lagu baru di album Pikiran dan Perjalanan yang didukung tampilan visual keren maksimal dari Isha Hening. Hal yang sama berlaku The Adams yang belum lama meluncurkan Agterplaas. Penontonnya liar terkendali.

Dengan tema ‘Music Over Matter’, The Sounds Project bukan sekadar menyajikan tontonan musik, adapula Music Talks yang dipandu Aldila Karina. Perbincangan seputar “Membanggakan Scene Lokal Sejak Dini” dan “Frontman Muda Idola Kaum Hawa” lumayan bisa membuka wacana anak muda soal apa yang terjadi di skena musik saat ini.

Sorak sorai penonton The Adams / foto: Pohan

Oh iya, beberapa spot di venue selalu asyik buat berfoto ria. Bahkan venue ini memang sudah menjadi langganan untuk memuaskan hasrat ber-social media anak muda berkat pemandangan gedung-gedung Jakarta. Satu tempat coret-coret glow in the dark penuh tulisan dari pengunjung.