159

Tulus Dan Gelombang Baru Penyanyi Solo Pria Muda Di Indonesia

Konser Monokrom Tulus. Foto: Sandy Adriadi

Konser tunggal ketujuh Tulus, Monokrom yang baru diadakan kemarin menandakan semakin mengkilatnya posisi Tulus sebagai salah satu penyanyi solo muda terbesar saat ini. 3 album yang diganjar dengan berbagai penghargaan musik, lagu hits yang selalu mengundang koor para penggemarnya di panggung, ditambah konsistensi selalu menggelar konser tunggal adalah beberapa kelebihan penyanyi kelahiran Bukittinggi ini.

Kini setelah 7 tahun berkarir sejak 2011 diakui atau tidak, kehadiran Tulus turut membuka jalan gelombang para penyanyi muda pria baru di tanah air. Meneruskan kejayaan para penyanyi solo pria senior seperti Sandhy Sandhoro, Glenn Fredly, Tompi dkk, dan juga Afgan dan Vidi yang sempat mengisi kekosongan penyanyi muda yang kemudian diisi oleh Tulus. Berikut adalah 5 penyanyi yang dianggap mewakili gelombang baru penyanyi solo muda pria di Indonesia. Silahkan tambahkan di kolom komentar bila ada yang terlewat.

Baca juga:  Pesona Twitter Dan Musisi Yang Masih Aktif Di Twitter

 

Kunto Aji

Kunto Aji. Foto: dok. Istimewa

Paska album pertamanya Generasi Y (2015), Aji menetapkan standar tinggi untuk kualitas album penyanyi solo Indonesia dengan album barunya Mantra Mantra (2018). Musik pop yang tidak mudah, tidak terpaku pada struktur lagu baku, pemilihan tema lagu yang besar, yaitu tentang kesehatan mental yang masih menjadi hal tabu/stigma. Semua membuat album kedua Aji ini mendapatkan perhatian lebih dari para penikmat musik. Dan ya Aji menulis rata-rata semua lagunya sendiri.

 

Teddy Adhitya

Setelah sempat membentuk grup vokal BoyzIIIBoys bersama Kunto Aji, Adera dan Beboy di 2010, tahun 2015 Teddy sempat bermain di band funk 4 piece bernama Blootymama bersama para session player muda. Hingga akhirnya ia memilih untuk bersolo karier dan merilis album Nothing Is Real di tahun 2017 kemarin. Teddy baru-baru ini merilis singel barunya yang berjudul “Why Would I Be”

Baca juga:  Di Bawah Radar : 5 Gitaris Berbakat Non Heroik

 

Rendy Pandugo

Rendy Pandugo. Foto: detik.com

Sering dijuluki sebagai John Mayer-nya Indonesia. Terutama karena ia selalu tampil dengan gitar akustik, dan sering meng cover lagu-lagu John Mayer. Karirnya diawali pada 2016 ketika ia merilis singel “Sebuah Kisah Klasik”, cover milik Sheila on 7. Lalu ia merilis singel”I Don’t Care” dari album perdananya The Journey yang dirilis setahun kemudian pada 2017. Belakangan ini Rendy merilis singel hasil kolaborasi dengan Afgan dan Isyana Sarasvati yang berjudul “Heaven”

 

Rizky Febian

Rizky Febian. Foto: dok. Istimewa

Meskipun belum pernah mengeluarkan album penuh tapi putra dari komedian Sule ini cukup produktif mengeluarkan singel. Salah satunya yang paling sukses adalah lagu “Kesempurnaan Cinta” di tahun 2015 yang sempat diangkat menjadi sinetron di salah satu televisi swasta yang juga sukses. Paska kesuksesan singel tersebut Rizky rajin mengeluarkan beberapa singel di tahun ini, salah satunya yang terbaru adalah “Menari”, yang akan menjadi jembatan ke album perdananya Jejak.

 

Baca juga:  5 Album Merah Putih

Jaz

Jaz. Foto: dok. Istimewa

Jaz adalah penyanyi solo muda asal Brunei Darussalam. Di tahun 2016 merilis single pertama kali “Dari Mata” yang diterima di musik Indonesia pada tahun 2016 yang diterima baik di industri musik Indonesia sehingga ia akhirnya memutuskan hijrah dan tinggal di Jakarta. Sambil menyelesaikan album penuh pertamanya, Jaz juga merilis single terbarunya yang merupakan lagu dari film Milly dan Mamet, “Berdua Bersama”

 

____