Unless Asal Semarang Perdana Berbahasa Indonesia di Lautan Yang Menenggelamkan

Band post-hardcore asal Semarang yang menamakan diri mereka Unless resmi meluncurkan single anyar berjudul “Lautan Yang Menenggelamkan” hari Jumat (21/02). Single ini merupakan momen perdana band membawakan lagu dengan lirik bahasa Indonesia.
Unless beranggotakan Fariz (vokal clean), Faisal (bas, vokal scream & growl), Kevin (gitar), Rio (gitar), dan Naufal (drum).
Pophariini sempat berbincang dengan Faisal hari Rabu (26/02) via WhatsApp untuk membahas perihal karier band dan single “Lautan Yang Menenggelamkan”.
Menurut Faisal, sejak awal terbentuk tahun 2021 lalu, Unless mengadaptasi gaya musik post-hardcore era 2000-an seperti yang dimainkan band macam Killing Me Inside, “Namun dalam perjalannya tak menutup kemungkinan untuk bereskperimen lebih dari genre tersebut.”
Saat ditanya pesan apa yang ingin ia beserta rekan-rekannya ingin dibawakan di single “Lautan Yang Menenggelamkan”, sang pemain bas ini menjelaskan bahwa mereka mengangkat tema tentang pelecehan dan kekerasan seksual yang juga sering terjadi kepada laki-laki.
“Kami ingin menyampaikan bahwa pelecehan atau kekerasan seksual dapat menimpa laki-laki. Dan sialnya banyak korban laki-laki enggan untuk bersuara,” jelasnya.
Untuk sisi aransemen musik “Lautan Yang Menenggelamkan”, Unless mengambil pengaruh dari band-band seperti Touché Amoré, Hotel Books, dan Alesana.
Mengaku banyak hal keren yang terjadi di kancah musik Semarang, Faisal mengungkapkan kalau di sana para pegiat musik sangat melebur, baik itu secara publikasi gigs maupun kolaborasi antar kolektif.
“Band-band di Semarang juga sangat beragam dari pop, punk, hingga black metal. Tak ada gap antar genre, semua saling terkoneksi,” tutup Faisal.

Eksplor konten lain Pophariini
- #hidupdarimusik
- Advertorial
- AllAheadTheMusic
- Baca Juga
- Bising Kota
- Esai Bising Kota
- Essay
- Feature
- Good Live
- IDGAF 2022
- Interview
- Irama Kotak Suara
- KaleidosPOP 2021
- KALEIDOSPOP 2022
- KALEIDOSPOP 2023
- KALEIDOSPOP 2024
- Kolom Kampus
- Kritik Musik Pophariini
- MUSIK POP
- Musisi Menulis
- New Music
- News
- Papparappop
- PHI Eksklusif
- PHI Spesial
- PHI TIPS
- POP LIFE
- Review
- Sehidup Semusik
- Special
- Special Video
- Uncategorized
- Videos
- Virus Corona
- Webinar
Band Bandung Era 2000-an, Astrolab Rilis Album Mini Transcending Time
Lama tak merilis karya musik, Astrolab setelah 18 tahun akhirnya meluncurkan album mini bertajuk Transcending Time (25/01). Seorang pelukis, pemahat patung, hingga penari akan selalu menyisakan jejak terakhir yang terawat dengan baik …
RAN Luncurkan Video Musik Kapan? yang Dibintangi Yono Bakrie
Setelah terakhir meluncurkan video musik “Hey Tunggu Dulu” Oktober 2024, RAN menghadirkan visualisasi terbaru masih dari album TEATER NESTAPA berjudul “Kapan?” (21/02). Seperti tiga video sebelumnya “Rahasia #1”, “Rahasia #2”, dan “Hey …