Wake Up Iris! Berlaga di Korea Selatan

Sep 23, 2018

Wake Up Iris! adalah musisi yang mampu mengejutkan mata pemirsa musik tanah air. Banyak pengamat yang mungkin tak menyadari bahwa mereka penah bermain di festival bergengsi di Amerika yaitu South By Southwest (SXSW) di Austin, Texas pada Maret lalu bersama Efek Rumah Kaca. Dan tahun ini, sepulangnya dari Soundrenaline, duo asal Malang ini akan berlaga di Korea Selatan.

Di sana, Wake Up Iris! yang digawangi Bie Paksi (gitar) dan Vania Marisca (biola) ini akan menggoncang perhelatan Zandari Festa Music Conference and Festival 2018 di Seoul yang akan digelar tanggal 4-7 Oktober 2018.

Zandari Festa adalah Festival Showcase dan Konferensi Musik terbesar di Asia yang menjadi rujukan bagi promotor, penyelenggara festival musik, distributor musik dan musisi independen di Asia dan seluruh dunia. Dimulai pada tahun 2012, Zandari Festa sudah menghadirkan ratusan musisi dari seluruh dunia dengan berbagai macam genre selama 6 tahun ini.

Poster Tour Wake Up Iris!

Menariknya, beberapa penyelenggara Festival Musik besar sekaliber Glastonbury (UK) dan Great Escape (UK) akan datang ke festival yang digelar di Hongdae, jantung dari skena musik independen dan anak muda di Seoul.

Terlibatnya kembali Indonesia dalam festival ini adalah pertanda yang amat baik bagi musisi Indonesia. “Hal ini dapat menjadi bukti bahwa ada lebih banyak lagi musisi Indonesia yang karyanya dapat diterima secara internasional” ungkap Bie Paksi.

Wake Up Iris di Soundrenaline 2018, Bali.

Wake Up Iris! tak sendirian, mereka akan berangkat bersama 2 wakil Indonesia, yaitu oleh Kimokal dan Lightcraft asal Jakarta. Sebelumnya, electronic duo asal Bandung, Bottle Smoker menjadi wakil Indonesia di Zandari Festa 2017.

Sepulangnya dari Korsel, band yang di bulan Januari lalu merilis debut album bertajuk Aurole ini akan mengunjungi Malaysia, di sana mereka akan bermain di 2-3 kota. Wah, sukses terus Wake Up Iris!

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.

Eksplor konten lain Pophariini

Flukeminimix – The Unsound Of Partial Edges

Di album kedua biasanya band/musisi mencoba hal-hal baru. Bisa itu dengan mengubah gaya musik mereka, memperbaiki kualitas sound rekaman mereka, dan lain-lain. Untuk Flukeminimix dengan album kedua, The Unsound of Partial Edges (2022), mereka memilih …

The Dare – GOODLIVE Sessions

The Dare menjalani tur Javakensi di bulan Juni lalu, salah satu tempat persinggahan mereka tampil di panggung Palm House Sesh Residency Vol. 14.