Waspada Orang Toxic, So Called Wrap Asal Jakarta Timur Rilis Beware!

Feb 27, 2025

Setelah tahun 2024 lalu merilis dua single, “Durga” dan “Appaneun, Eopseo!”, So Called Wrap kembali lagi dengan yang terbaru dalam judul “Beware!” hari Jumat (14/02).

 

 

Band asal Jakarta Timur yang digawangi Q (vokal), Ucil (gitar), dan Niki (drum) ini mengusung rap rock. Kami berkesempatan untuk mewawancarai mereka hari Selasa (25/02) soal genre, karier bermusik, hingga di balik materi terbaru.

Sang vokalis, Q menerangkan awalnya ia merasa terjebak dalam gagasan musikal yang dibawa band—yang ia cetuskan bersama Ucil. “Aslinya gue nggak bisa nge-rap, tapi di sini ditantang untuk itu. Akhirnya kami ngajak Niki bergabung, ternyata dia suka banget sama ide yang kami tawarin,” jelasnya.

Q mengaku band ingin coba mengangkat tema women empowerment dan isu sosial yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Percintaan, pertemanan, dan politik adalah bagian dari cerita kehidupan manusia setiap harinya. Menurut Q, pesan yang ingin disampaikan melalui “Beware!” adalah tiga tema tersebut.

“Melalui lirik ‘Beware!’, kami ingin menyampaikan pesan untuk berhati-hati sama mulut manis yang bisa ngejebak dan membuat kita dirugikan. Ternyata orangnya toxic, manipulatif, bahkan NPD,” ungkap Q.

Sementara itu, menurut Niki “Beware!” memiliki nuansa rhythm dan drum and bass dengan pekikan gitar yang tajam dan distortif, “Masih dengan rap yang keras dan pedas, padanan ad-lib pada chorus bertujuan untuk selalu beware terhadap orang toxic.”

Mewakili band, Q mengungkapkan tujuan So Called Wrap bermusik adalah berkarya dan berekspresi.

“Lewat SCW, kami bisa ngeluarin protes yang berkaitan dengan kondisi sosial dan lingkungan yang kadang bikin kesal. Yang mana pasti banyak di luar sana yang relate dengan kondisi di lagu, tapi nggak tau cara mengekspresikannya. Jadi kita coba suarakan. Semoga bisa mewakili pendengar yang merasakan hal yang sama,” katanya.

Perbincangan kami diakhiri dengan pernyataan tentang kondisi skena musik di Jakarta yang menurut Ucil terus berkembang.

“Banyak muncul gigs dan kolektif baru untuk teman-teman musisi yang nggak cuma tampil, tapi juga berjejaring. Seperti EH Tunesday, Senja di Cikini yang sekarang jadi RiuhRia, Kios Ojo Keos, dan lainnya. Semoga ada dukungan pemerintah yang nggak cuma untuk acara skala besar seperti festival saja, tapi juga untuk gigs dan kolektif karena inilah yang menjadi wadah bagi musisi pada awal karier,” tutupnya.

Penulis
Amira Nada Fauziyyah
Tetap melaju kencang di rute yang tak selalu aman.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
reCaptcha Error: grecaptcha is not defined

Eksplor konten lain Pophariini

Laze Rilis Video Live Sejumlah Lagu Kolaborasi bareng Toean Gembira

Tak hanya merilis single “Undangan” pada Februari lalu, Laze beberapa bulan ini meluncurkan video live membawakan lagu-lagunya dengan konsep berbeda yaitu kolaborasi bareng grup musik keroncong modern, Toean Gembira.      Kolaborasi Laze dan …

Sentimental Moods Rilis Ulang Lagu Selamat Lebaran dengan Nuansa Baru

Selang 2 tahun sejak album mini Eighth rilis bulan Agustus 2023, Sentimental Moods hadir kembali dengan materi baru yaitu membawakan ulang lagu ciptaan Ismail Marzuki bertajuk “Selamat Lebaran” (25/03).     Sejak terbentuk 2009, …