Wawancara Khusus Xaqhala: Perjalanan Menggugurkan Dosa  

• Nov 7, 2020
Xaqhala

Makin maraknya orang-orang yang gemar bersepeda selama masa pandemi ini, namun tidak ada yang bisa mengalahkan niatan gila dari seorang Gerry Konaedi aka Xaqhala. Rapper tanah air ini baru saja menyelesaikan perjalanan bersepeda dalam judul Xaqhala Go-West OsBMX Jogja – Jakarta yang dimulai sejak tanggal 26 Oktober 2020.

Xaqhala memang bukan orang pertama yang pernah melakukan perjalanan bersepeda antar kota. Pesepeda lain sudah lebih dulu beraksi, salah satu rute yang ditempuh Jakarta – Bali.

Hal yang berbeda, ia mengayuh jenis sepeda yang umum kita tahu biasa digunakan untuk keperluan freestyle. Xaqhala mengendalikan BMX single speed-nya melewati sekian kota dengan cuaca yang tak bisa diprediksi, seketika panas dan hujan. Ia pun menyebut perjalanan bersepedanya menjadi pengalaman spiritual dalam ikhtiar menggugurkan dosa.

Mengenal kembali Xaqhala, perskenaan hip hop empat tahun lalu sempat dihebohkan dengan “Young Weck” sebagai diss track untuk menyilet ocehan Young Lex. Ocehan yang diambil dari rekaman wawancara awak media (konon tanpa izin publikasi).

Jauh sebelum fasilitas bernama layanan musik streaming yang kini sangat membantu para artis memperkenalkan karya, sepuluh nama berkumpul di Pesta Rap yang terpajang di rak toko kaset. Xaqhala, adalah salah satu jebolan di album kompilasi tersebut. Ia mengoceh bareng Alphonso Parulian ‘Rulli’ Sagala dalam jasad Boyz Got No Brain untuk menelurkan “Nyamuk”.

Boyz Got No Brain juga hadir menyumbangkan nomor “Aku Ingin Pergi” di Pesta Rap volume 3. Album yang turut menampilkan “Tididit” Sweet Martabak, “Sakaw” Black Skin, dan lainnya.

Dalam karier solonya, Xaqhala sudah menelurkan single “Cewek Rusak” (2000), satu album perdana S/T (2004), single “World War”, serta “Young Weck” yang disebutkan tadi. Dan terakhir “Baja” hasil kolaborasinya dengan penyanyi reggae asal Jerman keturunan Indonesia, Toke.

Pop Hari Ini menghubungi Xaqhala hari Jumat (30/10) saat ia baru mendarat dari perjalanan Xaqhala Go-West OsBMX Jogja – Jakarta untuk menanyakan seputar perjalanan bersepedanya, hingga pendapat tentang hip hop Indonesia hari ini. Mari disimak:


bmx

Sepeda BMX yang dikendarai Xaqhala

Apa saja kegiatan loe selama pandemi?

Selama pandemi sih, asli, gue ‘kan punya konveksi ya. Gue punya produk produsen sablon di rumah, mati lah itu. Jadi gue bingung, dari Februari, Maret, April gue bingung. Akhirnya, Juni itu gue mulai main sepeda lagi, BMX, cari kesibukan. Gue punya sepeda low rider kan. Low rider lama gue simpan sudah dari tahun 2010 kayaknya. Gue bangun lagi buat anak gue, gue jadiin BMX gitu.

 

Jadi loe benar-benar sendiri berangkat dari Jogja ke Jakarta? 

Gue benar-benar sendiri. Gue nggak bawa tukang potret untuk mendokumentasikan. Benar-benar sendiri, dan ada teman yang malah ngirimin gue GoPro “Loe musti dokumentasiin sih nih. Nih gue pinjemin GoPro”. Sampai ada yang minjemin tongsis. Tongsisnya nggak kepake sama sekali, gila [tertawa]. Tapi ternyata ya gue pakai GoPro juga jarang. Gue jarang banget gitu. Nggak yang sepanjang jalan apa ya karena mungkin gue juga karena ini baru kan. Jadi gue beradaptasi gitu sama sesuatu yang baru. Gue beradaptasi sendiri gitu. Ya, benar-benar sendiri.

Tapi Alhamdulillah gue sampai Magelang, dari Jogja sampai Magelang, ada teman gue yang ngawal gue naik motor sampai, karena gue jalan ke Temanggung dan Parakan jalannya tuh naik. Jadi gue dikawal, tas gue dibawain. Tas pannier gue yang lumayan berat ya karena gue touring gue bawa tas pannier dua. Itu sepeda ditambahin rak, rak buat touring kan. Itu aja besi beratnya udah sekitar 2 1/2 kg. Bawaan gue ada 15 kg. Jadi ya sekitar, hampir 20 kg lah beban sepeda itu.

Beban sepeda sebelum gue naikin tuh mungkin nambah 20 kg, dan sepedanya kan sepeda besi juga berat. Jadi gue dikawal, gue sampai Parakan, sampai gue di Muntung gue dikawal. Sampai Muntung gue nginap di sana sehari. Berangkat ke Sukorejo itu kan nanjak juga gunung. Nah, gue juga dikawal tuh sampai titik tertinggi gue dikawal.

Tas gue dibawa. Kalau sampai tanjakan yang sudah tinggi banget, gue nggak bisa gowes, gue masih dibantuin, dituntunin sama dia. Tapi gue nggak boncengan sama dia, gue tetap di sepeda gue. terus sepeda gue di push, itu saja sih Alhamdulillah-nya.

1
2
3
4
5
Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

PHI Tips: Memilih ‘Abang-abangan’ Skena Panutan

Sosok abang-abangan skena penting untuk kehidupan bermusikmu. PHI Tips kali ini membantu kalian memilih kriteria abang-abangan skena yang bisa jadi panutan. 

.Feast dan Narasi Multisemesta Terbarunya

Nampaknya dalam waktu dekat ini .Feast akan segera merampungkan perjalanan dari album kedua mereka, Membangun dan Menghancurkan. Hal tersebut diperjelas di hari Senin (21/06) lalu, ketika .Feast resmi mempersembahkan deretan akun Instagram yang masing-masing …