Wawancara The Changcuters: Siapkan Augmented Reality

162

Jangan lengah! Inilah kabar terbaru dari The Changcuters!

Setelah sempat merilis single terbarunya, “Cari Rasa” pada pertengahan bulan Juli lalu, kali ini mereka mengabarkan bahwa pada hari Kamis (07/08) atau hari saat berita ini diturunkan, sebuah konser virtual dengan fitur Augmented Reality!

Berkolaborasi dengan Modular, The Changcuters menawarkan pengalaman baru bagi para penggemarnya untuk menyaksikan sebuah konser musik di tengah prahara pandemi ini.

 

“Kami menciptakan solusi dari keterbatasan baik musisi atau event organizer untuk menggelar konser musik maupun penikmat musik untuk menyaksikan pertunjukan musik secara langsung, dan The Changcuters menjadi band pertama di Indonesia yang menggelar konser dengan augmented reality ini,” tutur Hendra Araji selaku CEO dari Modular.

Mengenai kolaborasi antara The Changcuters dengan Modular ini, kami berbincang singkat dengan sang gitaris, Dipa Nandastyra atau yang biasa dikenal dengan Dipa.

 

Selain menjadi band pertama di Indonesia yang menggelar konser virtual dengan fitur augmented reality dan juga dengan media promosi yang terbilang unik, jadi, kenapa augmented reality? Apakah ada alasan lainnya?

Jadi begini, kalau untuk AR (Augmented Reality) sendiri sebelumnya kita (The Changcuters) sudah pernah gunakan di album Visualis di tahun 2013. Nah, kemarin kita dengan Modular Apps berkolaborasi untuk membikin AR untuk melanjutkan menjadi AR yang lebih sempurna dari sebelumnya dengan teknologi yang lebih menarik lagi setelah 7 tahun yang lalu.

Dan dengan AR ini, kita bisa mengeksplorasi kreativitas kita menjadi lebih jauh lagi. Apalagi, di saat pandemi seperti ini yang mengharuskan kita berhenti sejenak dari panggung off-air karena aturan dan protokol yang berlaku.

Untuk awalnya, kita besok ngeluarin dulu versi 1 lagu, yang bertepatan dengan rilisnya lagu “Cari Rasa” kemarin. Setelah ini, kemungkinan kita akan bikin full konsernya dengan kolaborasi AR ini. Salah satu bedanya AR yang tahun 2013 dulu kita bikin tidak full performance, nah sekarang sudah bisa full performance. Ini juga juga jadi salah satu alasan kita pakai AR.

Ternyata memang sudah sempat kalian coba garap di tahun 2013 ya.

Iya [tertawa], tapi belum begitu sempurna, belum full performance dan masih animasi untuk tampilannya.

Dan selang 7 tahun, ternyata kemajuan teknologi akhirnya juga mendukung ya?

Iya betul, teknologi mendukung dan keadaan juga mendukung sekarang.

Nah, untuk yang tahun 2020 ini, seberapa panjang proses penggarapannya untuk memindahkan si “Cari Rasa” ini ke bentuk AR?

Untuk penggarapan lagu “Cari Rasa” ke dalam bentuk final AR itu sendiri kemarin memakan waktu kurang lebih 3 bulan. Untuk proses lagu sendiri kan sudah beres di akhir tahun 2019, dan mulai kita berkolaborasi membuat AR-nya dengan tim Modular sekitar akhir bulan April 2020. Jadi ada proses shooting tiap personel yang sekarang lagi berada di beda-beda kota.

Untuk proses shooting sendiri, sementara personel sedang berada di kota yang berbeda, bagaimana kalian mengakalinya?

Kalau untuk anak-anak yang di Bandung, mereka shooting bareng-bareng gitu. Nah saya di Medan syuting sendirian pakai greenscreen, dan dikerjakan sendirian juga [tertawa]. Hikmahnya adalah, saya jadi tahu cara shooting greenscreen, dan bagian tersulit memasang greenscreen sendiri berukuran 3×3 meter dan harus rapih.

Kami mau dong, diberi 1 alasan mengapa kami harus menyaksikan The Changcuters di gelaran konser AR ini.