We The Fest 2022 Berakhir dengan Tidak Mengecewakan

Sep 26, 2022

We The Fest kembali hadir secara offline tanggal 23, 24, dan 25 September 2022 di GBK Sports Complex, Senayan. Meskipun acara besutan Ismaya Live ini sempat menimbulkan banyak perbincangan mengenai lineup yang dirasa kurang, tetapi justru berakhir dengan tidak mengecewakan. 

Monkey to Millionaire berkesempatan membuka We The Fest 2022 hari pertama. Trio beranggota Wisnu Adji, Aghan Sudrajat, dan Ravel ini membawakan materi lama dan yang terbaru dari EP The Golden Sound. Aksi yang dramatis terjadi saat mereka mengakhiri pertunjukan dengan “Replika”.

Di waktu yang bersamaan dengan M2M, penampilan yang tak kalah menarik adalah Teddy Adhitya. Danilla, kolaborator Teddy di lagu “Ocean” diajak ke atas panggung untuk membawakan lagu tersebut bersama. Begitu pula sebaliknya, saat Danilla beraksi di This Stage Is Bananas mempersilakan Teddy ikut bernyanyi di lagu “Fel d 1” yang merupakan lagu kolaborasi mereka.

Teddy Adhitya dan Danilla / Dok. Rachel Nadya

Setelah hujan reda kira-kira pukul enam sore, Afgan membuka panggung utama WTF Stage dengan lagu-lagu hit andalannya. Bahkan Afgan sempat berkolaborasi dengan Jackson Wang, salah satu penampil internasional di We The Fest dan membawakan lagu “M.I.A.” yang adalah single kolaborasi mereka.

Afgan / Dok. Rachel Nadya

Perunggu membuka hari kedua dengan membuktikan bahwa mereka bisa mempresentasikan energi yang mereka hadirkan di album debut Memorandum ke atas Another Stage. Walaupun panggung ini terasa ‘terlalu besar’ untuk band yang baru pertama kali tampil di festival ini, vokalis Perunggu sempat melempar candaan tentang bagaimana bandnya yang dianggap “tidak serius” ini bisa menjadi salah satu penampil di We The Fest.

Perunggu / Dok. Rachel Nadya

Malam hari tiba dan Noah pun menghajar panggung. Ternyata karisma dari seorang Ariel ‘NOAH’ masih dan tetap mampu membuat para hipster penonton We The Fest menjerit histeris. “Gue pernah kecil, gue pernah nonton konser, dan suka lupa makan. Jangan lupa makan ya,” nasihat Ariel yang sudah merasa “bapak-bapak” kepada penonton.

Noah / Dok. Rachel Nadya

Beralih ke Another Stage tempat di mana Hondo tampil secara intim, mereka membawakan membawakan lagu “Haven’t Got a Clue”  dari album perdana mereka yang berjudul The Hike to Kamadela. Sayang, kolaborator mereka Faye Risakotta tidak dapat hadir untuk membawakan lagu tersebut bersama Chevrina dan Kamga.

Terdengar dari jauh sayup-sayup penampilan Isyana Sarasvati sedang membawakan nomor “LEXICON”. Ia tampak bersenang-senang di atas panggung, bahkan sempat berinteraksi dengan penonton di nomor “ragu semesta” dengan vokal operatiknya yang menyayat sampai ke hati. “Emang cuma WTF yang bisa yang bisa bikin aku sakit tenggorokan abis ini,” canda Isyana.

Isyana Sarasvati bersama Ade Avery / Dok. Rachel Nadya

Hari ketiga band metal Avhath didaulat untuk membuka Another Stage. “Welcome to the Avhath Rites,” sapa vokalis Avhath, Ekrig mengawali penampilan. Pada nomor “Felo De Se”, Avhath memberikan kejutan dengan mengundang Maya Hasan, seorang harpis kawakan ke atas panggung. Maya ikut membantu Avhath mengakhiri ritusnya dengan elegan, dibantu oleh solois Denisa.

Avhath / Dok. Rachel Nandya

Oslo Ibrahim di panggung yang lain, yaitu WTF Park tak kalah memikat. Ia sempat mengundang penonton naik ke atas panggung untuk nyanyi bareng di lagu “Baby Don’t Let Me Go”. Beralih ke panggung indoor, This Stage Is Bananas. Raisa sedang mengajak crowd untuk galau bersama lalu membawakan nomor “LDR”.

Raisa / Dok. Rachel Nadya

Masih dari This Stage Is Bananas, The Adams kembali tampil bersama sang gitaris/vokalis Saleh Husein yang baru kembali dari luar negeri untuk urusan kesenian. Secara teknis sayangnya ini bukan penampilan terbaik The Adams. Suara snare drum yang delay cukup mengganggu, walaupun hal ini bisa dimaklumi mengingat The Adams bermain di panggung indoor.

Salah satu highlight penampil di We The Fest 2022 ini adalah penampilan live perdana Laleilmanino sebagai sebuah grup. Dengan memboyong para kolaboratornya, Laleilmanino berhasil menuntun emosi penonton mengikuti flow performance mereka.

Laleilmanino and Friends / Dok. Rachel Nadya

Lelah bisa datang kapan saja, mengelilingi festival selama tiga berturut-turut. Namun, penonton tetap bersemangat ketika melihat para penampil masih penuh energi. Seperti MALIQ & D’Essentials yang masih sanggup menutup panggung We The Fest. Padahal di hari yang sama, mereka sudah lebih dulu tampil di festival yang lain.


 

Penulis
Gerald Manuel
Hobi musik, hobi nulis, tapi tetap melankolis.

Eksplor konten lain Pophariini

Daftar Penyanyi Latar Musisi Indonesia

Sebuah lagu yang terdengar harmonis tak lepas dari sumbangsih warna vokal yang dihasilkan oleh penyanyi latar. Peran mereka kadang tak kasatmata atau mungkin dianggap lalu. Kenyataannya, penyanyi latar tidak bisa dianggap remeh. Jika menilik …

5 Alasan MALIQ & D’Essentials Enggak Bubar

Menyambut perilisan album baru MALIQ & D’Essentials, Can Machines Fall In Love? tanggal 30 Mei 2024, kami menemui mereka di sela-sela waktu latihan hari Selasa (21/05) di studio Mad Haus.   View this post …