37

Yang Lain dari The Other Festival

Gizpel di The Other Festival / foto. Pohan

Siasat Partikelir menggelar rangkaian acara menarik dalam judul ‘The Other Festival’ pada 2-4 November 2018 di Hotel Monopoli. Judul ini menggambarkan adanya pilihan lain, mungkin isi acaranya, mungkin saja tempat diselenggarakannya acaran yang tak lain adalah hotel yang terbilang baru di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Talkshow bersama Sir Dandy, Hasief menampilkan Kiki Ucup / foto: pohan

The Other Festival menyuguhkan banyak menu yang sebenarnya sudah mulai dilakukan banyak festival sekarang ini: bincang-bincang, eksibisi, panggung musik, nonton film dan panggung DJ. Meski demikian, kami berikan apresiasi di sesi bincang festival ini yang cukup memberikan informasi berbeda. Seperti di sesi talkshow ‘Adu Domba’ misalnya, di sesi obrol-obrol ini diungkap hal-hal yang jarang dipublikasikan.

Baca juga:  Lightcraft Sukses Guncang Mongolia

Misalnya yang menarik adalah ketika Kiki Ucup selaku manajer (Barasuara dan Danilla) membuka tarif Barasuara yang bertransisi pada saat bincang-bincang yang dipandu Sir Dandy dan Hasief. Ketika ditanya soal apa saja yang menentukan tarif sebuah band, Ucup menjawab bahwa harga sebuah band ada transisinya.

Pijar di The Other Festival / foto: Pohan.

Saat baru memulai perjalanan, menurut pengakuannya, Barasuara rela tidak dibayar sama sekali. “Band main gratis bagian dari investasi di masa mendatang,” kata Ucup. Ia mengatakan, Barasuara pernah dibayar sebesar Rp 3,5 juta tahun 2014, dan empat tahun berlalu kini ‘bayaran’ mereka dapat dipastikan sesuai dengan usaha-usaha yang pernah dilakukan. Menarik bukan?

Selain musik, ada DJ tampil memeriahkan malam / foto: Pohan

Malam tiba, satu per satu talkshow selesai. Giliran panggung musik gantian berbunyi. Di hari kedua, kami hanya sempat menyaksikan dua band yaitu Gizpel dan Pijar di area lobi dekat pintu masuk yang disebut oleh festival ini disebut Bloom. Kemudian turun ke lantai bawah, ada The Room yang memulai acaranya sekitar pukul 9 persembahan label rekaman, Double Deer yang menyuguhkan sesi DJ yang bergantian. Di hari sebelumnya, kami menonton Teenage Death Star yang mana ini adalah pertunjukan yang sejarah karena pertama kalinya saya menikmati riuhnya band rock n roll urakan asal Bandung ini dalam sebuah hotel.