10 Album Debut Pilihan PHI Dalam Kurun 2000-2020

903

Ada orang pernah bilang kalau “saat-saat yang pertama selalu menyenangkan”. Ya, kami setuju. Kesan pertama memang seringkali memberikan sesuatu yang menggairahkan, serta kesan pertama juga dapat memberikan harapan untuk selalu menjadi lebih baik dan berkembang di kemudian hari.

Sama seperti ketika band ataupun penyanyi mengeluarkan album pertama. Album pertama adalah bagian paling penting yang harus dipahami setiap band ataupun musisi untuk membentuk citra mereka terhadap para pendengar musik. Citra mereka inilah yang akan selalu dikenang pendengar musik di kemudian hari meskipun band atau penyanyi tersebut telah berganti haluan musik.

Berikut Pop Hari Ini telah merangkum 10 Album Debut Album Indonesia Pilihan Pop Hari Ini Dalam 2 Dekade Terakhir:

1. Efek Rumah Kaca – S/T (2007)

Efek Rumah Kaca – S/T

Meskipun saat ini Efek Rumah Kaca sukses menampilkan gigs yang berhasil menggaet ribuan penonton, album pertama Efek Rumah Kaca tak lantas membuat mereka menjadi sesuatu yang fenomenal saat debut album mereka rilis pada 2007 lalu dibawah label indie top Demajors. Sebagian besar debut album Efek Rumah Kaca berisi lagu-lagu protes sosial yang bisa relate dengan generasi millennial, terutama generasi millennial yang mengaku dirinya seorang hipster dan yang melek politik. Di samping lagu protes sosial yang menjadi unique selling point, album ini juga menampilkan lagu tentang seni menikmati hidup dalam keterbatasan fisik (“Sebelah Mata”) dan sebuah anthem kasmaran yang melanda ketika musim penghujan tiba (“Desember”). Dengan segala bentuk ulasan yang bagus dari berbagai media musik, debut album Efek Rumah Kaca berhasil membentuk karakter musik yang menjadi tolak ukur musik pop di skena indie hari ini.

 

2. Maliq & D’Essentials – 1st (2005)

Maliq & D’Essentials – 1st

Melahirkan everlasting hit seperti “Terdiam” dan “Untitled”, nyatanya tak bisa dipungkiri kalau album pertama Maliq & D’Essentials cukup fenomenal di kalangan pecinta musik. Album yang pengerjaannya melibatkan musisi senior seperti Indra Lesmana, Ali (The Groove), sampai Yance Manusama ini telah berhasil membentuk citra Maliq & D’Essentials sebagai band dengan musik pop fusion yang terdiri dari jazz, R&B/soul, dan funk. Saking fenomenalnya album ini, sampai hari ini tidak sedikit fans mereka yang meminta Maliq & D’Essentials kembali membuat album dengan warna musik seperti di debut album mereka. Meskipun saat ini Widi Puradiredja cs. telah melakukan pendewasaan dalam warna bermusik mereka.

3. Sore – Centralismo (2005)

Sore – Centralismo

Boleh jadi, skena musik independen di Indonesia tidak akan seseru sekarang kalau tidak ada kehadiran Aksara Records. Bagaimanapun, Aksara Records telah berhasil membentuk skena musik indie di Indonesia menjadi bergairah dengan visi artistik dari musiknya. Salah satu katalog Aksara yang berhasil menembus pasar adalah Sore dengan debut album mereka Centralismo. Menampilkan pop, jazz, dan sedikit rock dengan perpaduan lirik Indonesia-Inggris, Centralismo berhasil menyajikan musik yang ear catching dan cocok didengar di segala mood. Tak terkecuali dalam perjalanan panjang ketika liburan. Centralismo pun juga berhasil membawa Sore ke masa keemasan mereka sebelum ditinggal Mondo Gascaro pada 2012 lalu.

 

4. Tulus – S/T (2011)

Tulus – S/T

Kehadiran Tulus boleh jadi merupakan angin segar bagi industri musik di awal era 2010-an ditengah geliat boyband dan girlband yang saat itu sedang marak di Indonesia. Membawa unsur jazz mulai dari bossanova, dixieland, dan balada yang ringan, halus, tetapi masih terdengar begitu pop membuat Tulus melaju ke garda terdepan solois terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Meskipun awal kemunculan debutnya tidak langsung membuat Tulus menjadi sosok yang fenomenal, album ini dapat membuktikan bahwa musik jazz yang kental dengan spirit do-it-yourself dalam produksi dan marketingnya tidak lagi tersegmentasi dan mampu menembus pasar mainstream. Selain itu pula, kehadiran Tulus boleh jadi menjadi pemicu banyak musisi yang kemudian membuat lagu dengan lirik cerdas, puitis, dan penuh dengan kosakata yang terdengar sastrawi.