10 Musisi Bangka Yang Wajib Disimak

Aug 3, 2022

Pulau yang masih termasuk dari wilayah bagian Sumatera, potensi lahir dari dua kota yang mendominasi skena musik arus pinggir di Bangka. Gigs berskala besar maupun kecil acapkali terselenggara di Pangkalpinang maupun Sungailiat. Dengan segala keterbatasan yang ada, merupakan bukan hal yang tidak mungkin untuk lahirnya band-band atau musisi lokal dengan kualitas tidak kalah jauh dengan yang ada di Jawa atau kota besar lainnya.

Dari era dulu sampai sekarang, perkembangan geliat musik di Bangka cukup banyak perubahan. Mulai dari era Festival Band tahun 2000-an, demam underground di era 2010-an, sampai pada era saat ini yang mana lebih dikenal dengan musik indie/sidestream. Terlepas dari hal fluktuatif yang kadang dirasakan oleh para pelaku di dalamnya, selalu ada ruang untuk menyalurkan ekspresi melalui gagasan yang dituangkan dalam karya-karya mereka.

Melanjutkan tulisan tentang Bangka: Geliat Musik di Pangkalpinang & Sungailiat yang telah terbit dalam kolom Bising Kota beberapa waktu lalu. Sejujurnya, ada beberapa band “koncian” secara personal yang memang perlu disebarluaskan ke ranah yang lebih lebar lagi, namun karena satu dan lain hal beberapa di antaranya belum tersedia di layanan streaming digital.

Sebut saja Anklebiters, Visum 351, Sisi Lain, Shouted, Tajjam, Gilo Babi, Tiny Nose, Mussa, Mi’raj, Ade Gawe, Option Seeds, dan masih banyak lagi. Alasannya sudah saya tulis dalam artikel sebelumnya, dengan demikian bukan berarti tak ada sama sekali local heroes lainnya. Disamping aktivasi gigs yang mulai merangkak kembali hidup, pada kesempatan kali ini saya akan merekomendasikan 10 musisi Bangka yang wajib kalian simak dan dengarkan.


1. Hozhayate

Terbentuk 2019, mengusung supersonic-rock. Hozhayate berani mengambil warna musik berbeda menjadikan mereka sebagai band yang patut diperhitungkan di skena musik lokal Bangka.

 

2. Crispy Sunday

Konsistensi yang dibentuk oleh unit dub-reggae asal Sungailiat melahirkan nomor “39​/​19​°F​-​17 CS°” tentang kisah perjuangan Fidelis yang memperjuangkan kesehatan istrinya namun berakhir dengan tragis.

 

3. Navel Rox

Kuartet punk-rock asal Sungailiat yang solid, menaruh kekecewaan atas sebuah fenomena dalam single Bad Millenial.

 

4. Desvin N Dejanaira

Belum lengkap rasanya jika tak ada band yang mengusung genre roots-reggae di daerah yang lekat dengan aktivitas pantainya Pulau Bangka.

 

5. Shandya

Salah satu duo yang berhasil melampaui dirinya sendiri, menyelesaikan EP serta sempat mencicipi panggung bergengsi di Bali, 2019 merupakan sebuah achievement bagi mereka.

 

6. Cento feat Dule & Maliman

The one and only, Mr.Cento dengan nomor “Tersesat” yang menggaet Dule & Maliman sebagai tandem dalam berkarya.

 

7. Backyard

Dibawakan secara energik, gelombang emotive-punk yang dibawa oleh Backyard menyuguhkan nuansa baru bagi para pendengarnya di Bangka.

 

8.Kill the Pain

Menyebut dirinya sebagai cringe emo boys from Pangkalpinang, sudah sepatutnya kita acungi dua jempol untuk Kill The Pain dalam urusan produktivitas mereka.

 

9. Krokodils

Keluar dari zona genre yang sedang tren, Krokodils hadir dengan nuansa surf-rock yang dibalut gimmick cukup menarik perhatian melalui single terbarunya.

 

10. Mury

Solois gelombang baru bernama Mury baru saja melepas single pertamanya sebagai gerbang pembuka untuk EP yang rencananya akan segera menyusul.

 

Foto: Arsip berbagai sumber.


Penulis: Rofi Jaelani. Seorang medioker, mempunyai ketertarikan terhadap musik, buku, dan kustom kultur. Baru saja menyelesaikan urusan akademis, menjadi bagian sebagai penulis lepas. Bangka adalah rumah kedua setelah kampung halaman. Temui Rofi di @rofijaelaani.

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

5 Pertanyaan: Kiki Ucup, Festival Director Pestapora

Kami berkesempatan berbincang singkat dengan Kiki Ucup, Festival Director dari Pestapora mengenai ragam aspek sebuah festival musik.

Morgensoll Terbang ke Belgia untuk dunk!fest 2023

Selain dua titik yang sudah disebutkan di awal, Morgensoll juga sedang merencanakan titik-titik lainnya dalam lawatan mereka ke Eropa.