16 Pertanyaan: Sindy Amani

Aug 7, 2022

Orang tua merupakan sosok yang mengenalkan Sindy Amani ke musik. Sejak kecil ia sering mendengarkan lagu-lagu dari cakram padat yang diputar Papanya di mobil.

“Mereka benar-benar mengenalkan aku banyak genre musik, dari musik jazz, pop, R&B, lagu anak, sampai dangdut. Satu hal yang bisa aku simpulkan dari musik yang aku dengarkan waktu kecil. Music is fun and warm,” kata Sindy kepada Pophariini (04/08).

Beranjak dewasa arti musik bagi Sindy semakin luas. Musik tak hanya menciptakan momen yang menyenangkan dan hangat. Namun, bisa menemani dirinya saat sendiri dan merasa sendirian.

“Bahkan, aku bisa merindukan seseorang yang sebenarnya enggak ada hanya dengan mendengarkan satu lagu. Itu yang bikin aku suka banget sama musik. Music makes me life,” jelasnya.

 

Karier bermusik Sindy Amani dimulai tahun 2020. Tepatnya saat ia merilis single perdana “For Anyone Who Are Really Sad (Accoustic Version)”.

“Aku masih indie banget alias sendirian enggak punya teman [tertawa]. Tapi, tekadku gede banget buat rilis lagu di tahun itu. Jadi, aku cari tau sendiri bagaimana mendistribusikan musik di DSP (Digital Streaming Platform, red). Bagaimana cara upload lagu sendiri ke DSP dan bagaimana industri musik itu sendiri,” ungkap Sindy.

Single perdananya dilabeli versi akustik ternyata bukan karena ada versi asli dari lagu tersebut. Melainkan ia mengaku saat itu masih belajar dan salah menentukan judul lagunya.

Tahun lalu, akhirnya Sindy Amani memutuskan tak lagi sendirian. Ia bergabung dengan POPSYOUGOOD, label rekaman musik milik Atlesta. Kini Sindy sudah mengantongi satu mini album perdana Never Good Enough berisi empat lagu serta dua buah single.

Selain bermusik, kegiatan yang dijalani Sindy menerima pekerjaan foto dan catwalk. 

“Yang pasti karena aku sudah resign dari pekerja kantoran yang artinya sama dengan aku menjadi pengangguran. Aku mau lebih aktif jadi musisi, mengeluarkan single lagi dan featuring di tahun ini,” tutup Sindy.

Dan ini lah jawaban Sindy untuk 16 Pertanyaan yang kami ajukan kepadanya:


1. Bukti kamu seorang wibu?

Skripsi S1 aku judulnya “Social Class and The Bushido Spirit in The Characterization of Attack on Titan (season 1)”.

2. Pengalaman yang tak ternilai menjadi seorang musisi?

Aku senang banget pas dengar kalau laguku bisa mewakili perasaan banyak orang. Aku jadi merasa kalau aku enggak sendirian dan juga sebaliknya. Aku pengin selalu menemani orang-orang yang dengarkan laguku saat mereka lagi sedih dan sendirian. 

3. Seberapa dekat kamu dengan Ayah atau Ibumu? 

Kalau sama Papa enggak seberapa dekat sih. Cuma kalau Mama aku masih sering curhat dan diskusi bareng soal banyak hal termasuk soal prinsip dan kehidupan. Mamaku orangnya masih berusaha open-minded gitu. Jadi, masih enak diajak curhat meski kadang kalau ada hal yang enggak cocok tetap kita agak gontok-gontokan. Tapi, cepat juga kok baikannya [tersenyum]. Meskipun aku jarang ngobrol sama Papa, aku suka banget kirim chat foto-foto poster misalnya aku mau tampil di mana, terutama yang di luar kota karana kan posisinya aku tinggal sendiri enggak sama orang tua. Tapi, aku selalu tetap pamit kalau mau manggung. Enggak cuma ke Papa sih, ke Mama juga. Tetap minta doa restu, karena aku percaya sih doa orang tua itu yang terbaik.

4. Patah hati sampai hancur. Setelah kamu mencoba untuk pulih ternyata cuma bisa dengan cara apa?

Jalan-jalan dan belanja di Indomaret. Ini serius [tertawa]. Aku tuh anaknya gampang nangis. Pernah habis putus nangis enggak berhenti tiga hari dua malam. Di kamar mulu, cuma kan ada saat-saatnya pas kita sudah puas nangis butuh refreshing juga. Butuh bersosialisasi tapi yang minim banget. Ke indomaret adalah hal tercocok sih, enggak terlalu jauh dari rumah. Dan kita cuma perlu ngomong sama Mbak atau Mas yang ada di kasir. Itu  juga cuma bilang, “Iya, enggak dan terima kasih”. Lagian dari pada ke kafe dengan muka sembap juga kan. Biasanya pas belanja aku sambil dengerin lagunya JKT48 biar makin semangat menjalani kehidupan.

5. Satu barang yang masih awet banget kamu simpan dari zaman sekolah?

Aku anaknya suka banget menyimpan hal-hal kecil yang memorable, kayak sampai sekarang aku masih simpan semua kartu ucapan ulang tahun dari teman yang pernah kasih kado ke aku. Ada kartu ucapan yang mereka kasih ke aku pas SD gitu masih aku simpan di kotak. Semua sih, bahkan ucapan kelulusan juga ada. Baca tulisan mereka itu bikin aku selalu ingat, bahwa oh ternyata ada yang masih sayang aku, masih inget ultahku dan mereka sampe nyempetin buat nulis kartu itu ke aku.

6. Aktor Indonesia yang menurut kamu mau berperan jadi apa saja aktingnya bagus banget? 

​​Vino G. Bastian. Selalu enggak bisa berkata apa-apa sama aktingnya beliau. Dari yang dulu banget jadi anak SMA, anak punk, sampe jadi bapak-bapak sudah pernah dilakoni deh kayaknya.

7. Kira-kira siapa sosok yang sesuai menjadi Presiden Indonesia 2024?

Boleh enggak di-skip saja? [tertawa]. Aku dari dulu enggak ada minat buat sesuatu yang mengarah ke politik. Bukannya aku enggak peduli sama masa depan Indonesia. Aku bukan tipikal orang yang golput juga kok. Pemilu wajib ikut. Cuma menurut aku hal-hal kayak begini lebih baik jadi pendapat pribadiku saja. 

8. Kamu ingin berterima kasih kepada seseorang yang sangat berperan di hidupmu. Siapakah dia?

Namanya Millie, dia partner sekaligus producer musikku. Bisa dibilang sebenarnya jadi musisi dan penyanyi itu adalah cita-citaku dari kecil yang aku sendiri enggak ada kepikiran buat sampai ke sini sekarang, dan bisa dibilang Millie mewujudkan mimpiku. Banyak orang termasuk orang terdekat aku dulu meremehkan aku dan malah membuat aku enggak percaya diri buat mewujudkan cita-citaku ini. Tapi, Millie dan seluruh tekadnya meyakinkan aku buat bersolo karier, bikin aku percaya diri buat terus nyanyi dan nulis lagu. Kalau enggak ada dia, mungkin enggak akan ada Sindy Amani yang sekarang.

 

9. Berapa jumlah koleksi bucket hat-mu? 

Berapa ya [tertawa]. Enggak banyak kok, paling yang bahan kain aku cuma punya warna-warna basic. Hitam satu, cream satu. yang banyak itu yang bahan rajut karena aku bikin sendiri. Dan itu juga jadi official merchandise aku, masih bisa dibeli juga sekarang bucket hat-nya di @sina.merch. Biasanya aku tinggal comot produk yang aku jual saja. Kalau ada kelebihan stok, gitu sih. Habis aku bikin sendiri, jadi kalau mau warna lain ya tinggal bikin lagi [tersenyum].

10. Kebiasaan dari kecil yang masih kebawa sampai sekarang? 

Kalau tidur suka dikelilingi guling dan boneka yang banyak [tertawa]. Enggak tau ya rasanya kayak enggak sendirian gitu kalau bobo dikelilingi guling dan boneka [tertawa].

11. Persahabatan adalah…. 

Enggak ketemu setiap hari. Enggak chat tiap hari. Enggak ngobrol setiap hari, tapi saling kirim-kiriman video lucu di TikTok.

12. Seperti apa kriteria cowok idaman kamu?

Cowok korean look selalu membuat aku deg-degan. Tapi dibanding itu semua yang penting bisa satu frekuensi dan kalau ngobrol enggak abis-abis topiknya. Jadi, fisik dan look buat aku itu bonus saja. Yang terpenting lagi harus wibu.

13. Bakso terenak di kota asalmu?

Bakso Solo Sawojajar. Bakso gorengnya fix enggak ada obat. Kalian kalau ke Malang wajib ke sini. Tapi hati-hati nyasar karena Sawojajar is the biggest labyrinth di kota Malang.

14. Seberapa Virgo kah kamu?

Aku enggak percaya zodiak.

15. Toko online langgananmu untuk membeli pakaian? 

Random saja sih nyari di Shopee atau Tokopedia. Di mana ada yang jual kaos anime yang lagi aku cari. Pasti aku beli.

16. Sebutkan tiga lagu dari band emo Indonesia favoritmu dan jelaskan!

Sebenarnya aku anaknya enggak emo banget. Cuma aku dulu sempet dengarin beberapa lagu emo kayak “Torment” Killing Me Inside versi Widi ‘Vierra’ dan “On a Day Just Like This”-nya Pee Wee Gaskins. Enggak banyak tau sih. Coba pertanyaannya tiga lagu favorit dari JKT48, aku pasti jawab sepuluh [tersenyum].


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Satine Zaneta – Tentang Waktu (EP)

Sebagai sebuah EP debut, Satine Zaneta menyanyikan lima nomor di dalamnya dengan sederhana dan juga tampak puas dengan mencurahkan ragam perasaannya.

Samo Bangkit Lagi dengan Maxi Single Circles

Di rilisan ini, Samo mengemasnya ke sebuah format maxi single berjudul Circles yang bernaung di bawah label rekaman Darlin’ Records.