20 Tahun Album The Groove “Kuingin” Bergoyang

657
Sampul Album “Kuingin”

Setelah mencuri perhatian lewat panggung-panggung mereka di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta, The Groove segera diperkenalkan secara Nasional melalui kemunculan single-single mereka, “Dahulu” dan “Satu Mimpiku”.

Suara The Groove begitu khas, mulai dari vokal cowok-cewek Rieka dan Reza yang soulful, hujan efek “Wah” dari gitar bersama “pulen”-nya permainan bas yang menjadikannya sangat funk, sound organ dan brass yang festive atau bunyi synth yang terasa atmosfersik atau menjadi “klasik” seperti disko 1970an, sampai bahkan string yang menyentuh, hingga pukulan drum ditingkahi ritmik perkusi yang menyulut hasrat bergelora.

Aksi panggung dan fashion mereka juga total. Energik. Muda. Disorot lampu-lampu panggung, masing-masing personil The Groove menyita mata tertuju, di mana vokalis Reza sering kali mengingatkan pada sosok Jay Kay dari Jamiroquai dan Rejoz yang bergaya sporty dan bersemangat tingggi dikelililingi congas, bongo, hingga wind chimes, menjadi nama pemain perkusi yang paling terkenal saat itu. Sementara sosok Rieka bak soul ambassador menuju 2000.

Di kemudian hari, Rieka Roeslan merilis beberapa album solo. Sedangkan bassit Yuke tak lagi bersama The Groove, bergabung bersama Dewa 19.

Di sisi studio, penulisan lagu-lagu debut album The Groove pun sangat apik, dengan hasil rekaman yang “keluar” sekaligus empuk di telinga. Seluruh lagu di album Kuingin berkekuatan nyaris merata! Funk dan disko, kadang ada sentuhan hip hop, hingga pop mereka terdengar begitu menawan. Dari breakbeat namun lirih di lagu “Ku ingin” sampai buaian lembut “Kuasa Cinta” dan “Segenap Cintamu”, tak ada menu yang timpang porsi jiwa dan kerennya.

Dua puluh tahun kemudian, dua sosok bayangan dengan ajakan tangan untuk ikut berdansa bersama tulisan Groove berwarna oranye yang meletot pada sampul kaset (warna yang juga sedang menjadi tren pada desain grafis masa itu), masih menggoda kita untuk memutarnya isinya.

The Groove circa 2013. Ketika reunian dengan bassis Yuke di Java Jazz 2013 / foto: istimewa

Sampai hari ini, bila kita mulai berbicara tentang acid jazz dan menghubungkannya pada aksi lokal, The Groove bisa jadi nama pertama. Atau lebih luas lagi: untuk menyebutkan musik popular yang pernah menjadi fenomena anak muda pada dua dekade lalu di Indonesia, album Kuingin selalu relevan untuk ditempatkan. Dia bergoyang seolah perut kita masih seramping dahulu.

The Groove – Kuingin

 

____