30 Kolaborator Album Tribute Sajama Cut di Mata Marcel Thee

Sep 11, 2022

Sederet nama mengapresiasi karya musik yang pernah dihasilkan oleh Sajama Cut dalam sebuah album tribute You Can Be Anyone You Want yang resmi dirilis dalam format CD untuk pertama kali 3 September 2022.

Di hari yang sama, Sajama Cut langsung menggelar acara perilisan album dengan menggaet beberapa kolaboratornya, seperti Muchos Libres, Ikkubaru, Nearcrush, dan Polyester Embassy untuk tampil di IFI Bandung.

Album tribute You Can Be Anyone You Want melewati waktu penggarapan sekitar delapan bulan di tahun 2021. Ide pembuatan albumnya sendiri muncul dari beberapa teman terdekat Sajama Cut.

“Satu bulan untuk gue menyadari ini waktu yang tepat dan tidak terlalu egotistical, dan 7 bulan mengurus soal teknisnya yang tidak mudah karena banyak yang mau terlibat [tertawa]. Yang pasti, semua pengisi men-deliver dengan sangat cepat. Gue takjub dan penuh apresiasi,” kata Marcel kepada Pophariini (08/09).

 

Penamaan You Can Be Anyone You Want diambil dari penggalan lirik lagu Sajama Cut berjudul “Less Afraid” yang terdapat di album The Osaka Journals. Baris lirik ini yang dirasa paling memiliki koneksi dengan banyak orang hingga dipilih menjadi judul.

“Kata-kata itu juga menjadi etos Sajama Cut. Asal hati murni dan tujuannya baik, siapapun bisa, bebas, dan berhak menjadi apa yang mereka impikan,” ungkap Marcel.

Tak ada alasan yang berlebihan untuk pemilihan siapa saja yang berkontribusi di album. Marcel mengaku, ia penggemar dari nama-nama yang terpilih. Bahkan, ada pula yang memang baru kenal.

Pemilihan lagu mana yang dibawakan ulang untuk sang album. Para kolaborator Sajama Cut bebas memilih yang kemudian berdiskusi langsung dengan Marcel dan diberikan masukan.

Sejak terbentuk di tahun 1999, Sajama Cut tak jarang mengalami pergantian formasi. Marcel menganggap, formasi yang sekarang memang berbeda dengan hadirnya Aldrian Risjad (gitar), Daniel Hasudungan (kibor), Dewandra Danishwara (gitar), dan Adam Rinando (drum).

Sajama Cut memang fluid formasinya sejak lama, dan sekarang kita berevolusi menjadi lineup yang menurut gue, sangat kuat. Pas sekali untuk membawakan materi-materi lama, tapi khususnya untuk memainkan ‘Godsigma’ di panggung,” jelas Marcel.

Setelah hanya bisa didengarkan melalui CD, album tetap direncanakan untuk beredar di layanan streaming musik. Namun, masih belum bisa dipastikan kapan meluncurnya.

Meneruskan nafas perayaan rilisnya album tribute ini, Sajama Cut memiliki banyak rencana di depan terutama panggung yang menampilkan para kolaboratornya. Mereka pun bakal berbagi panggung dengan The Sugar Spun, Sirati Dharma, Adrian Adioetomo, dan Polka Wars (DJ set) malam ini (11/09) di Hard Rock Cafe Jakarta.

Selalu ada hal yang berkesan dari setiap proses menghasilkan. Simak di bawah ini komentar dari Marcel mengenai para kolaboratornya di album tribute You Can Be Anyone You Want:


Neonomora – Bloodsport

Modern, progressive, kontemporer. Gue fans berat Neonomora dan ingat pertama kali kagum bukan main waktu mendengar cover ini.

 

The Sugar Spun – Adegan Ranjang 1981 ♥ 1982

Melodius dan emosional. Cocok untuk soundtrack romantic comedy kaum bohemian.

 

Sal Priadi – Katedral Tiongkok

Ini gila sih. Interpretasi sempurna dari apa yang kita kejar di versi aslinya. Duka yang dibuat indah.

 

A Curious Voynich – Terbaring Di Pundak Pesawat, Termakan Api, Terlentang, Tersenyum

Ini juga seru dan melodius. Bahkan mungkin lebih catchy bagi pendengar muda, dibanding versi kita. Band relatif baru yang menjanjikan.

 

Lomba Sihir – Less Afraid

Retro urban pop yang menyulap “Less Afraid” jadi sesuatu yang membuat gue bisa mengapresiasi lagi lagu ini. LS ini adalah satu dari sangat sedikit band indie kontemporer yang terus terang bisa gue nikmati. Produksi mereka hangat dan melodi mereka ultra-memikat. 

 

Adrian PDM – Alibi

Versi super sensitif dengan sentuhan dan bentuk rekaman lo-fi yang membuat gue berdecak kagum. 

 

Nearcrush – Season Finale

Seru banget versi ini. Nuansa shoegaze eropa 90-an dengan sedikit elemen cyber-metal Smashing Pumpkins. Dreamy

 

Hawktactic – Twice (Rung the Ladder)

Folky dan enak untuk dinyanyikan ramai-ramai. 

 

Cotswold – Speak in Tongues

Ini benar benar menerjemahkan ide yang ingin gue capai dari lagu ini. Goth, new-wave post-punk 80s. Ciamik sekali delivery-nya.

 

Polka Wars – Rachmaninoff Dan Semangkuk Mawar Hidangan Malam

Khas Polka Wars banget ini. Vokal Aeng apalagi. Cukup minimalis dan straight to the amygdala. 

 

Ade Paloh & Binsar – Adegan Ranjang 1981 ♥ 1982

Ya mau dibilang apa lagi. Vokal dan trumpet Ade plus instrumentasi Binsar. Pecah.

 

Muchos Libre – Tekstur Kulit Wanita Kaya-Raya

Punk rock banget band ini. Gak gue duga kita ada lagu yang bisa untuk mosh pit. Sangat amat suka. 

Muchos Libre di showcase You Can Be Anyone You Want edisi Bandung / Dok. Pohan

 

Ikei – Fatamorgana

Hyper-pop anime OST yang emosional. Unik sekali musik dan presentasi Ikei ini. I love it. 

 

Methiums ft. Adyangga & Raracellina – Fallen Japanese

Metal, bro. What can I say? Seru banget dan enerjik. Membelah jiwa. 

 

Bin Idris – Bloodsport

Haikal itu modern jenius dan salah satu kolaborator gue di Nakatomi Plaza, band gue berdua dengan dia yang menurut gue instinct musikalnya paling dekat. Sense of melodies kita gak jauh. 

 

Ikkubaru – Paintings Pantings

Asik banget versi ini, dan panggung live mereka sangat amat menghibur dan ‘pro’ sekali.

 

Secret Meadow – Kesadaran/ Pemberian Dana/ Gempa Bumi/ Panasea

Gue suka sekali versi ini, khususnya pemilihan melodi vokal Edo dan strumming gitarnya yang penuh dengan chorus-y vibrato. Agak slacker-ish tapi tetap emosional. 

 

Pandu Fuzztoni – Bloodsport

Ini power-pop yang powerful. Seru banget. 

 

Ghost Fever – Nemesis / Murder

Salah satu band baru yang patut di-support. Cukup dekat secara sound dengan SC di era Osaka.

 

Ache – Adegan Ranjang 1981 ♥ 1982

Gue gak tau apakah mereka ‘emo’, tapi versi ini cukup emo-sional. Semoga gue bisa melihat mereka main live. 

 

Texpack – These Are Wounded Things 

Seru band ini. Early-mid 90s nostalgia. 

 

Adrian Adioetomo & Daniel Mardhani – Terbaring Di Pundak Pesawat, Termakan Api, Terlentang, Tersenyum

Dua sahabat yang musiknya selalu gue dengarkan. Collabs mereka ini hasil ide gue dan anak-anak SC, dan hasilnya benar benar out of the box. Keren. 

 

Whitenoir – Rachmaninoff Dan Semangkuk Mawar Hidangan Malam

Ini post-metal kali ya? Gue kurang mengerti genre, tapi ini sangat cloudy dan hazy. I love it

 

Meet the Doppelganger – Menggenggam Dunia

Band yang promising banget. One-man band kalau gak salah. Dan karyanya selalu menggugah. Vokal dan penempatan melodi mereka di lagu ini unik banget dan cukup beda dengan versi aslinya.

 

Sirathi Dharma – Bloodsport

Panji ini juga sound-maestro. Jadi, sudah pasti “Bloodsport” ini keren, dan buat gue, agak mid-90s Industrial bahkan. 

 

Polyester Embassy – Adegan Ranjang 1981 ♥ 1982 (Remixed)

Elang dan teman-teman PE semakin gila live-nya. Kemarin di IFI Bandung, gue dan anak-anak hanya bisa berdecak kagum.

Polyester Embassy di showcase You Can Be Anyone You Want edisi Bandung / Dok. Pohan

 

Peonies – Fatamorgana

Sayangnya band ini sudah bubar, atau mungkin hiatus. Ini versi “Fatamorgana” yang unik dan joyful sekali. 

 

Pale Skies – Lukisan “Plaza Selamanya, Leslie Cheung” Melukisku Melukisnya

Dreamy dan sedikit psychedelic. Ini favoritnya beberapa anak band kita.

 

Bottlesmoker – The German Abstract (Remixed)

Angkuy dan Nobbie sudah master kalau soal me-remix, jadi kita percayakan 100% ke mereka. Modern digital gems. 

 

Outrage – Sajama Box Cutter ft Hans Citra Patria

Band post-hardcore/hip-hop yang merch-nya sama keren dengan musiknya [tertawa]. Versi ini magic sekali dan melibatkan eks-kibordis kita pula.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.

Eksplor konten lain Pophariini

Jangar – Malam (EP)

Pelafalan dan karakter vokal Gusten di EP Jangar, Malam, ini mengingatkan pada Yukie PAS band yang melantangkan lirik dengan suara bulat dan diksi lugas

Nagita Slavina Mengawali Rencana Album dengan Single Bersyukurlah

Jeda hampir 2 tahun dari perilisan single terakhirnya “Untukmu Rafathar Rayyanza”,  Nagita Slavina kembali lagi membawa yang terbaru dalam single bertajuk “Bersyukurlah” hari Sabtu (17/02).   Lagu “Bersyukurlah” yang rilis bertepatan dengan ulang tahun …