1141

30 Tahun Album Semut Hitam: 5 Lagu Pilihan Dari Album Terlaris God Bless

Dirilis 30 tahun silam, album ke 3 ini meledak di pasaran dan menjadi album paling laris sepanjang karier God Bless. Dirilis tahun 1988 dengan jeda sangat lama. 10 tahun berselang dari album sebelumnya, Cermin yang dirilis tahun 1980. Penantian lama album ini terbukti sangat berharga. Selain albumnya yang sukses di pasaran, album ini juga berjasa memicu kelahiran band rock Indonesia generasi berikutnya dan membuktikan bahwa pasar musik rock di Indonesia tu jelas ada.

Berbeda dengan 2 album sebelumnya, God Bless dan Cermin yang bernuansa progresif, Album Semut Hitam sangat dipengaruhi oleh musik glam rock/metal yang memang sedang populer di barat pada saat itu. Tidak heran jika di album ini lagu-lagunya banyak yang menghentak dan lebih cocok untuk di sing a long-kan dan bernyanyi bersama di panggung besar. Dalam rangka usianya yang memasuki 30 tahun simak 5 lagu pilihan Pop Hari Ini yang mendefinisikan album Semut Hitam ini.

Baca juga:  Pop Figur – Agan Harahap, Seniman Fotografi

 

Kehidupan

Menjadi single pertama dari album Semut Hitam dan langsung menggebrak musik Indonesia di era itu. Lagu bertempo menghentak ini ditulis oleh almarhum Yockie Surjoprajogo yang saat itu merupakan kibordis God Bless. Lagu yang ditaruh sebagai pembuka di album ini banyak memuat sempilian isian-isian kibor penting bernuansa progresif seorang Yockie. Bagian paling berkesan dari lagu yang bernuansa sosial tentu saja bagian lirik: “Apa itu? Susu Anak ku”. Dan lirik penutup: “Pikirkan, renungkan, pikirkan, renungkan, pikirkan. Bilakah mereka semua kau pikirkan?”

 

Rumah Kita

Lagu balada slow rock ini membuktikan bahwa God Bless mampu juga menulis lagu balada dengan sangat bagus dan mengena. Ditulis oleh gitaris Ian Antono bersama dengan wartawan musik Theodore K.S. Dengan lirik yang mampu menembus kelas-kelas sosial di Indonesia, membuat lagu ini menjadi hits terbesar God Bless:

Baca juga:  Dari MTV Sampai Tur Asia, Inilah 5 Cerita 'Macan-Macan Cantik'

“Haruskah kita beranjak ke kota. Yang penuh dengan tanya?
Lebih baik di sini, rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa. Semuanya ada di sini. Rumah kita”

 

God Bless circa 80an. Kiri-Kanan: Jockie Surdjoprajoyo, Ahmad Albar, Ian Antono, Teddy Sujaya, Donny Fattah. Foto: dok. God Bless

 

Semut Hitam

Lagu menghentak yang juga menjadi hits. Ditulis oleh bassis Donny Fattah, dan kibordis Jockie Surjoprajogo lagu ini lagi-lagi membuktikan kepiawaian God Bless meramu lirik Indonesia ke dalam lagu bernunasa hard rock. Bertaburan part-part yang sangat klasik. Dari riff Ian Antono maupun break drum dari drumerTeddy Sujaya. Panas di rekaman dan juga selalu panas ketika dibawakan di panggung hingg kini 30 tahun kemudian. Jangan lupa anthem yang akan membuat para penonton berseru: “Semut hitam.. Uwow.. Maju jalan!” dan bagian “Oouwow, uwoow” -nya

 

Orang Orang Dalam Kaca

Sempilan nuansa acapella bernuansa swing sepanjang 1:30 menit sebelum Teddy masuk dan Ian menyalak dengan gitarnya yang disamber oleh betotan bass Donny dan isian piano akustik yang bermain dengan nuansa rock n roll ala Jerry Lee Lewis. Lagu ini membuktikan kepiawaian God Bless meramu lagu rock dengan acapella swing yang ngepop. Lagu ini ditulis oleh Jockie Surjoprajogo dan dengan penulis tamu, Iwan Fals.

Baca juga:  5 Album Bagus Tapi Kovernya Tidak Representatif

 

Badut-Badut Jakarta

Lagu rock bertempo cepat menghentak yang masih dihiasi nuansa musik rock progresif. Dibuka dengan gebukan drum Teddy yang langsung ditimpali suara synthesizer Jockie,  kemudian Ian meraung memainkan solo gitar di atas gitar elektriknya. Ditulis oleh Donny Fattah, Ian Antono, Jockie Surjoprajogo, lagu ini bercerita tentang ironisnya pekerjaan badut di persimpangan jalan Jakarta yang penuh duka namun harus tetap bergembira. Salah satu lagu dengan aransemen paling menonjol di album ini.

 

____