5 Aksi Berkesan di Soundrenaline 2022

Dec 1, 2022

Soundrenaline yang diadakan akhir pekan lalu menyisakan banyak cerita. Mulai dari cerita baik sampai yang kurang mengenakkan, semuanya kami rasa telah memberikan pengalaman berfestival yang berkesan bagi para pengunjungnya.

Menghadirkan nama-nama internasional yang sudah pasti banyak ditunggu oleh semua orang, penampil lokal dalam festival ini juga tidak kalah menariknya. Meski banyak perdebatan tentang hal ini, namun nama-nama lokal yang tampil, baik yang sudah lama berkarya di blantika musik maupun new emerging artist berusaha memberikan performa terbaik mereka ketika di atas panggung.

Kami sudah merangkum lima penampilan band/musisi lokal paling berkesan di gelaran Soundrenaline 2022. Simak di bawah ini ya.


The Prediksi

Panggung perdana The Prediksi / Dok. Syauqi Ibrahim

‘Geng motor’ yang terdiri dari selebriti papan atas Indonesia saat ini cukup membuat banyak orang heran ketika namanya diumumkan menjadi salah satu line up Soundrenaline. Pasalnya, walau beberapa anggotanya mantan anak band, bahkan masih ada yang aktif ngeband, The Prediksi dirasa kurang pas untuk berada di panggung A Stage yang biasa diisi oleh headliner.

Namun jika kita mengesampingkan sejenak polemik tersebut, malam itu The Prediksi tampil cukup menghibur para penontonnya. Tidak hanya band, mereka juga menghadirkan format-format lain seperti boyband, paduan suara, dance, bahkan stand up comedy. Penonton mereka pun merasa senang bisa menyaksikan grup ini dalam bentuk baru selain sekadar konten YouTube.

 

Pure Saturday

Nostalgia bersama Pure Saturday / Dok. Rachel Nadya

Untuk pasar Soundrenaline, nama grup indie pop yang terbentuk sejak 1994 ini memang sangat dinanti. Sejauh sepenglihatan kami, Pure Saturday adalah penampil di Remastered Stage pertama yang membuat panggung di pojok area Allianz Ecopark itu ramai penonton. Limpahan penonton itu bahkan sampai ke akses jalan di samping panggung.

Kekondusifan yang tetap terjaga dalam keramaian ini menjadikan pengalaman nonton Pure Saturday jadi sangat menyenangkan. Nomor-nomor seperti “Bangku Taman” dan “Pathetic Waltz” kompak dinyanyikan para penonton. Saat set berakhir, banyak penonton berteriak ingin lebih, namun sayang, waktu mereka bersama band favoritnya itu sudah harus berakhir sampai situ saja.

 

Feel Koplo

Momen langka, Feel Koplo tampil siang hari bolong / Dok. Syauqi Ibrahim

Suara bel yang memulai set Feel Koplo, langsung disambut oleh penonton yang berlarian ke depan A Stage. Walau terik matahari siang masih tajam menusuk kulit, para penonton tetap semangat berjoget menikmati setiap lagu racikan Feel Koplo.

Grup yang sejauh ini sudah merilis satu EP dan beberapa single ini mengaku bahwa hari itu adalah kali pertama mereka bermain di festival siang-siang. Feel Koplo berhasil membawa suasana party dunia malam saat hari masih terang.

 

Jordy Waelauruw

Jordy dengan deretan kolaborator di panggungnya / Dok. Rachel Nadya

Kesempatan pertamanya bermain di Soundrenaline di bawah namanya sendiri tidak disia-siakan oleh Jordy. Pemain terompet ini membuktikan bahwa jam terbangnya menjadi additional untuk beberapa nama besar tidak sia-sia.

Penonton yang kebetulan sedang ada di charging station yang menghadap Creators Park di mana Jordy sedang tampil tampak terkesima dengan suguhan musik dan interaksi Jordy kepada mereka. Seorang penonton bahkan semupat berucap, “ini siapa sih? Keren banget”. Jordy berhasil memenangkan hati mereka yang baru pertama kali menyaksikannya hari itu.

 

Enola

Enola yang mencuri perhatian di hari kedua Soundrenaline / Dok. Rachel Nadya

Satu lagi emerging artist yang menjajal panggung Soundrenaline pertamanya. Banyaknya orang yang sudah berjaga-jaga di depan Creators Park beberapa saat sebelum mereka main menunjukkan antusiasme tinggi penonton akan penampilan band asal Surabaya tersebut. Bahkan banyak wajah familiar dari kalangan musisi yang bisa kalian lihat di crowd malam itu.

Lewat performanya, Enola membuktikan bahwa musik doomgaze yang mereka usung bisa mendapatkan kesempatan di festival besar. Enola juga memberikan warna baru yang lebih gelap ke dalam palet warna Soundrenaline.


 

Penulis
Gerald Manuel
Hobi musik, hobi nulis, tapi tetap melankolis.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Akhiri Masa Vakum, Sheila Anandara Rilis Single Terbaru

Terakhir merilis single “Kereta” dua tahun silam, kini Sheila Anandara kembali dengan tembang berjudul “Menunda Luka” yang dilepasnya hari ini (27/01).

Menerawang 2023: Kalau Bisa Jadi Aldi Taher, Kenapa Harus Ahmad Dhani?

Apakah berlebihan membandingkan Aldi Taher dengan Ahmad Dhani sebagai sesama penulis lagu, penyanyi, multi instrumentalis, dan ehm, oportunis?