5 Album dengan Produksi Terbagus Pilihan Endah N Rhesa

May 21, 2022

Setelah merilis dua buah single tahun 2021 lalu, Endah N Rhesa kembali dengan sesuatu yang berbeda. Mereka menghadirkan NFT Music ‘The Artwork’ yang diluncurkan hari Selasa (17/05).

Edisi The Artwork ini berisi empat ilustrasi sampul album yang pernah dirilis Endah N Rhesa di tahun 2009 hingga 2019, yaitu Nowhere To Go, Look What We’ve Found, Escape, dan Regenerate.

Selain NFT, kabarnya mereka sudah menyelesaikan penggarapan album keenam. Album yang ditargetkan beredar sekitar pertengahan tahun 2022. Endah N Rhesa pun mengaku, album kali ini bersifat lebih kolosal dan epic.

“Kami terinspirasi dari game-game RPG. Selama pandemi, game-game itulah yang menemani kami berdua saat di rumah. Nonton film yang kolosal, historis juga. Aransemennya sudah tidak identik bunyi gitar dan bass. Album baru nanti lebih fokus menyampaikan runutan cerita atau kisah di dalamnya,” kata Rhesa kepada Pophariini.

Mereka turut menggaet beberapa nama untuk berkontribusi di album, yakni Stella Paulina (bodhran, tin whistle, flute), Rivelino Ismaya ‘Wofton’ (uillean pipes), dan Egi Virgiawan (backing vocal).

Sambil menanti sang album, mari simak album-album pilihan Endah N Rhesa yang menurut mereka memiliki produksi terbagus di bawah ini.


Tembus Pandang Ep – Frau 

Buat kami, Lani adalah konseptor, penulis lagu, penyanyi dan pemain piano yang bagus. Seluruh karyanya tidak pernah mengecewakan. Melihatnya tampil selalu dalam keadaan prima. Tembus Pandang Ep adalah mini album teranyar yang digarap dengan baik. Sederhana tapi rumit. Vokal dan piano saja sudah membangkitkan imajinasi dan kenikmatan musikal yang hakiki. Vokal sopran, jernih, tarikan napas yang terdengar membuat nuansa yang terdengar begitu intim. Permainan piano yang membutuhkan skill tinggi untuk bisa menampilkan komposisi indah seperti itu. Virtuoso. Konser “Tentang Rasa” di GKJ tahun 2016, ia sudah membawakan lagu “Tukang Jagal” yang dirilis tahun 2017. Konser yang berkesan. Tidak ada yang bisa mengalahkan sihir kekuatan magis Frau dan Oscar (nama pianonya, red) di atas panggung. 

 

It Won’t Over – Soulfood 

Trio asal Bali produksi Pohon Tua Creatorium ini sangat enerjik dan berbahaya. Secara pilihan sound, musikalitas, warna, dan komposisi, mini album It Won’t Over adalah salah satu yang sering kami dengarkan. Palel dengan beat drum yang groovy, Lyta dengan gaya bernyanyi serta penulisan lirik yang khas, Bam yang bermain gitar secara ritmik membuat Souldfood terdengar berbeda dengan band-band seangkatannya. Live show-nya jangan tanya lah. Mereka adalah musisi dengan jam terbang tinggi, kaya pengalaman, dan siap libas segala macam panggung, serta siap dengan berbagai bentuk aransemen dan improvisasi. Kami senang dengan bentuk band yang organik semacam ini. Siap tempur di segala situasi dan tetap bagus mainnya. 

 

Numbers – Dekat 

Ini adalah album yang saat dirilis hampir setiap hari kami dengar di mobil mengiringi perjalanan kami ke mana-mana. Buat kami, Dekat adalah trio yang unik dari segala sisi. Penampilan, suara, dan komposisi lagunya. Vocal Chev yang sopran disandingkan dengan suara vokal Kamga yang ‘gepeng’ berkarakter unik, lalu Tata dengan rapnya. Merinding kalau lihat Kamga, Chev, dan Tata manggung. Ada energi yang besar banget. Semuanya memiliki peran krusial. Mereka punya pesona yang imbang dengan musikalitasnya. Sejauh kami menonton live performance-nya tidak pernah ada yang mengecewakan hati. 

 

Sense – Scaller

Sebenarnya kami suka semua rilisan Scaller terlepas dari album ini. Duo ini dahsyat sekali. Terlihat dari konsep dan karyanya yang apik, digarap teliti dan detil. Kalau mendengarkan album Sense ini gairah distorsi rock ‘90s, vokal Stella yang ekspresif, galak, namun juga bisa sentimental di beberapa bagian cukup mengaduk-aduk perasaan. Line bass synth-nya pun unik. Komposisinya jadi hidup dengan line bass synth-nya. Dinamika musiknya terjaga dengan baik, di dalam lagu maupun susunan antar lagu. Mendengar Reney bernyanyi di lagu “Move In Silence” juga jadi kejutan tersendiri. Sound gitar Reney juga berkarakter. Di satu sisi terdengar dreamy, ambience, tetapi di lain hal juga galak berdistorsi. Dua orang ini cerdas menempatkan porsinya dalam berkarya. Livenya pun sangat dahsyat. Dengan formasi bertiga, termasuk additional player, sound yang dihadirkan sangat memuaskan, semua frekuensi dan elemen terisi penuh sehingga memang tiga pemain dirasa sangat cukup menyampaikan musik mereka. Stella memang tidak banyak cakap, namun disitulah pesona misterinya yang selalu ingin kita simak di setiap penampilan live-nya. 

 

TNF Studio Live – NonaRia

Ini adalah mini album live yang direkam di acara Tuesday Night Fever garapan Sumber Ria. Secara audio begitu memuaskan mengingat ini adalah rekaman live. Prosesnya benar-benar hanya satu kali jalan dengan improvisasi dan spontanitas yang tak kan terulang lagi. Mini album ini berhasil merekam energi itu. Trio Nesia Ardi pada vokal, Nanin pada piano, dan Yashinta pada biola memang musisi yang matang di panggung. Baik permainan, mood, dan musikalitas sangat terjaga dengan baik. Tidak pernah bosan melihat NonaRia di panggung karena selalu berbeda, penuh canda tawa, improvisasi layaknya di dunia musik jazz yang begitu mengejutkan. Melihat komposisi dan saat mereka tampil terkesan menghibur dan easy listening, tapi ternyata tak semudah itu Ferguso. Menganalisa bagaimana Nesia bernyanyi sambil menjaga tempo permainan snare drumnya, Nanin yang memainkan bass line sambil mengisi harmoni yang kompleks, juga isian biola Yashinta yang selalu pas pada porsinya menjadinya Nonaria sebagai trio ragtime swing yang utuh dan klasik. Cantik.

 

Saksikan penampilan Endah N Rhesa bersama Gavendri membawakan single yang digarap mereka bersama dalam pagelaran I Don’t Give A Fest via Pophariini, Cultura, dan RCTI+.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Dhira Bongs Untai Ragam Kisah di Album Ketiga

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung baru saja merilis album penuh ketiganya di hari Jumat (23/09) lalu. Simak kisahnya berikut ini.

Selang Lima Tahun, Akhirnya Scaller Rilis Album Kedua

Lima tahun berselang semenjak sang album debut, Senses, akhirnya Scaller melanjutkan kiprahnya dengan album kedua yang diberi judul Noises & Clarity.