5 Band Indonesia Favorit Okin ‘OKAAY’

Jun 25, 2022

Perjalanan bermusik seorang musisi selalu menarik untuk disimak. Salah satunya cerita Okin, anggota duo OKAAY yang memulai karier sejak masih duduk di bangku sekolah.

Sekolah Menengah Pertama adalah momen yang membawanya tetap bermusik sampai hari ini. Saat itu teman-temannya banyak yang memilih untuk bermain gitar, drum, maupun menjadi vokalis. Namun, tidak ada yang bermain bas di kelasnya.

Berbekal kebolehannya bermain gitar, Okin akhirnya memutuskan alih fokus untuk mendalami alat musik bas anjuran dari rekannya.

“Suatu hari pas mau pentas seni. Teman gue yang bisa dibilang dia salah satu orang paling jago di SMP gue itu, dia bilang ‘Udah Kin loe aja yang main bas. Entar gampang deh basnya kita pinjam aja’. Dari situ gue beralih dari gitar ke bas. Semenjak itu lah sampai sekarang gue jadi suka sama alat musik bas,” kata Okin kepada Pophariini (21/06).

 

Sebelum dikenal sebagai anggota L.Y.O.N, band yang dibentuk Okin bareng Onadio dan Rudye. Ia pernah mencoba keberuntungan bersama TPH (The Potato Head), band pertamanya yang memiliki obsesi punya album dan bisa sukses.

“Waktu itu berkecimpung di dunia underground. Mainnya di Parkit Dejavu, di Viky Sianipar, di Rossi Fatmawati. Itu sempat lama juga ya, 3-5 tahun. Main di tempat-tempat kayak gitu. Di mana manggung yang seharusnya dibayar, malah manggung itu bayar registrasi dan share tiket. Sempat juga main di pensi-pensi,” ungkap Okin mengenang TPH yang tidak langgeng karena masing-masing personelnya sibuk berkuliah. 

Setelah melewati banyak cerita bermusik, Okin memutuskan untuk menjalani OKAAY bareng Kay sejak akhir 2021 lalu. Selain itu, ia juga membentuk Rockin’ abby bareng Abbydzar dan Rey Tobing yang sudah menghasilkan satu single, “Sini Peluk Aku”.

“Sebenarnya, gue sama Kay ketemu Laleilmanino sekitar bulan Agustus 2021. Tapi, waktu itu kita masih dapat antrean untuk produksi lagu. Sampai akhirnya kita baru bisa workshop sekitar Desember. Kalau enggak salah sekitar Oktober atau November, si Rey ngajak bikin band, Rockin’ abby. Sekarang lagi berjalan dua. Cuma gue suka eksplorasi musik. Jadi, dua-duanya gue fokusin. Tapi, sekarang karena OKAAY yang lebih dekat mau bikin album, fokus OKAAY dulu,” jelas Okin.

Ketika ditanya soal festival musik impian. Okin malah teringat cerita lama bagaimana ia merasa beruntung OKAAY mendapat kesempatan untuk diproduseri oleh trio Laleilmanino.

Ini cerita unik banget. Tahun 2013 gue ingat banget, gue pernah ngepost di Path random banget. Gue datang ke Java Jazz Festival dengan keadaan di tahun itu gue masih jadi anak pop-punk. Gue random foto RAN lagi manggung di Java Jazz. Terus gue cuma nulis, suatu hari gue bakal manggung di tempat ini seperti ini,” tuturnya.

 

Okin tidak menyangka tahun lalu dipertemukan dengan Nino, “Kok omongan gue 8 tahun lalu. Gue dari anak pop-punk, tiba-tiba cuma ngomong kayak gitu. Tuhan membawa gue ke jalur sini. Ya, semoga aja gue bisa main di Java Jazz Festival seperti omongan gue waktu itu”.

OKAAY pun menargetkan perilisan album pertama mereka tidak meleset dari bulan Agustus 2022. Sambil menunggu kabar selanjutnya, simak langsung lima band favorit Okin berikut ini:


RAN

 

RAN itu adalah, gue suka juga sama RAN karena gue ingat banget pas album pertama RAN itu, gue tuh kan satu SMP sama adiknya Asta. Nah waktu itu adiknya Asta namanya Dana ngasih gue album, “nih album Kakak gue” katanya. Gue lupa waktu itu bentuknya CD apa masih kaset ya. Di situ lah akhirnya gue dengarin RAN pertama kali dari pas benar-benar si albumnya rilis. Gue punya album fisik RAN itu yang pertama, kedua, dan ketiga kalau enggak salah. Yang kedua yang gue ingat, covernya mereka lagi masak terus si talenan piano. Yang ketiga HOP3.

 

MALIQ & D’Essentials

 

Mengisi masa remaja dengan lagu-lagu mereka sudah pasti banget galau, senang, dan segala macam. 

 

Rocket Rockers

 

Gue ngefans banget sama mereka. Gue dari yang anak pop-punk, terus tiba-tiba di tahun 2020 lalu gue ditawarin featuring-an sama mereka buat acara tahun baru di Bandung. Itu salah satu pengalaman yang berharga juga buat gue. Walaupun cuma mengisi tiga lagu. Tapi, wah gue bisa sepanggung sama Rocket Rockers suatu hal yang luar biasa buat gue main sama idola gue. 

 

The Adams

 

Pertama kali dengar album The Adams V2.05 pas kelas 2 SMP. Di mana seperti yang diceritakan SMP gue penuh dengan orang-orang yang suka musik. “Halo Beni”, “Hanya Kau”, “Selamat Pagi Juwita” jadi lagu andalan gue di album itu. Setelah itu malah baru tau lagu “Konservatif” yang sebenarnya ada di album sebelumnya, yang menjadi salah satu lagu favorit gue sepanjang masa. Synchronize Festival terakhir sebelum pandemi menjadi salah satu panggung The Adams yang enggak gue lupain.

 

Sheila On 7

 

Enggak perlu alasan kayaknya buat orang Indonesia suka sama band ini. Karya-karyanya timeless, dinikmati dari tua sampai yang muda. Gue yakin sampai generasi selanjutnya akan tetap menikmati karya Sheila On 7.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Jadi Vokalis DeadSquad, Vicky Mono: Jalani Saja Dulu

DeadSquad mengaku Vicky sosok vokalis yang mereka cari. Selain berkualitas, ia dianggap memiliki kemampuan untuk menguasai panggung sebagai stage performer.

Dzee Rilis Video Musik “Epik”, Simak Langsung di PHI Eksklusif

Di PHI Eksklusif kali ini, saksikan lebih dulu video musik “Epik”, salah satu single dari album debut Dzee sebelum tayang di berbagai platform.