5 Band/Musisi yang Harus Membuat Merchandise

Aug 19, 2018

Siapa hari gini yang tak butuh kaus merchandise/kaus band? Membeli merchandise, khususnya kaus band adalah kegiatan yang paling umum dan mengasyikkan buat kita-kita pecinta musik ketika menonton band/musisi tampil di atas panggung.

Kami sadar, ternyata tak semua band/musisi populer di tanah air ini punya merchandise kaus band. Ada beberapa nama band/musisi yang terkenal di atas panggung, bahkan beberapa adalah nama yang sudah cult di peta musik Indonesia, namun sedihnya, merchandisenya tak digarap serius.

Yes, 5 daftar ini bermaksud mengkritik bahwa sejatinya fans musik butuh merchandise, pun band harus buat merchandise, demi dunia musik bisa lebih berwarna.

Siapa saja daftarnya? Mari kita simak bersama.

RAN

Oke trio ini memang pernah bikin merchandise, tapi seberapa sering kamu melihatnya di lapangan, ketika mereka perform? Ironis, mengingat Pensi mana yang tidak penuh ketika trio ini main.

Humania

Humania / humaniamusic/instagram.

Musik bagus tak lekang dimakan jaman. Cap ini cocok disematkan ke Humania, grup yang populer di era 90-an dan balik lagi hari ini. Hmm, nampaknya strategi comeback perlu dibarengi oleh merchandisenya.

God Bless

Foto: Godblessrocks (instagram)

Puluhan tahun eksis sejak 70an, namun sedihnya jarang sekali melihat merchandise/kaus band ini bersliweran di setiap konsernya. Sedih emang di saat kaus-kaus band di bawahnya macam The SIGIT atau KPR laku keras band legendaris justru melempem dalam hal produk sandang.

Naif

Siapa tak kenal Naif. Rajin manggung, tiap panggungnya selalu pecah, apalagi dengan aksi kocak David Bayu. Tapi baiknya makin sering manggung, harusnya merchandisenya harus makin rajin dan bervariasi.

Soneta/Rhoma Irama

Rhoma Irama, sang satria bergitar / pencintalagudangdut (instagram)

Siapa bilang fans musik dangdut atau grup band dangdut tak boleh bikin kaus band? Musisi cult musik Indonesia yang bikin pecah ribuan fansnya ketika tampil di Synchronize Festival 2016 lalu ini seharusnya belajar dari masa lalu bahwa kaus band itu penting. Coba lihat apakah di Synchronize Festival tahun ini mereka akan membawa merchandisenya.

Penulis
David Silvianus
Mahasiswa tehnik nuklir; fans berat Big Star, Sayur Oyong dan Liem Swie King. Bercita-cita menulis buku tentang budi daya suplir

Eksplor konten lain Pophariini

Catatan Menjadi Manajer Tur Bangkutaman

Satria Ramadhan menceritakan soal bagaimana kesannya sebagai manajer tur bangkutaman yang baru saja merampungkan #tautautur2022 kemarin.

Adrian Yunan Kembali Bercerita di “Panggilan Darurat”

Adrian Yunan mendapuk single tersebut menjadi jembatan menuju album penuh keduanya yang akan segera hadir, menyusul album debut Sintas lima tahun silam.