5 Drumer Lokal yang Dikagumi Putra ‘Burgerkill’

Jun 4, 2022

Setiap orang memiliki latar belakang tentang alat musik yang mereka pilih dalam berkarya. Begitu pula anggota Burgerkill, Putra Pra Ramadhan yang punya alasan tersendiri mengapa akhirnya ia memilih drum.

“Karena terlihat paling keren sih dan paling stand out. Jadi, pertama kali gue lihat drumer tuh pas dulu nemenin bokap manggung di event kantor, perusahaannya gitu. Dia kebetulan musisi juga. Dia main piano,” kata Putra kepada Pophariini (25/05).

 

Sejak menyaksikan ayahnya manggung, Putra memutuskan untuk menekuni drum karena tertarik melihat permainan dari rekan band sang ayah. Walaupun drum bukan alat pertamanya belajar musik. Melainkan piano dan gitar klasik.

Ketika mengingat kembali lagu Indonesia pertama yang kerap dimainkan Putra untuk belajar main drum. Ia mengatakan, lagu-lagu dari album perdana Sheila On 7, self-titled yang cukup berkesan.

“Lebih tepatnya lagu pertama yang gue ulik itu ‘Kita’ karena tahun-tahun segitu si Sheila On 7 lagi booming sih. Seenggaknya di Aceh karena gue dari Aceh. Lagi pecah-pecahnya Sheila On 7, band lokal. Jadi gue uliknya Sheila On 7 waktu itu. Dan album itu sering banget dilatih lah kalau gue lagi main drum dulu,” ungkap Putra.

Putra yang sudah bergabung dengan Burgerkill sejak 2016 siap melaksanakan tur Eropa bersama bandnya tahun 2022 ini. Ketika berbicara album baru, ia belum membocorkan banyak hal. Sementara, mari simak dulu lima drumer yang dikaguminya.


Anton Widiastanto (eks drumer Sheila On 7)

 

Fun fact Anton tuh dulu guru drumnya sama kayak guru drum gue waktu les di Aceh dulu. Namanya Kak Ayun. Jadi ya karena lagu lokal pertama yang gue kulik Sheila On 7 ya, jadi otomatis dia ada space tersendiri di hati gue. Ya, makanya menjadikan dia salah satu drumer lokal favorit gue. 

 

Gerry Herb

 

Dia guru gue di Farabi. Dia yang banyak nge-shape gue juga di permainan selain rock, karena di Farabi gue awalnya enggak mostly belajar rock. Belajarnya latin jazz, swing jazz, ya di luar zona nyaman gue. Dia yang banyak nge-shape tuh dulu. Jadi, dia salah satu hero gue juga.

 

MP (Mandala Putra)

 

Dia dulu sempat jadi drumernya Thirteen setelah Maman (Almarhum). Dulu gue sering lihat dia main. Sebelum dia masuk Thirteen tuh dia sering main sama Thinking Straight, ada band hardcore Depok. Gue suka cara mainnya. Gue suka power-nya. Gue suka instinct-nya dia bermain drum nge-lock banget lah, ngunci banget sama band-band yang dia mainin termasuk bandnya dia yang dari Bali, Dammit. Oh, iya dia juga punya project tuh namanya Empty. Project chaos gitu, ada grindcore-nya, ada proviolence-nya, ada hardcore punk gitu. Drumer dari Depok, MP.

 

Radityan ‘Maman’ Akbar (Thirteen) 

Adit ‘Maman’. / Dok: HAI.

Dia dulu drumernya Thirteen dan juga drumernya Revara. Kalau dulu gue enggak bisa ikut sama Killing Me Inside, dia juga sering gantiin. Dia tuh mainnya rapih banget. Benar-benar rapih. Into it banget sama band yang dia mainin. Pas dia main sama Revara, dia mencoba menyesuaikan dan into it banget sama mainnya. Shout out to Maman. RIP.

 

Ray Prasetya

 

Dia mainnya juga nge-lock banget dengan genre yang dia mainin. Instinct-nya dia juga bagus banget, improvisasinya juga bagus banget. Salah satu session drummer di musiknya Ray yang paling gue suka ya beliau. 

 

Honorable mention: Artha ‘Bersimbah Darah’, Bounty Ramdhan ‘Summerlane’, Roy Ibrahim ‘DeadSquad’.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

20 Tahun Cintailah Cinta: Cinta Dewa Belum Bertepuk Sebelah Tangan

Jika misi Dhani untuk menjadikan album Dewa, Cintailah Cinta sebagai tambang uang setelah kesuksesan Bintang Lima, maka “Pupus” adalah jawabannya

T-Five Reuni di “One in a Million”

“One in a Million” juga menjadi sebuah penghubung menuju konsep terbaru T-Five, yakni TBF (T-Five Big Family) yang menggandeng para personel terdahulu.