120

5 Lagu Indonesia Pilihan Atlesta

Fifan Christa "Atlesta". Foto: dok. Atlesta
Atlesta adalah nama panggung dari solois asal Malang bernama Fifan Christa. Sebelumnya menjadi keyboard player di band bernama Littlestar (2007-2011). Sebelum akhirnya memutuskan untuk ber-solo karir menggunakan nama Atlesta, awal tahun 2012, Fifan berangkat ke Thailand selama 6 bulan untuk mengerjakan proyek Musical Score untuk penyelenggaraan Festival tahunan Thailand, Songkran Festival. Di sanalah akhirnya beberapa ide awal, konsep mentah dari Atlesta dibentuk.
Sepulangnya ke Indonesia, Atlesta direalisasikan oleh Fifan lewat album perdana-nya Secret Talking (2012), lalu album kedua Sensation (2014), dan disusul dengan Sensation Deluxe beserta Film Perdana Dokumenter Atlesta : Lost After Lovv (2015) dan yang terakhir album ketiga-nya Gestures (2017). Di penghujung 2018, Atlesta merilis singel terbarunya yang berbahasa Indonesia berjudul “Pesona”. Silahkan simak 5 lagu Indonesia pilhan Atlesta di bawah ini.

 

Baca juga:  Internet dan Media Sosial Dalam Lirik Musik Indonesia

God Bless – Musisi

Mungkin karena lagu inilah saya akhirnya menjadi anak band di kala itu. Nonton GodBless pertama kali di Soundrenaline tahun 2004, dan pulangnya langsung memutuskan ‘saya harus bisa main keyboard! dan harus bisa mainin Musisi’, sungguh naif sekali saat itu. Mungkin karena efek awal karir bermusik saya yang waktu itu baru dibilang anak band kalo udah pernah ikutan Festival Band. Kalah menang urusan belakang, yang penting skill haha


Chrisye – Lilin-lilin Kecil

Ini adalah salah satu lagu Indonesia yang membuat saya akhirnya tertarik dengan nuansa sound dan beat tahun 70/80-an, meskipun ini bukan versi aransemen aslinya tapi versi yang satu ini terasa lebih intim bagi saya dengan drum konstan yang melulu itu-itu aja dan isian ep piano yang minimalis dan gak bertele-tele tapi terasa mewah banget. Well, saya boleh dibilang fans berat almarhum Chrisye, sedihnya hingga akhir hidupnya saya belum pernah nonton konser beliau.

Baca juga:  Mengenal Pijar Yang Berpijar di Film Antologi Rasa

Kaimsasikun – Pria Dijajah Wanita

Komposisi chord lagu ini super unik dan susah ditebak, ramuan setiap instrumen-nya juga sungguh brilian sekali ditambah dengan nada vocal yang catchy dan tetap bisa dinikmati sekalipun musiknya belibet banget. Dan yang lebih briliant lagi, liriknya menye-menye tapi tetep lakik!

 

Mus Mujiono – Kunyatakan Cinta

Diperkenalkan lagu ini oleh Ibu saya, selalu ingat bagaimana saya bisa joged-joged sendiri waktu kecil dulu kalo di-stelin lagu ini. Melody brass section lagu ini pun akhirnya jadi kajian utama kalo saya bikin musik dengan beat seperti ini. Komposisi bass dan gitar yang wajib di era kejayaan new wave, disco, funk, maupun soul. Lirik lagunya pun sepertinya juga ditulis dengan sarat amat extra romantis, dan bisa bikin geli-geli sendiri. ‘Dini, kau sungguh permata bulan. Dini, kau tumbuhkan gairah hati’ ‘Pejamkan matamu sejenak. Dan rasakan sentuhan cintaku (jiwaku) ini. Bayangkan murni asmara, yang kupanjatkan dari dalam lubuk hati’. Paling bisa bangetkan? Haha

 

Baca juga:  16 Pertanyaan: Tika Pramesti (Indische Party)

The Adams – Hanya Kau


Ini lagu yang sampe sekarang masih sering saya nyanyiin iseng sama temen-temen di kantor Atlesta. Bahkan seminggu bisa minimal 2 kali diputer di playlist harian kantor. Kenapa? itu masih misteri. Karena menurut saya, Ini adalah jenis lagu yang kalo kita ditanyain “Lagu ini enak gak? Enak!. Kenapa kok enak? Gak tau, enak aja”. Case closed.
____