5 Lagu Indonesia Pilihan Henry Foundation

Mar 11, 2023

Jika membicarakan musik indie awal 2000-an, nama Goodnight Electric mungkin jadi yang paling mencuat dari segi format. Pasalnya, band-band seangkatan mereka masih menggunakan alat musik konvensional, seperti gitar, bass, dan drum. Sementara GE sudah tampil dengan full synthesizer.

Saat ditemui Pophariini beberapa waktu lalu di bilangan Blok M, Jakarta Selatan. Pentolan dari Goodnight Electric, Henry Foundation mengungkapkan, bahwa awalnya ia tak berniat untuk membuat format semacam itu untuk Goodnight Electric.

“Gue anaknya gak (musik) elektronik banget. Waktu itu bikin Goodnight Electric karena pengin ngeband, tapi gak ada temen aja,” ungkap Henry yang akrab disapa Betmen tersebut.

 

Bermula dari ‘trio synthesizer’ bersama Oomleo dan Bondi Goodboy, kini Goodnight Electric berevolusi dengan tambahan personel, Andi Hans pada gitar, Priscilla Jamail pada vokal latar, dan Vincent Rompies pada bass dalam memainkan instrumen yang lebih organik.

Setelah merilis album Misteria beserta sejumlah single di sepanjang tahun 2020 hingga 2022, Betmen mengungkapkan, bahwa band pimpinannya itu sedang dalam proses pengerjaan album terbaru.

Sembari menunggu kabar lanjutan tentang peluncuran album mendatang GE. Mari simak 5 lagu Indonesia pilihan Henry ‘Betmen’ Foundation di bawah ini:


Fidelitas Cinta – Harlan Boer

 

Ini lagunya tentang kerinduan dia (Harlan) ketika pandemi, karena istrinya tuh lagi di Belanda, lagi sekolah. Jadi, harapan dia ketika pandemi, gak bisa ngapa-ngapain, istrinya lagi di luar (negeri), anaknya lagi sekolah di luar Jakarta juga, dan menurut gue lagunya bagus banget sih, walaupun direkam secara lo-fi. Salah satu lagu favorit gue.

 

Adegan Ranjang 1981 (love) 1982 – Sajama Cut

Liriknya gue suka. Dan kemudian gue dengar ada versi dari The Sugar Spun sama versinya Ade Paloh. Dua versi itu juga sama gilanya sih menurut gue, keren lah. Originalnya keren, cover version-nya juga keren.

 

Ride – Pullo

Gue liat mereka (Pullo) main musik post-punk ala Joy Division gitu dan lagu “Ride” menurut gue keren banget sih. Gue gak tau rilis tahun berapa, tapi gue suka banget sama lagu ini.

 

Crazy World of Mad Scientist – Beta Daemon

Crazy sih lagunya. Lagi-lagi post-punk lah, era-eranya DEVO, new wave. Masuk sih di gue. Rekamannya juga terdengar lo-fi dan effortless banget gitu. Jadi kayak, jujur lah, musiknya jujur.

 

Undone – Seaside

Dari album Undone juga, ini track terakhir lah kalau di album. The best sih kalau menurut gue. Ini mungkin landmark-nya Seaside, selain “Giggle and Blush”. Tapi, “Undone” lebih gelap buat gue. Kegelapan Seaside ada di lagu “Undone”.


 

Penulis
Gerald Manuel
Hobi musik, hobi nulis, tapi tetap melankolis.

Eksplor konten lain Pophariini

Konser Sheila On 7 Tunggu Aku di Berlanjut ke 5 Kota di Indonesia

Awal April 2024, Antara Suara selaku promotor Sheila On 7 Tunggu Aku di Jakarta (TADJ) mengunggah video promosi pertama yang mengisyaratkan Adam, Duta, dan Eross akan melanjutkan konser tunggal mereka ke kota lain.   …

Langit Sore, GFRN, dan Cacha Sholastica Bahas Pengkhianatan Cinta dalam Firasat Berbisik

Kolaborasi bukan suatu hal baru bagi grup musik asal Yogyakarta, Langit Sore. Kali ini mereka menggaet Cacha Sholastica, dan GFRN untuk single berjudul “Firasat Berbisik” yang resmi beredar hari Jumat (29/03) lalu. Terbentuk sejak …