17904

5 Lagu Pop Lokal Dengan Lirik Puitis  

“Sebuah puisi tidak berbeda dengan lagu, harus merdu agak bisa dinikmati”

Penyair Sapardi Djoko Darmono mengatakan itu saat meluncurkan novel Trilogi Soekram, pada Maret 2015 lalu. Pernyataan Sapardi inilah yang membuat puisi dan lagu menurutnya, dan saya yakini juga, sebenarnya tak berjarak, keduanya sama-sama perlu dihayati, tak perlu pusing ditebak dan dicari-cari artinya.

Mau secetek lirik “Bertahan Satu C.i.n.t.a.” -nya D’Bagindaz sampai “Taifun”-nya Barasuara, kedua lirik terdengar puitis bagi saya. Maka dari itu, kalau merunut pak Sapardi, harusnya sih saya tak usah beda-bedakan mana lagu bagus dan tidak, semua lagu adalah puisi, semua puisi bagus.

Penulis puisi dan lagu menurut saya adalah dua orang yang serupa tapi tak sama, anak kembar tapi yang satu ada tahi lalat kecil, tetap beda, meskipun sama. Baik puisi dan lirik lagu punya- saya menyebutnya- ‘suasana berpuisi’, yakni ruang dan waktu dimana sang penyair atau musisi bisa menciptakan lagu atau puisi yang sekeren dan bisa dihayati dan dinyanyikan banyak orang.

Baca juga:  16 Pertanyaan: Meiga Nurlia Trisaputri