5 Musisi yang Menginspirasi Indra Aziz

Jul 30, 2022

Jeda dua tahun dari “Tiba Tiba Tua”, Indra Aziz kembali merilis single baru April lalu dalam judul “Be Alright”. Single ini memiliki pesan agar seseorang bisa menjadi dirinya sendiri tanpa membandingkan kelebihan yang dimiliki orang lain.

Menengok sejenak ke awal karier bermusiknya, Indra Aziz tumbuh dari keluarga yang memang senang musik. Ia kerap tampil di acara keluarga untuk bernyanyi, bermain gitar, maupun bermain drum.

“Musik sudah mendarah daging sejak kecil. Walaupun di keluarga enggak ada yang secara profesional tuh musisi. Kemudian waktu sekolah, SMP dan SMA kerjaannya ikutan paduan suara, ikut akapela. Pokoknya memang sudah musik, musik, musik,” kata Indra Aziz kepada Pophariini (28/06).

 

Saat lulus sekolah, Indra Aziz tak kesampaian untuk mengambil perkuliahan musik. Mengingat tak ada pilihan kampus musik di era itu. Ia akhirnya memutuskan untuk berkuliah di jurusan Seni Rupa.

Begitu selesai dari Seni Rupa, Indra Aziz baru menemukan jalan untuk mendapatkan pendidikan musik. Meskipun kampus barunya ini belum diresmikan, profesor yang mengajar berasal dari Jerman dan membuka pintu baginya untuk menjadi musisi profesional.

“Fokus di sana dan kerja sebagai profesional main di hotel, kafe, kawinan segala macam. Waktu itu fokusnya jazz. Bisa dibilang kita angkatan di masa itu ya tahun 2001 jazz yang tradisional belum banyak dan cuma circle kita saja waktu itu yang meramaikan. Artinya jazz-nya tuh bisa dibilang mainstream jazz yang tradisional yang bunyinya tuh 50-30an,” jelas Indra Aziz.

Saat mengambil perkuliahan musik, Indra Aziz juga mendapatkan mata kuliah pedagogi artinya selain menjadi murid, ia diwajibkan belajar untuk bisa mengajar.

“Ya sudah, akhirnya mengajar dan banyak teman-teman termasuk dari MALIQ & D’Essentials, Raisa waktu itu menjadi korban-korban pertama [tertawa]. Akhirnya karena memang selain hobi musik, penggiat internet. Dulu tuh suka nulis blog di Yahoo groups. Punya komunitas juga di Yahoo groups. Suka menulis blog di Blogger,” kenang Indra Aziz.

Di perjalanannya, Indra Aziz yang memanfaatkan media sosial. Ia aktif memberikan tip seputar vokal melalui Twitter dengan hashtag Singing Tip. Ternyata, tip yang diberikan mendapat respons yang baik. Hingga Indra Aziz berinisiatif membentuk rumah bernama VokalPlus.

VokalPlus yang tadinya sekadar bentuk ketikan tip berlanjut ke konten video. Indra Aziz rajin mengunggah video-video di kanal YouTube VokalPlus sejak 2012 yang saat ini subscriber-nya sudah mencapai 1,9 juta.

 

“Ternyata membuat konten itu pengaruhnya gede banget buat karier dan kehidupan sampai sekarang. Sehingga sampai sekarang pun meneruskan di TikTok, Instagram, dan menggunakan segala macam media sosial untuk media berbagi tentang edukasi musik terutama vokal. Dan sekarang punya sekolah musik. Akhirnya, perform-nya malah sekarang jadi jarang. Lebih fokusnya ngajar dan bikin konten,” ungkap Indra Aziz.

Saat Pophariini menanyakan siapa saja musisi yang menginspirasi kariernya. Indra Aziz sempat menjawab ada tiga yang memiliki tempat khusus di hatinya, yaitu Benny Likumahuwa, Tjut Nyak Deviana Daudsjah, dan Indra Lesmana. Bukan berarti yang lain tidak. Simak langsung di bawah ini:


1. Benny Likumahuwa

 

Dia adalah seorang jazzer yang sangat mengerti musik tuh secara general, secara terbuka. Dia open mind banget karena kita tau Om Benny juga ada The Rollies, dia bermain rock di situ. Dia bermain soul dan bermain sama beliau selama beberapa tahun di dalam bandnya itu membuat aku belajar, bahwa musik itu enggak sempit. Musik tuh luas dan musik adalah tentang. Maksudnya Om Benny itu seorang maestro di jazz. Tapi saat dia berhadapan dengan penonton, dia menghibur. Tujuan dia tuh menghibur, bukan nunjukkin dirinya eh gue nih maestro loh. Enggak sama sekali. Itu pelajaran yang noble banget buat aku.

 

2. Tjut Nyak Deviana Daudsjah

 

Seorang akademis yang kemudian open mind juga karena sebenarnya dia kuliah klasik. Tapi dia main pop dan main jazz. Walaupun sempat ya, banyak kontroversi seputar beliau karena waktu dia baru pulang dari Jerman sering membuat pernyataan-pernyataan yang membuat musisi marah. Tapi, itu letak nyentriknya. Kadang kita bekerja sama maestro-maestro tuh suka begitu. Suka aneh, suka nyentrik. Cuma banyak pelajaran yang menginspirasi.

 

3. Indra Lesmana

 

Ini luar biasa. Dia punya 100 album sudah sampai sekarang pun enggak berhenti dengan segala eksperimen. Dari swing, big band, sampai progressive, sampai rock, sampai dangdut bahkan. Sudah dijalani semua. 

 

4. Indro Hardjodikoro

 

Luar biasa banget. Dia sangat-sangat merangkul semua orang bermain di segala kalangan dari progressive rock sampai jazz sampai ah sudah deh semua. Semua kemampuan dia untuk mengajar itu luar biasa sih. Bahkan dia punya program mengajar lewat WhatsApp.

 

5. Riza Arshad

 

Kalau Almarhum seorang yang sangat inovatif dengan musik-musik yang aneh sekali pun. Tapi tetap bisa menjembatani dirinya dengan musik-musik yang mainstream bisa dibilang. Dan kalau kita lihat dia tuh berani bereksperimen dengan bunyi-bunyian yang enggak wajar.

“Mereka semua sosok-sosok yang mewakili open-mindedness dan musik tanpa batas,” tutup Indra Aziz.

 

Foto Indra Aziz oleh Dedidude.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Jadi Vokalis DeadSquad, Vicky Mono: Jalani Saja Dulu

DeadSquad mengaku Vicky sosok vokalis yang mereka cari. Selain berkualitas, ia dianggap memiliki kemampuan untuk menguasai panggung sebagai stage performer.

Dzee Rilis Video Musik “Epik”, Simak Langsung di PHI Eksklusif

Di PHI Eksklusif kali ini, saksikan lebih dulu video musik “Epik”, salah satu single dari album debut Dzee sebelum tayang di berbagai platform.