5 Musisi yang Wajib Ditonton di Java Jazz Festival 2024

May 23, 2024

BNI Java Jazz Festival 2024 sudah di depan mata. Musisi nasional hingga internasional siap memberikan pertunjukan terbaik bergantian tampil di sejumlah panggung tanggal 24-26 Mei 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Selain nama-nama besar, kami merangkum musisi-musisi muda berbakat atau musisi yang berkesempatan menandai awal karier mereka di festival besutan Java Festival Production ini. 

Siapa saja? Simak daftarnya langsung:

 

Casté (Jakarta)

 

Dalam sesi wawancara bersama Pophariini untuk rubrik Bising Kota beberapa waktu lalu, Kalya (vokal) sempat mengaku penampilan bandnya nanti di Java Jazz Festival merupakan mimpi mereka.

Hal tersebut dibuktikan dengan unggahan di akun Instagram Casté yang menampilkan percakapan bagaimana mereka ingin sekali bermain di festival ini. Dalam keterangan unggahan pun dituliskan, bahwa para personel Casté sudah membahasnya sejak 2021 dan segera terwujud 3 tahun kemudian.

Casté didaulat untuk menjadi band pembuka rangkaian pergelaran. Penampilan mereka mengambil tempat di Wonderful Indonesia Stage pukul 16.00 WIB.

 

Olski (Yogyakarta)

 

Bermodal total 2 album penuh dan 1 album live, band pop asal Jogja ini bakal menemui para penonton Java Jazz Festival hari ketiga, tepatnya di Demajors Stage.

Aksi mereka di JJF bakal berlangsung sehari setelah band merampungkan rangkaian tur bertajuk Good Morning Tour di Jakarta. Dalam tur yang sudah berlangsung sejak Februari lalu ini, Olski sudah tampil di beberapa kota seperti Malang, Surabaya, Purwokerto, Solo, dan masih banyak lagi.

Penasaran bagaimana penampilan Olski di Java Jazz Festival 2024? Mari dengarkan album terbaru mereka di bawah ini.

 

Duo MobySade (Jakarta)

 

Setelah berkesempatan tampil bersama Dua Empat di Java Jazz Festival tahun lalu, duo kakak beradik yang memang mengusung genre jazz ini akhirnya bisa mendapatkan panggung sendiri di perhelatan tahun ini.

Dalam unggahan Instagram Duo MobySade tertulis, kedua anggota sudah menyiapkan sesuatu yang besar dan spesial untuk penampilan mereka di Demajors Stage.

Panggung yang berada di area Coffee Shop Jakarta Expo tersebut, hari pertamanya bakal ditutup oleh Duo MobySade.

 

Iris Bevy (Bandung)

 

Band yang baru saja menyelesaikan tur Asia Tenggara di Singapura dan Malaysia bulan Maret lalu ini berkesempatan untuk membawakan lagu-lagu mereka yang bernapaskan indie pop/synth pop di Demajors Stage hari pertama.

Setiap tahun Java Jazz Festival memang kerap menampilkan band/musisi yang tidak sepenuhnya jazz, namun tetap menarik bagaimana para penonton bakal bisa menyaksikan mereka di area Demajors Stage yang setiap tahunnya membawa nuansa jazz bar klasik sebagai konsep panggungnya.

 

Gusti Irwan Wibowo (Bekasi)

 

Harus diakui, album perdana musisi asal Bekasi yang bertajuk Duh Gusti ini sempat luput dari radar kami tahun lalu. Maka dari itu, kami tidak mau melewatkan kesempatan dengan tidak menyaksikan penampilannya di Java Jazz Festival.

 

Musisi yang juga dikenal sebagai host di beberapa podcast ini juga menarik perhatian kami atas keterlibatannya sebagai salah satu produser di album terbaru Sal Priadi, MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS.

Gusti mengawal pengerjaan beberapa trek di album tersebut seperti “Yasudah”, “Episode”, “Foto kita blur”, dan “Dari planet lain” yang akhir-akhir ini viral di media sosial.

Talenta bermusik jelas menjadi salah satu alasan penampilan Gusti di Demajors Stage hari kedua yang sayang dilewatkan, namun sifat humorisnya saat berinteraksi dengan penonton dari panggung juga menjadi daya tarik tersendiri nanti di Demajors Stage.

 

Penulis
Gerald Manuel
Hobi musik, hobi nulis, tapi tetap melankolis.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Dongker – Ceriwis Necis

Kalian tidak harus sependapat dengan saya, “Bertaruh Pada Api” adalah lagu punk rock yang menyayat hati. Dinyanyikan bersama kebanggaan dan keharuan seekor pecundang urban yang mengais harapan di antara luka kehancuran zaman. Lagu itu …

D’MASIV – 8

Dalam album 8, D’Masiv kembali ke warna yang sudah dikenal sebelumnya dan kali ini dengan pengaruh soft-rock dan pop-balada 80/90an yang jitu